Rapat Anggaran DPRD Riau Memanas, Pimpinan dan Anggota Cekcok

Sidang paripurna yang membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau berujung pada ketegangan yang melibatkan pimpinan dewan da...

Jul 17, 2026 - 16:03
0 0
Rapat Anggaran DPRD Riau Memanas, Pimpinan dan Anggota Cekcok

Sidang paripurna yang membahas Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Riau berujung pada ketegangan yang melibatkan pimpinan dewan dan sejumlah anggota. Insiden yang terjadi di ruang utama gedung legislatif di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, pada Kamis sore tersebut sempat menghentikan jalannya rapat selama lebih dari satu jam.

Ketegangan Pasca-Persetujuan Anggaran

Kronologi bermula ketika rapat konsultasi antara Badan Anggaran DPRD Riau dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dinyatakan selesai. Berdasarkan informasi yang dihimpun, friksi internal di tubuh dewan mencuat tak lama setelah pengesahan sejumlah pos belanja strategis. Sejumlah legislator dari fraksi berbeda saling melontarkan interupsi yang berujung pada adu argumen sengit mengenai alokasi dana di sektor infrastruktur dan pendidikan.

Perbedaan pandangan yang tajam memicu kubu-kubu yang berseberangan meninggalkan meja rapat. Situasi semakin tidak terkendali saat seorang anggota dewan dari salah satu komisi dan unsur pimpinan terlibat komunikasi yang meninggi. Seorang saksi mata yang berada di lokasi menyebutkan bahwa suasana berubah menjadi ricuh dalam hitungan menit setelah forum resmi ditutup, dengan beberapa pihak terlihat melakukan tindakan fisik ringan berupa dorongan dan pukulan meja.

Intervensi Pengamanan Internal

Pihak Sekretariat Dewan bersama petugas keamanan dalam (Pamdal) DPRD Riau segera bertindak cepat dengan memisahkan pihak-pihak yang bertikai. Mekanisme pengamanan internal langsung diaktifkan untuk mencegah meluasnya bentrokan ke area lobi utama yang pada saat bersamaan tengah dipadati oleh para tamu dan perwakilan organisasi masyarakat yang hendak mengikuti audiensi.

"Situasi sempat tidak kondusif karena ada miskomunikasi teknis antara pimpinan sidang dan anggota. Namun, setelah dilakukan mediasi singkat, semua pihak sepakat menahan diri dan melanjutkan pembahasan di tingkat badan musyawarah," ujar Wakil Ketua DPRD Riau saat memberikan keterangan resmi di sela-sela pendinginan suasana.

Pernyataan tersebut ditegaskan untuk meredam spekulasi bahwa kericuhan disebabkan oleh dugaan penyimpangan prosedur anggaran. Pimpinan dewan memastikan bahwa seluruh mekanisme pengambilan keputusan telah sesuai dengan Peraturan Tata Tertib DPRD. Tidak ada barang inventaris kantor yang mengalami kerusakan berarti, dan seluruh aktivitas kedewanan dipastikan kembali normal dalam tempo kurang dari dua jam pasca-insiden.

Klarifikasi dan Langkah Rekonsiliasi

Rapat pimpinan fraksi yang digelar secara tertutup segera setelah kericuhan menghasilkan komitmen untuk menjaga marwah lembaga. Kedua kubu yang sebelumnya terlibat cekcok, yakni perwakilan dari Komisi III dan unsur Pimpinan DPRD, telah menempuh jalur klarifikasi internal. Keduanya sepakat bahwa perselisihan tersebut murni dipicu oleh tekanan dinamika pembahasan anggaran yang mendekati batas akhir waktu penetapan.

DPRD Riau menegaskan bahwa agenda penetapan APBD Perubahan tetap berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Badan Musyawarah. Publik diimbau untuk tidak meragukan kinerja legislatif daerah dalam menuntaskan hak budget, mengingat tahapan konsultasi publik dan sinkronisasi dengan pemerintah provinsi masih akan terus berlanjut dalam pekan-pekan mendatang hingga pengesahan final dilakukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User