Pria Bersenjata Golok Resahkan Warga Warung Jamu Citeureup Ditangkap

Bogor, Apaberita – Kepolisian Resor Bogor mengamankan seorang pria yang diduga membawa senjata tajam dan menciptakan kericuhan di sebuah warung jamu di kawasan Kamurang, Kecamatan Citeureup, Kabupat...

Jul 18, 2026 - 15:05
0 0
Pria Bersenjata Golok Resahkan Warga Warung Jamu Citeureup Ditangkap

Bogor, Apaberita – Kepolisian Resor Bogor mengamankan seorang pria yang diduga membawa senjata tajam dan menciptakan kericuhan di sebuah warung jamu di kawasan Kamurang, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, pada Senin dini hari. Penangkapan dilakukan setelah rekaman aksi pelaku viral di sejumlah platform media sosial dan memicu keresahan warga sekitar. Pelaku yang diketahui berinisial S (32) itu diamankan tanpa perlawanan berarti di kediamannya pada pukul 04.30 WIB oleh tim gabungan Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor dan Unit Reskrim Polsek Citeureup.

Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Polisi Andi Wibowo, melalui sambungan telepon, menegaskan bahwa tindakan pelaku tidak dapat ditoleransi karena telah melanggar Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang penguasaan senjata tajam tanpa izin. “Kami bergerak cepat setelah menerima laporan masyarakat dan menindaklanjuti video viral tersebut. Terduga pelaku langsung kami jemput di kediamannya tanpa perlawanan. Saat ini yang bersangkutan sudah berada di ruang pemeriksaan,” ujar AKBP Andi Wibowo, menambahkan bahwa barang bukti berupa sebilah golok bergagang kayu dengan panjang sekitar 40 sentimeter telah disita.

Kronologi Kericuhan di Warung Jamu

Berdasarkan keterangan saksi dan warga setempat, peristiwa berawal sekitar pukul 01.00 WIB ketika S mendatangi warung jamu milik Ibu Sumarni (55) yang biasa beroperasi hingga dini hari. Pelaku diduga berada dalam pengaruh minuman keras. Ia tiba-tiba mengacungkan golok sambil berteriak tidak jelas, merusak sejumlah botol dan gelas di atas meja, serta membuat para pembeli panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Seorang saksi mata yang enggan disebut namanya mengatakan bahwa pelaku sempat menantang warga sekitar untuk berkelahi. “Dia berteriak ‘ayo maju semua’ sambil mengayun-ayunkan golok ke arah jalan. Warga ketakutan dan memilih menghindar. Beruntung tidak ada yang terluka,” tuturnya.

Kejadian berlangsung sekitar 15 menit sebelum pelaku akhirnya pergi dengan berjalan kaki. Aksi tersebut terekam kamera ponsel seorang pemuda yang berada tidak jauh dari lokasi dan langsung menyebar luas di media sosial, memicu kemarahan serta rasa tidak aman di kalangan masyarakat Citeureup. Perekam yang berhasil mendokumentasikan wajah dan postur pelaku memberikan kontribusi signifikan dalam identifikasi cepat oleh aparat kepolisian.

Proses Penangkapan dan Barang Bukti

Setelah video viral beredar, Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) bersama Reskrim Polsek Citeureup melakukan penyelidikan intensif. Hanya dalam waktu kurang dari 12 jam, identitas dan alamat pelaku berhasil terindentifikasi. Polisi tidak menemui hambatan saat mendatangi rumahnya karena pelaku masih dalam kondisi setengah sadar akibat pengaruh alkohol. Barang bukti golok yang digunakan saat beraksi ditemukan di bawah tempat tidur pelaku. “Pengakuannya, golok tersebut ia beli dari seorang pedagang keliling beberapa minggu lalu dengan alasan untuk keperluan berkebun. Namun fakta di lapangan menunjukkan niat lain,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bogor, Komisaris Polisi Dedi Hermawan, di sela konferensi pers.

Dedi menambahkan bahwa hasil pemeriksaan awal menunjukkan pelaku merupakan residivis kasus penganiayaan ringan yang baru bebas pada tahun 2024. Polisi juga tengah mendalami kemungkinan keterlibatan S dalam aksi premanisme atau pemalakan terhadap pedagang kecil di wilayah Citeureup yang selama ini belum terungkap. “Kami tidak menutup kemungkinan akan menjerat pelaku dengan pasal berlapis, termasuk ancaman kekerasan dan perbuatan tidak menyenangkan, dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara,” tegasnya.

Respons Masyarakat dan Komitmen Keamanan

Kejadian tersebut memantik reaksi keras dari masyarakat Kamurang dan sekitarnya. Sejumlah tokoh pemuda setempat mendatangi Mapolsek Citeureup untuk menyampaikan apresiasi atas respons cepat kepolisian. Di sisi lain, Forum Komunikasi Warga Citeureup meminta agar patroli malam ditingkatkan, terutama di sekitar pusat kuliner dan warung-warung yang beroperasi pada jam rawan. Ketua forum, Haji Mahmud (67), menyatakan bahwa kehadiran preman bersenjata tajam selama ini sudah menjadi keresahan tersendiri yang jarang tersorot. “Penangkapan ini menjadi titik terang. Kami berharap polisi tidak berhenti pada satu orang saja, tetapi membongkar jaringan yang mungkin ada di belakangnya,” ujarnya saat ditemui Apaberita di sela audiensi.

Kapolres Bogor menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD) di titik-titik rawan kriminalitas, khususnya pada jam 00.00 hingga 05.00 WIB. Selain itu, program kemitraan dengan komunitas keamanan lingkungan akan dihidupkan kembali melalui Bhabinkamtibmas di setiap desa. “Kami mengajak warga untuk tidak ragu melapor jika melihat aktivitas mencurigakan. Video yang merekam kejadian kali ini adalah contoh nyata partisipasi publik dalam menjaga ketertiban,” kata AKBP Andi Wibowo.

Dengan ditangkapnya S, polisi berharap citra keamanan Citeureup yang sempat terganggu oleh aksi viral tersebut dapat segera pulih. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan psikologis untuk mendalami motif dan kondisi kejiwaannya, sementara penyidik tengah melengkapi berkas perkara agar segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Cibinong.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User