Perbaikan Jalan Kebon Sirih Picu Kemacetan di Jakarta Pusat

Arus lalu lintas di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, mengalami kemacetan signifikan pada Kamis pagi (17/7/2026) akibat pekerjaan perbaikan jalan yang sedang berlangsung. Pantauan di lapangan menunjuk...

Jul 18, 2026 - 15:06
0 0
Perbaikan Jalan Kebon Sirih Picu Kemacetan di Jakarta Pusat

Arus lalu lintas di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, mengalami kemacetan signifikan pada Kamis pagi (17/7/2026) akibat pekerjaan perbaikan jalan yang sedang berlangsung. Pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan memanjang dari sekitar simpang Jalan MH Thamrin hingga menuju kawasan Tugu Tani, dengan waktu tempuh yang membengkak hingga dua kali lipat dari kondisi normal.

Kronologi dan Dampak Kemacetan

Kemacetan mulai terbentuk sejak pukul 06.40 WIB, ketika volume kendaraan meninggi pada jam sibuk pagi. Lajur yang tersisa hanya satu ruas dari total dua lajur yang biasa digunakan, karena satu lajur ditutup total untuk aktivitas pengaspalan dan perbaikan saluran. Situasi ini membuat kendaraan roda empat maupun roda dua harus bergantian melintas dengan kecepatan sangat rendah. Sejumlah pengendara mengeluhkan keterlambatan sampai ke tempat kerja dan sekolah. Berdasarkan data Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya, panjang antrean kendaraan sempat mencapai 1,2 kilometer pada pukul 07.30 WIB, dengan kecepatan rata-rata hanya 5 kilometer per jam di titik paling padat.

Penjelasan Resmi Dinas Bina Marga

Dinas Bina Marga DKI Jakarta mengonfirmasi bahwa proyek perbaikan Jalan Kebon Sirih merupakan bagian dari program pemeliharaan rutin ruas jalan protokol di Jakarta Pusat. Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Nugroho, menyatakan bahwa pekerjaan tersebut telah dijadwalkan sejak awal Juli dan ditargetkan selesai dalam dua pekan. “Pekerjaan meliputi penggantian lapis aus aspal, perbaikan bahu jalan, dan normalisasi saluran air. Kami menutup satu lajur secara bergilir. Hari ini mulai dari sisi utara, besok akan beralih ke sisi selatan. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa proyek ini dilaksanakan pada jam-jam di luar jam sibuk, namun masih berdampak karena keterbatasan ruang jalan.

Rekayasa Lalu Lintas dan Imbauan Polisi

Untuk mengurai kepadatan, Satuan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Pusat menerjunkan lima personel di titik persimpangan Kebon Sirih-Thamrin dan di depan Tugu Tani. Kasat Lantas Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Ridwan Siregar, mengimbau pengendara untuk mencari jalur alternatif. “Bagi yang menuju Tugu Tani dari arah Tanah Abang bisa melalui Jalan Cideng Barat lalu masuk ke Jalan Kwitang. Untuk yang dari arah Thamrin menuju Menteng, lebih baik memutar lewat Jalan Wahid Hasyim atau Jalan Agus Salim,” katanya. Polisi juga memasang pagar pembatas dan rambu peringatan di sekitar area pekerjaan untuk meminimalkan potensi kecelakaan. Petugas akan terus berjaga hingga pekerjaan fisik pada hari ini selesai sekitar pukul 14.00 WIB.

Reaksi Masyarakat dan Transportasi Umum

Kemacetan ini tidak hanya menghambat pengguna kendaraan pribadi, tetapi juga transportasi umum. Bus Transjakarta koridor 1 (Blok M–Kota) yang melintas di sekitar Jalan Thamrin ikut terdampak karena kemacetan merembet hingga halte Sarinah. Kepala Humas PT Transportasi Jakarta, Angelina Putri, menyampaikan bahwa headway bus terpaksa melebar dari normal 5 menit menjadi 12 menit. “Kami mengimbau pelanggan untuk menambah waktu perjalanan dan memaklumi keterlambatan ini. Kami berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk penyesuaian jika diperlukan pengalihan rute sementara,” ucapnya. Di media sosial, keluhan pengendara ramai menggunakan tagar #MacetJakarta, menyoroti perbaikan jalan yang dinilai tidak terkoordinasi dengan baik untuk mengurangi dampak lalu lintas.

Target Penyelesaian dan Evaluasi

Dinas Bina Marga menargetkan seluruh pekerjaan fisik di Jalan Kebon Sirih rampung pada 30 Juli 2024, dengan masa pemeliharaan selama satu bulan setelahnya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berjanji akan mengevaluasi manajemen lalu lintas pada proyek-proyek serupa selanjutnya agar tidak menimbulkan kemacetan berkepanjangan di titik strategis. “Kami akan memperbaiki koordinasi dengan dinas perhubungan dan kepolisian, termasuk mengkaji kemungkinan pengerjaan malam hari untuk jalan-jalan protokol dengan volume lalu lintas padat,” tutup Heru. Hingga pukul 10.30 WIB, arus lalu lintas di Jalan Kebon Sirih masih terpantau padat namun perlahan mulai terurai seiring berkurangnya volume kendaraan dan bertambahnya petugas pengatur lalu lintas di lokasi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User