Perbaikan Jalan di Kebon Sirih Picu Kemacetan Arah Tugu Tani

Kemacetan lalu lintas dengan intensitas tinggi terjadi di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Kamis pagi, 17 Juli 2026. Kepadatan kendaraan terutama terpantau pada lajur menuju kawasan Tugu Tani, y...

Jul 18, 2026 - 17:37
0 0
Perbaikan Jalan di Kebon Sirih Picu Kemacetan Arah Tugu Tani

Kemacetan lalu lintas dengan intensitas tinggi terjadi di Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, pada Kamis pagi, 17 Juli 2026. Kepadatan kendaraan terutama terpantau pada lajur menuju kawasan Tugu Tani, yang merupakan salah satu simpul vital pergerakan di pusat ibu kota. Berdasarkan pantauan di lapangan, antrean kendaraan mengular hingga lebih dari 1,5 kilometer, dimulai dari persimpangan Jalan Abdul Muis hingga mendekati pertigaan Jalan Wahid Hasyim. Kondisi ini dipicu oleh pekerjaan perbaikan badan jalan yang tengah dilaksanakan oleh Dinas Bina Marga Provinsi DKI Jakarta di titik tersebut.

Detail Pekerjaan dan Titik Lokasi Perbaikan

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, dalam keterangan resminya menyatakan bahwa perbaikan dilakukan pada segmen jalan sepanjang 200 meter tepat di depan Gedung DPRD DKI Jakarta. Pekerjaan ini meliputi penggantian lapisan aspal dan perbaikan konstruksi saluran drainase yang mengalami kerusakan. "Kami memprioritaskan penanganan ini untuk mencegah genangan dan kerusakan yang lebih parah saat musim penghujan. Pekerjaan dimulai pukul 09.00 WIB dan ditargetkan selesai dalam waktu dua hari," ujar Heru Suwondo di Balai Kota. Akibat pengerjaan ini, dua dari tiga lajur di sisi utara Jalan Kebon Sirih ditutup total. Hanya satu lajur yang difungsikan untuk mengakomodasi kendaraan yang melaju ke arah Tugu Tani, sehingga kapasitas jalan menyusut hingga lebih dari 60 persen.

Dampak Luas dan Langkah Pengaturan Lalu Lintas

Penyempitan lajur ini segera memicu perlambatan signifikan. Data dari Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya mencatat volume kendaraan yang melintas di ruas tersebut pada jam sibuk pagi mencapai 4.500 unit per jam. Dengan hanya satu lajur yang beroperasi, terjadi penumpukan kendaraan yang masif. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Muhammad Rizky, menjelaskan bahwa pihaknya telah menerjunkan 12 personel untuk melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik kritis. "Kami menerapkan rekayasa buka-tutup secara situasional dan mengalihkan sebagian arus kendaraan dari arah Tanah Abang melalui Jalan KH Mas Mansyur menuju Jalan Cikini Raya sebagai jalur alternatif. Pengguna jalan kami imbau untuk mencari rute lain agar tidak terjebak antrean," tegas AKBP Muhammad Rizky saat memantau lokasi.

Kemacetan juga merembet ke ruas jalan sekitar. Lajur dari arah Tugu Tani menuju Jalan Abdul Muis yang tidak terkena penutupan turut terpengaruh oleh perlambatan di sisi berlawanan, terutama di titik putaran balik. Akibatnya, perjalanan dari Stasiun Gondangdia menuju Bundaran Hotel Indonesia yang biasanya ditempuh dalam waktu 15 menit, pada pagi ini memakan waktu hingga 55 menit. Sejumlah pengguna jalan yang terjebak macet mengungkapkan frustrasi. Kami kutip pernyataan salah seorang pengemudi ojek daring, Andri, yang mengaku baru mengetahui adanya perbaikan setelah terlanjur masuk Jalan Kebon Sirih. "Saya baru sadar setelah papan peringatan sudah di depan. Tidak ada sosialisasi yang jelas. Penumpang saya terlambat masuk kerja," keluhnya. Keluhan serupa disampaikan oleh pengendara mobil pribadi yang terpaksa merugi waktu dan bahan bakar.

Kronologi dan Progres Perbaikan

Menurut laporan di lokasi, pekerjaan pengupasan aspal lama dimulai pada pukul 08.30 WIB dengan mengerahkan dua unit alat berat berupa cold milling machine dan empat truk pengangkut material. Proses pengupasan rampung pada pukul 11.00 WIB, dilanjutkan dengan pemadatan lapisan dasar dan perbaikan struktur drainase yang memerlukan pembongkaran beton. Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Isnawa Adji, yang turut memantau karena adanya potensi genangan, menyampaikan bahwa pekerjaan ini merupakan bagian dari program penanganan 100 titik jalan rusak prioritas di Jakarta Pusat. "Kami berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga agar pekerjaan ini bisa dipercepat. Jika cuaca mendukung, penghamparan aspal baru bisa dilakukan malam ini dan besok pagi jalur sudah bisa dinormalisasi," kata Isnawa Adji. Hingga berita ini diturunkan, petugas masih terus melakukan pengaturan dan pekerjaan perbaikan diproyeksikan akan berlangsung hingga malam hari pukul 22.00 WIB, dilanjutkan kembali esok harinya.

Pemerintah Kota Jakarta Pusat, melalui akun media sosial resminya, mengeluarkan imbauan kepada para pengguna jalan untuk menghindari Jalan Kebon Sirih arah Tugu Tani pada jam-jam sibuk selama dua hari ke depan. Rute alternatif yang disarankan antara lain melalui Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Budi Kemuliaan, atau memutar melalui kawasan Menteng. Penutupan dan pengalihan arus ini bersifat situasional dan akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan. Pengguna jalan diminta untuk mematuhi arahan petugas di lapangan dan memanfaatkan aplikasi navigasi untuk memantau kondisi lalu lintas secara real-time. Kemacetan ini menjadi pengingat bahwa pekerjaan infrastruktur vital di pusat kota menuntut manajemen komunikasi dan rekayasa lalu lintas yang lebih matang agar dampak terhadap mobilitas warga dapat diminimalkan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User