Pri Agung Rakhmanto Soroti Transformasi Energi Nasional
Pri Agung Rakhmanto, Founder sekaligus Advisor ReforMiner Institute dan pengajar di Fakultas Teknik Kebumian dan Energi (FTKE) Universitas Trisakti, kembal
Pri Agung Rakhmanto, Founder sekaligus Advisor ReforMiner Institute dan pengajar di Fakultas Teknik Kebumian dan Energi (FTKE) Universitas Trisakti, kembali menyuarakan urgensi transformasi energi di Indonesia. Dalam berbagai forum dan publikasi, pria yang dikenal sebagai salah satu pengamat energi paling berpengaruh ini konsisten mendorong perombakan besar-besaran tata kelola migas dan transisi ke energi baru terbarukan.
Latar Belakang dan Kiprah Pri Agung Rakhmanto
Pri Agung Rakhmanto memiliki latar belakang akademik dan praktisi yang kuat. Sebagai pengajar di FTKE Universitas Trisakti, ia membidani lahirnya generasi baru insinyur energi. Melalui lembaga riset yang didirikannya, ReforMiner Institute, ia secara berkala merilis kajian-kajian independen tentang kebijakan energi nasional, harga BBM, subsidi, dan potensi geothermal.
Kutipan Pri Agung Rakhmanto: "Transformasi energi bukan hanya soal mengganti bensin dengan listrik, tetapi juga merombak struktur industri yang selama ini tidak transparan. Kita butuh reformasi menyeluruh dari hulu ke hilir." — dalam diskusi publik, 2025.
Pernyataan tersebut mencerminkan sikap kritisnya terhadap praktik bisnis migas yang dinilai masih sarat dengan kepentingan jangka pendek. Ia kerap menekankan perlunya diversifikasi energi dan penguatan tata kelola sebagai kunci ketahanan energi nasional.
Pandangan tentang Kebijakan Energi Terkini
Dalam beberapa kesempatan, Pri menyoroti tiga masalah utama sektor energi Indonesia:
- Subsidi BBM yang tidak tepat sasaran: Sebagian besar justru dinikmati kalangan mampu dan industri padat energi.
- Keterlambatan pengembangan EBT: Potensi surya, angin, dan panas bumi masih jauh dari target bauran energi nasional.
- Regulasi yang tumpang tindih: Antara pusat dan daerah, menyebabkan investasi energi rendah karbon terhambat.
Ia mengingatkan bahwa tanpa reformasi serius, Indonesia bisa kehilangan momentum sebagai negara dengan cadangan energi terbesar di Asia Tenggara. Reforminer Institute sendiri kerap menjadi rujukan media nasional saat membahas harga BBM, Izin Usaha Pertambangan (IUP), dan skema bagi hasil migas.
Peran di Universitas Trisakti
Sebagai akademisi di FTKE Universitas Trisakti, Pri Agung Rakhmanto mengintegrasikan riset terapan ke dalam kurikulum. Ia mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menguasai teori, tetapi juga memahami dinamika politik energi dan bisnis migas. Beberapa penelitian mahasiswa bimbingannya telah dipresentasikan dalam konferensi internasional.
Selain mengajar, ia aktif sebagai narasumber dalam webinar dan diskusi publik yang diselenggarakan oleh Kementerian ESDM, DPR, serta organisasi profesi. Kontribusinya dalam penyusunan Revisi UU Migas juga kerap disebut oleh kalangan legislatif.
Dengan pengalaman puluhan tahun di sektor energi, Pri Agung Rakhmanto menjadi suara independen yang memadukan sudut pandang teknis, ekonomis, dan politik dalam merumuskan solusi energi berkelanjutan.
[SOCIAL_TWEET]: Pri Agung Rakhmanto: Transformasi energi butuh reformasi total, bukan sekadar ganti bahan bakar. Baca selengkapnya di Apaberita.com #Energi #ReformasiEnergi[SOCIAL_TG]: 🔥 PRI AGUNG RAKHMANTO: Energi RI butuh reformasi besar-besaran! Baca ulasan lengkapnya di Apaberita.com 👉 [link]
Comments (0)