Sep 25, 2026
Nasional

Djoko Setijowarno Dorong Reformasi Transportasi Publik Berkelanjutan di Indonesia

SEMARANG — Djoko Setijowarno, akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang sekaligus Dewan Penasehat Masyarakat

Djoko Setijowarno Dorong Reformasi Transportasi Publik Berkelanjutan di Indonesia

SEMARANG — Djoko Setijowarno, akademisi Program Studi Teknik Sipil Universitas Katolik Soegijapranata (Unika) Semarang sekaligus Dewan Penasehat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), terus menyuarakan reformasi transportasi publik yang berkelanjutan. Keahliannya di bidang infrastruktur dan kebijakan transportasi menjadikannya figur kunci dalam advokasi perbaikan sistem mobilitas perkotaan di Indonesia.

Dari Kampus ke Panggung Kebijakan Nasional

Sebagai pengajar di Unika Soegijapranata, Djoko tidak hanya membekali mahasiswa dengan teori rekayasa sipil. Ia mendorong pemahaman bahwa infrastruktur transportasi harus berorientasi pada manusia, bukan semata-mata pada kendaraan bermotor. Perspektif ini dibawanya ke panggung kebijakan nasional melalui peran strategisnya di MTI — organisasi independen yang menjadi mitra kritis pemerintah dalam merumuskan kebijakan transportasi.

Dalam berbagai kesempatan, Djoko menyoroti ketimpangan alokasi anggaran transportasi yang masih didominasi pembangunan jalan tol ketimbang revitalisasi angkutan umum massal. "Kita masih terjebak pada paradigma lama: membangun jalan untuk mobil, bukan membangun sistem untuk manusia," ujarnya dalam sebuah diskusi panel transportasi perkotaan.

Advokasi Keselamatan dan Transportasi Inklusif

Isu keselamatan jalan menjadi perhatian utama Djoko. Data kecelakaan lalu lintas di Indonesia yang masih tinggi — rata-rata 25.000 hingga 30.000 korban jiwa per tahun — mendorongnya aktif mengkampanyekan penerapan standar keselamatan yang lebih ketat, termasuk audit keselamatan jalan dan penegakan hukum terhadap pelanggaran angkutan barang.

Djoko juga vokal mendorong transportasi inklusif bagi penyandang disabilitas, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Ia menilai sebagian besar infrastruktur transportasi di Indonesia masih abai terhadap prinsip aksesibilitas universal. "Stasiun, halte, dan trotoar kita belum ramah untuk semua. Ini bukan sekadar fasilitas tambahan; ini hak dasar warga negara," tegasnya.

Tantangan Transportasi Pasca-Pandemi

Pandemi COVID-19 membawa dinamika baru. Djoko mencermati pergeseran pola mobilitas masyarakat serta tekanan finansial yang dialami operator transportasi publik. Ia mengusulkan skema subsidi berbasis kinerja dan digitalisasi layanan sebagai strategi bertahan sekaligus bertransformasi. Subsidi BBM yang tidak tepat sasaran, menurutnya, perlu dialihkan untuk memperkuat angkutan umum perkotaan.

"Kita perlu mengubah subsidi dari berbasis komoditas ke berbasis orang. Subsidi langsung kepada pengguna transportasi publik, bukan subsidi BBM yang dinikmati mayoritas pengguna kendaraan pribadi," kata Djoko.

Pemikiran untuk Satu Dekade ke Depan

Djoko mendorong integrasi perencanaan tata ruang dan transportasi. Pembangunan kawasan permukiman baru tanpa konektivitas transportasi publik yang memadai hanya akan melahirkan kemacetan baru. Ia juga mendukung elektrifikasi armada transportasi publik sebagai bagian dari transisi energi.

Beberapa gagasan yang ia ajukan meliputi:

  • Penerapan transit-oriented development (TOD) secara konsisten di simpul-simpul transportasi massal
  • Reformasi kelembagaan otoritas transportasi perkotaan yang memiliki kewenangan jelas
  • Skema pendanaan kreatif seperti land value capture untuk membiayai infrastruktur transportasi
  • Peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor transportasi melalui pendidikan vokasi

Dari ruang kuliah di Unika Soegijapranata hingga forum nasional MTI, Djoko konsisten membawa misi yang sama: transportasi publik yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan untuk seluruh rakyat Indonesia.

[SOCIAL_TWEET]: Akademisi Unika & Dewan Penasehat MTI, Djoko Setijowarno, dorong reformasi total transportasi publik: subsidi tepat sasaran, aksesibilitas inklusif, dan integrasi tata ruang. Saatnya transportasi untuk manusia, bukan untuk mobil. #TransportasiPublik #MTI #KeselamatanJalan[SOCIAL_TG]: 🚍 Djoko Setijowarno (Unika/MTI) bicara blak-blakan: subsidi BBM mesti dialihkan buat angkutan umum, trotoar harus ramah difabel, dan transportasi kota wajib terintegrasi tata ruang. Baca pemikirannya di sini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User