Presiden Prabowo Mengaku Pengagum PM India Narendra Modi

Laporan Kontributor Apaberita.com, Jakarta Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengungkapkan rasa kagumnya terhadap Perdana Menteri India Narendra Mo

Jul 08, 2026 - 01:56
0 0
Presiden Prabowo Mengaku Pengagum PM India Narendra Modi

Laporan Kontributor Apaberita.com, Jakarta

Presiden Prabowo Subianto secara terbuka mengungkapkan rasa kagumnya terhadap Perdana Menteri India Narendra Modi saat menghadiri acara Indian Community Reception yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Minggu malam. Acara yang dihadiri ribuan warga India dan diaspora tersebut menjadi momen hangat yang menandai eratnya hubungan personal kedua pemimpin, sekaligus memperkuat fondasi kemitraan strategis antara Indonesia dan India.

Sumber-sumber di sekitar kepresidenan yang enggan disebutkan namanya menuturkan, pernyataan Prabowo muncul di tengah pidato penyambutannya yang disampaikan secara spontan. Dengan nada penuh semangat, Presiden ke-8 Republik Indonesia itu menyebut Modi sebagai “pemimpin visioner yang telah mengubah wajah India”.

“Saya mengikuti perjalanan kepemimpinan PM Modi sejak dulu. Saya pengagumnya. Beliau menunjukkan bagaimana demokrasi terbesar di dunia bisa bergerak cepat, membangun infrastruktur, memberdayakan teknologi digital, dan mengangkat martabat rakyatnya. Banyak hal bisa kita pelajari dari India di bawah kepemimpinan Modi,” ujar Prabowo, disambut tepuk tangan meriah hadirin yang memadati JICC.

Prabowo juga menekankan bahwa Indonesia dan India memiliki akar sejarah yang dalam, mulai dari jejak perdagangan rempah, pengaruh budaya Hindu-Buddha, hingga solidaritas dalam Gerakan Non-Blok. Menurutnya, masa depan kedua negara tidak hanya terletak pada kenangan masa lalu, tetapi pada sinergi konkret di bidang ekonomi digital, energi hijau, pertahanan, dan kecerdasan buatan. “India adalah mitra alami Indonesia. Di tengah ketidakpastian global, kita harus berdiri bersama sebagai dua raksasa demokrasi di Asia,” tambahnya.

Perdana Menteri Narendra Modi, yang mengenakan jaket khasnya, tampak tersenyum lebar mendengar pujian tersebut. Dalam pidato balasannya yang disampaikan dalam bahasa Hindi, Modi membalas rasa hormat itu dengan menyebut Indonesia sebagai “saudara tua” yang telah menjadi inspirasi bagi India di masa-masa awal kemerdekaan.

“Saya ingin berterima kasih kepada Presiden Prabowo atas keramahan dan persahabatan tulusnya. Indonesia selalu memiliki tempat istimewa di hati rakyat India. Melalui kerja sama yang lebih erat, kita bisa menciptakan kemakmuran bersama di kawasan Indo-Pasifik,” kata Modi, yang juga menyisipkan beberapa kalimat dalam bahasa Indonesia, termasuk “Merdeka!” yang langsung disambut sorak-sorai.

Acara resepsi itu sendiri dikemas dalam nuansa budaya yang kaya. Para tamu disuguhi tarian tradisional India seperti Bharatanatyam dan musik klasik Hindustani, berbaur dengan alunan gamelan Jawa yang dibawakan oleh kolaborasi seniman kedua negara. Menu yang disajikan pun merupakan fusi cita rasa India-Indonesia, mulai dari samosa dengan sambal matah hingga gulab jamun yang disiram saus gula aren. Sejumlah tokoh penting hadir, termasuk Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Perdagangan, Dubes India untuk Indonesia, serta para pengusaha besar India yang selama ini berinvestasi di Tanah Air, seperti dalam proyek infrastruktur dan teknologi.

Yang menarik, obrolan ringan antara Prabowo dan Modi di sela acara menyentuh isu-isu yang lebih personal. Prabowo diketahui menanyakan kabar keluarga Modi serta perkembangan program digitalisasi India yang fenomenal, termasuk sistem identitas biometrik Aadhaar dan Unified Payments Interface (UPI) yang telah menjangkau ratusan juta warga. Prabowo disebut-sebut tertarik untuk membawa pulang beberapa pelajaran dari keberhasilan India mengintegrasikan teknologi dalam pemerintahan, sejalan dengan agenda transformasi digital yang tengah ia canangkan di Indonesia.

Hubungan bilateral Indonesia-India sendiri tengah memasuki fase baru. Kunjungan Modi kali ini—yang merupakan bagian dari lawatan kenegaraan ke Asia Tenggara—diharapkan menghasilkan sejumlah kesepakatan penting, termasuk di sektor farmasi, manufaktur, dan pertahanan maritim. Nilai perdagangan kedua negara pada tahun fiskal terakhir mencatat angka di atas 38 miliar dolar AS, dan Prabowo dalam resepsi itu menyebut target peningkatan hingga 50 miliar dolar AS dalam lima tahun ke depan. “Angka itu bukan sekadar target. Itu komitmen kita bersama. Dengan semangat Modi, saya yakin kita bisa,” tegasnya.

Sejumlah pengamat politik luar negeri menilai pengakuan Prabowo sebagai pengagum Modi bukanlah sekadar basa-basi diplomatik, melainkan cerminan dari makin matangnya poros demokrasi di Asia yang berlandaskan pada nilai-nilai pluralisme, pembangunan inklusif, dan stabilitas kawasan. Kedua pemimpin ini, meski berasal dari latar belakang politik yang berbeda, memiliki kesamaan dalam hal pragmatisme ekonomi dan pendekatan populis yang dekat dengan rakyat kecil.

Malam itu, saat acara berakhir menjelang tengah malam, para tamu keluar dari JICC dengan membawa oleh-oleh khas kedua negara: kain batik untuk delegasi India dan selendang sutra Varanasi untuk delegasi Indonesia. Namun lebih dari itu, yang tertinggal adalah pesan bahwa Jakarta dan New Delhi kini tidak hanya terhubung oleh sejarah, tapi juga oleh rasa saling percaya yang personal di level tertinggi—suatu modal berharga yang tak ternilai dalam diplomasi abad ke-21.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User