Presiden Prabowo Lantik Sepuluh Anggota Komisi Reformasi Polri

Sepuluh anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri resmi dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam sebuah upacara kenegaraan yang berlangsung khidmat di Istana Merdeka, Jakarta. Pengambilan sump...

Jul 12, 2026 - 09:06
0 0
Presiden Prabowo Lantik Sepuluh Anggota Komisi Reformasi Polri

Sepuluh anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri resmi dilantik oleh Presiden RI Prabowo Subianto dalam sebuah upacara kenegaraan yang berlangsung khidmat di Istana Merdeka, Jakarta. Pengambilan sumpah jabatan dan penandatanganan berita acara dilakukan langsung di hadapan kepala negara, disaksikan oleh sejumlah pejabat tinggi negara, pimpinan lembaga, serta tokoh masyarakat. Pelantikan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pemerintah membangun institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia yang semakin profesional, modern, dan mendapat kepercayaan publik.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, presiden membacakan sumpah jabatan yang diikuti oleh seluruh anggota komisi secara serentak. Mereka mengucapkan janji untuk setia kepada Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas. Prosesi berlangsung dalam suasana penuh kehikmatan, sekaligus menandai dimulainya kerja kolektif komisi yang diharapkan mampu menghasilkan rekomendasi strategis bagi penataan kelembagaan Polri.

Upacara Pelantikan di Istana Merdeka

Upacara dimulai pada pagi hari dengan pengibaran bendera Merah Putih dan mengumandangkan lagu kebangsaan Indonesia Raya. Presiden Prabowo tampak mengenakan setelan jas gelap, sementara para anggota komisi yang dilantik mengenakan pakaian sipil lengkap dengan peci nasional. Hadir dalam kesempatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Menteri Sekretaris Negara, Panglima TNI, Kapolri, serta Jaksa Agung. Kehadiran para pejabat lintas sektor ini menggambarkan kuatnya dukungan lembaga negara terhadap percepatan reformasi di tubuh Polri.

Setelah pengambilan sumpah, Presiden Prabowo menyampaikan arahan secara singkat di hadapan para anggota komisi. Presiden menekankan bahwa kehadiran komisi bukanlah bentuk intervensi terhadap institusi Polri, melainkan bagian dari tanggung jawab negara untuk memastikan Polri mampu menjawab tantangan zaman. Presiden menginstruksikan agar komisi bekerja secara mandiri, proporsional, dan menghasilkan rekomendasi yang terukur.

Susunan dan Tugas Komisi

Komisi Percepatan Reformasi Polri dibentuk berdasarkan keputusan presiden yang ditetapkan beberapa waktu lalu. Komisi ini dipimpin oleh Jimly Asshiddiqie, pakar hukum tata negara dan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, yang namanya telah dikenal luas dalam kancah kenegaraan. Penunjukan Jimly sebagai Ketua Komisi diyakini publik akan membawa bobot intelektual dan ketajaman analisis konstitusional dalam proses reformasi yang sedang berjalan. Kesepuluh anggota yang dilantik terdiri dari tokoh masyarakat, akademisi, pakar hukum, dan mantan perwira tinggi Polri yang memiliki rekam jejak bersih.

Mandat utama komisi mencakup evaluasi menyeluruh terhadap aspek struktural, kultural, dan sistem pengawasan di lingkungan Polri. Dalam waktu dekat, komisi akan segera menggelar rapat pleno perdana untuk menyusun agenda prioritas, menetapkan metode kerja, serta membentuk kelompok-kelompok kerja tematik yang akan membidangi isu-isu spesifik seperti penanganan pelanggaran etik, reformasi sistem rekrutmen, hingga penguatan peran pengawas internal. Seluruh proses ini ditargetkan selesai dalam jangka waktu yang telah ditetapkan, dan hasilnya akan diserahkan langsung kepada Presiden sebagai bahan pertimbangan penyusunan kebijakan nasional.

Pernyataan Resmi Presiden dan Ketua Komisi

Dalam keterangan pers seusai acara, Presiden Prabowo menegaskan bahwa reformasi Polri merupakan prioritas utama pemerintahannya. “Saya minta komisi bekerja cepat, transparan, dan tidak ragu menyampaikan apa pun temuannya. Ini untuk kebaikan bangsa dan negara,” ujar Presiden. Presiden juga menekankan pentingnya kolaborasi antara komisi, Polri, dan kementerian terkait agar setiap rekomendasi memiliki nilai implementatif yang tinggi dan tidak menjadi dokumen yang mengendap di laci birokrasi.

Ketua Komisi Jimly Asshiddiqie, yang ditemui secara terpisah, menyatakan kesiapan komisi untuk menjalankan amanah yang diberikan. “Kami akan memulai dengan mendengarkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk anggota Polri, organisasi masyarakat sipil, dan masyarakat luas. Reformasi tidak bisa berjalan sepotong-sepotong, harus menyeluruh dan partisipatif,” jelas Jimly. Ia menambahkan bahwa komisinya akan mengedepankan pendekatan ilmiah dan berbasis data, serta akan menjaga komunikasi intensif dengan pimpinan Polri.

Harapan Publik terhadap Reformasi Polri

Pelantikan ini mendapat sorotan luas dari berbagai kalangan. Sejumlah aktivis dan akademisi menilai pembentukan komisi merupakan langkah tepat, namun menekankan pentingnya jaminan independensi dan keberanian komisi dalam menyentuh masalah mendasar seperti budaya impunitas, konflik kepentingan dalam bisnis keamanan, serta transparansi anggaran. Masyarakat sipil berharap agar proses reformasi tidak terjebak pada seremoni belaka, melainkan menghasilkan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh warga dalam pelayanan kepolisian sehari-hari.

Di sisi internal, Kapolri menyambut baik kehadiran komisi dan menyatakan kesiapan institusinya untuk berkolaborasi secara konstruktif. Hal ini disampaikan dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan Divisi Humas Polri, yang menegaskan bahwa Polri membuka pintu selebar-lebarnya bagi masukan dan pengawasan eksternal. Dukungan politik yang kuat dari eksekutif dan legislatif diharapkan dapat mendorong percepatan implementasi rekomendasi yang akan dirumuskan oleh komisi. Dengan dilantiknya sepuluh anggota Komisi Percepatan Reformasi Polri, publik kini menanti langkah konkret berikutnya. Mata publik akan terus mengawasi jalannya reformasi yang digadang-gadang menjadi momentum emas dalam sejarah perjalanan institusi Bhayangkara.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User