Presiden Prabowo Ajak Koperasi Menjadi Motor Ekonomi Berbasis Kerakyatan

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79, yang digelar di Jakarta...

Jul 13, 2026 - 05:07
0 1
Presiden Prabowo Ajak Koperasi Menjadi Motor Ekonomi Berbasis Kerakyatan

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menjadikan koperasi sebagai pilar utama ekonomi nasional dalam Puncak Peringatan Hari Koperasi ke-79, yang digelar di Jakarta Convention Center, Minggu (12/7/2026). Dalam pidatonya, Presiden menyatakan bahwa koperasi harus bertransformasi menjadi motor pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berdaya saing tinggi di tengah tantangan global.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju, pimpinan lembaga negara, serta ribuan perwakilan koperasi dari seluruh Indonesia. Tampak hadir Menteri Koperasi dan UKM, Siti Nurbaya, Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, serta Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono. Presiden tiba sekitar pukul 09.45 WIB dan disambut langsung oleh pimpinan Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin).

Koperasi Harus Jadi Solusi Inklusif

Dalam arahannya, Presiden Prabowo mengajak seluruh gerakan koperasi untuk meninggalkan pola lama yang bersifat seremonial dan bergerak cepat mengadopsi teknologi digital. “Koperasi tidak boleh hanya menjadi wadah simpan-pinjam konvensional. Koperasi harus hadir sebagai solusi nyata atas kebutuhan rakyat, mulai dari pangan, perumahan, energi, hingga layanan kesehatan,” tegas Presiden di hadapan peserta.

Presiden juga menyoroti potensi besar koperasi di sektor pertanian dan perikanan yang dapat memperkuat kemandirian pangan nasional. Ia meminta agar pembiayaan murah dari perbankan pelat merah lebih banyak disalurkan untuk koperasi produktif, bukan hanya untuk kredit konsumtif. “Saya sudah perintahkan Menteri Keuangan dan Himbara untuk menyediakan skema subsidi bunga khusus bagi koperasi yang bergerak di sektor riil. Tidak boleh ada lagi koperasi yang kesulitan modal hanya karena prosedur yang berbelit,” ujarnya diiringi tepuk tangan hadirin.

Data dan Target Ambisius

Mengutip data Kementerian Koperasi dan UKM yang dirilis pada triwulan I 2026, jumlah koperasi aktif di Indonesia mencapai 127.843 unit dengan total aset lebih dari Rp187 triliun dan volume usaha menembus angka Rp215 triliun. Anggota koperasi yang tercatat sebanyak 27,4 juta orang, namun kontribusinya terhadap produk domestik bruto (PDB) masih di kisaran 4,2 persen. Pemerintah menargetkan kontribusi tersebut naik menjadi 8 persen pada tahun 2034 melalui serangkaian kebijakan afirmatif dan digitalisasi.

Presiden Prabowo secara khusus menyoroti perlunya konsolidasi koperasi primer menjadi koperasi sekunder dan tersier yang lebih kuat secara permodalan dan manajemen. “Kita tidak bisa lagi memiliki puluhan koperasi kecil di satu desa yang justru saling bersaing. Gabungkan, kuatkan, dan arahkan untuk mengelola komoditas unggulan daerah masing-masing. Pemerintah akan memfasilitasi proses ini melalui Badan Pengembangan Koperasi Nasional yang baru kita bentuk,” jelasnya.

Apresiasi Koperasi Berprestasi dan Arahan Teknis

Pada puncak peringatan tersebut, Presiden menyerahkan penghargaan Koperasi Berprestasi Nasional kepada tiga koperasi unggulan, yaitu Koperasi Produsen Tani Maju dari Jawa Barat, Koperasi Nelayan Samudera Mandiri dari Sulawesi Utara, dan Koperasi Simpan Pinjam Wanita Setara dari Bali. Masing-masing dinilai berhasil menerapkan tata kelola transparan, inovasi pemasaran digital, serta memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan anggotanya.

Menteri Koperasi dan UKM Siti Nurbaya dalam laporannya menyatakan bahwa kementeriannya telah menyiapkan cetak biru transformasi koperasi 2026-2031 yang mencakup tiga pilar utama: penguatan kelembagaan, akselerasi teknologi, dan kemitraan strategis. “Kami akan memastikan setiap koperasi memiliki Nomor Induk Koperasi dan terintegrasi dalam ekosistem digital nasional sehingga pembinaan, pengawasan, dan distribusi bantuan pemerintah tepat sasaran,” ujar Siti Nurbaya.

Menutup acara, Presiden kembali menekankan bahwa koperasi bukan sekadar badan usaha, melainkan jelmaan asas kekeluargaan yang sejalan dengan semangat Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945. “Gotong royong adalah watak bangsa ini. Koperasi adalah institusi gotong royong modern. Mari kita jadikan Hari Koperasi ke-79 ini sebagai momentum kebangkitan ekonomi rakyat yang sesungguhnya,” pungkas Presiden Prabowo disambut tepuk tangan panjang dari seluruh hadirin.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User