Aug 24, 2026
Politik

Pramono Anung: Polusi Jakarta Menetap Selama Batu Bara Masih Dipakai

Jakarta, 24 Agustus 2026 — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pencemaran udara di wilayah Ibu Kota akan tetap terjadi selama aktivitas pembakaran dan pemanfaatan batu bara sebagai b...

Pramono Anung: Polusi Jakarta Menetap Selama Batu Bara Masih Dipakai

Jakarta, 24 Agustus 2026 — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pencemaran udara di wilayah Ibu Kota akan tetap terjadi selama aktivitas pembakaran dan pemanfaatan batu bara sebagai bahan bakar industri belum dikurangi secara signifikan. Pernyataan tersebut disampaikan Pramono kepada awak media seusai menghadiri peresmian operasional Rumah Sakit Toto Tentrem di Menteng Dalam, Tebet, Jakarta Selatan, pada Senin (24/8).

Dalam keterangannya, Pramono menilai persoalan polusi udara tidak dapat diselesaikan hanya melalui satu kebijakan. Ia menyebut peralihan ke kendaraan listrik di Jakarta telah menunjukkan perkembangan yang menggembirakan, tetapi upaya tersebut belum mampu menekan emisi secara menyeluruh apabila sektor pembakaran dan industri berbasis batu bara tidak ikut dibenahi.

Imbauan kepada Masyarakat dan Pelaku Industri

Gubernur Pramono Anung secara tegas meminta masyarakat untuk mengurangi aktivitas pembakaran. Imbauan serupa juga ditujukan kepada pelaku industri yang hingga kini masih mengandalkan batu bara sebagai sumber energi utama dalam proses produksinya.

“Saya mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang masih melakukan pembakaran, serta industri yang tetap menggunakan batu bara sebagai bahan bakar, untuk menurunkan aktivitasnya. Apabila tidak dikurangi, tekanan pencemaran terhadap Jakarta akan semakin berat,” tegas Pramono.

Menurut Pramono, kontribusi aktivitas pembakaran dan penggunaan batu bara terhadap kualitas udara Jakarta sangat menentukan. Ia menekankan bahwa tanpa komitmen bersama untuk menurunkan sumber emisi tersebut, berbagai program pengendalian pencemaran yang telah dijalankan pemerintah daerah akan sulit memberikan hasil yang maksimal.

Elektrifikasi Kendaraan Dinilai Belum Memadai

Pramono mengapresiasi perkembangan penggunaan kendaraan listrik di Jakarta, baik untuk angkutan umum berupa bus maupun kendaraan pribadi. Ia bahkan menyebut pemerintah pusat telah mencanangkan program konversi sepeda motor berbahan bakar minyak menjadi kendaraan listrik sebagai bagian dari gerakan yang lebih luas.

“Di Jakarta, penggunaan mobil listrik untuk bus maupun kendaraan pribadi sebenarnya sudah cukup masif. Bahkan Bapak Presiden telah mencanangkan program motor listrik,” ujar Pramono.

Meski demikian, Pramono menilai gerakan elektrifikasi tersebut belum cukup untuk mengatasi persoalan polusi udara apabila sumber emisi lain tetap dibiarkan. Ia menegaskan bahwa akar persoalan pencemaran di Ibu Kota tidak hanya berasal dari sektor transportasi, melainkan juga dari aktivitas pembakaran dan industri yang masih bergantung pada batu bara.

Tantangan Pengendalian Pencemaran Ibu Kota

Pramono menegaskan bahwa selama aktivitas pembakaran dan penggunaan bahan bakar batu bara masih berlangsung, persoalan polusi udara di Jakarta akan terus berulang. Ia memandang pengurangan kedua sumber emisi tersebut sebagai prasyarat utama dalam upaya memperbaiki kualitas udara Ibu Kota.

“Namun, selama pembakaran dan pemakaian bahan bakar batu bara masih berlangsung, persoalan ini akan tetap muncul,” ucap Pram.

Pernyataan Pramono tersebut disampaikan di tengah sorotan publik terhadap kondisi kualitas udara Jakarta yang kerap memburuk, khususnya pada periode musim kemarau. Kabut polusi udara sempat menyelimuti sejumlah kawasan Ibu Kota dan menjadi perhatian warga maupun pemangku kebijakan.

Sinergi Lintas Sektor untuk Udara Bersih

Gubernur menekankan bahwa penanganan pencemaran udara memerlukan sinergi lintas sektor. Pemerintah daerah, pelaku industri, dan masyarakat diharapkan mengambil peran masing-masing dalam menekan emisi, mulai dari pengurangan aktivitas pembakaran hingga peralihan dari energi fosil berbasis batu bara menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Ia juga menegaskan bahwa kebijakan elektrifikasi kendaraan yang telah berjalan perlu diikuti dengan langkah pengendalian pada sektor industri. Tanpa penanganan menyeluruh terhadap seluruh sumber emisi, upaya menghadirkan udara bersih bagi warga Jakarta akan sulit tercapai secara berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User