Prabowo Tetapkan Marsinah Sebagai Pahlawan Nasional

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, aktivis buruh yang menjadi korban pembunuhan pada 1993, dalam upacara kenegaraan peringatan ...

Jul 12, 2026 - 02:33
0 1
Prabowo Tetapkan Marsinah Sebagai Pahlawan Nasional

Jakarta — Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, aktivis buruh yang menjadi korban pembunuhan pada 1993, dalam upacara kenegaraan peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11). Keputusan tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden yang dibacakan langsung oleh Menteri Sosial di hadapan keluarga almarhumah dan tamu undangan.

Penganugerahan itu menandai babak baru dalam pengakuan negara terhadap perjuangan Marsinah, buruh pabrik arloji PT Catur Putra Surya, Sidoarjo, Jawa Timur, yang meregang nyawa setelah memperjuangkan hak-hak normatif rekan-rekannya. Presiden Prabowo menyematkan penghargaan kepada ahli waris Marsinah dalam prosesi khidmat yang turut dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga tinggi negara, serta perwakilan organisasi serikat pekerja.

Cerita Perjuangan yang Berujung Duka

Marsinah dikenal sebagai buruh pabrik yang memimpin aksi mogok kerja pada awal Mei 1993. Aksi itu menuntut kenaikan upah dan perbaikan kesejahteraan bagi sekitar 500 pekerja PT Catur Putra Surya. Mogok berlangsung selama tiga hari dan berakhir setelah pihak manajemen menyetujui sejumlah tuntutan. Namun, pada 5 Mei 1993, Marsinah dilaporkan hilang setelah menerima panggilan dari seseorang yang mengaku utusan perusahaan.

Tiga hari berselang, tepatnya 8 Mei 1993, jasad Marsinah ditemukan di kawasan hutan jati di Desa Jegong, Kecamatan Wilangan, Nganjuk, dengan kondisi mengenaskan. Hasil autopsi menunjukkan adanya tanda-tanda penyiksaan berat sebelum kematian. Kasus ini mengguncang Indonesia dan menarik perhatian dunia internasional. Organisasi buruh global seperti International Labour Organization (ILO) dan sejumlah lembaga hak asasi manusia mengecam keras peristiwa tersebut dan mendesak pemerintah Indonesia mengusut tuntas pelaku.

Proses Panjang Menuju Gelar Pahlawan

Pengusulan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Berbagai elemen masyarakat sipil, serikat pekerja, dan lembaga swadaya masyarakat secara konsisten mendorong pemerintah untuk memberikan pengakuan atas pengorbanan Marsinah. Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan melalui rapat pleno pada September lalu merekomendasikan nama Marsinah bersama beberapa tokoh lain untuk ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Menteri Sosial menyatakan bahwa penetapan tersebut mempertimbangkan jasa luar biasa Marsinah dalam menegakkan hak-hak dasar warga negara, khususnya di sektor ketenagakerjaan. "Marsinah adalah simbol keberanian dan keteguhan hati. Ia tidak berjuang untuk dirinya sendiri, melainkan untuk seluruh rekan buruh yang termarjinalkan," ujar Mensos seusai upacara. Dewan Gelar juga menegaskan bahwa seluruh persyaratan administratif dan substantif telah dipenuhi sesuai ketentuan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan.

Respons Publik dan Harapan Baru

Penganugerahan gelar ini disambut haru oleh keluarga Marsinah yang hadir langsung di Istana Negara. Keponakan almarhumah, yang mewakili keluarga, menyampaikan rasa syukur atas pengakuan negara terhadap perjuangan sang bibi. "Keluarga besar mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo dan seluruh pihak yang telah memperjuangkan nama baik Marsinah. Ini adalah kehormatan yang sudah lama dinantikan," tuturnya dengan suara bergetar.

Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI) turut mengapresiasi langkah pemerintah. Ketua Umum KSPI menilai penetapan ini sebagai momentum untuk memperkuat perlindungan terhadap buruh di tanah air. "Marsinah adalah martir gerakan buruh Indonesia. Gelar Pahlawan Nasional ini harus menjadi pengingat bahwa negara tidak boleh abai terhadap hak-hak pekerja," tegasnya.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia mengatakan bahwa keputusan Presiden Prabowo menganugerahkan gelar kepada Marsinah merupakan sinyal penting dalam kebijakan perburuhan nasional. Langkah ini, menurutnya, dapat dimaknai sebagai komitmen negara untuk melindungi kelas pekerja dan menegakkan supremasi hukum di sektor ketenagakerjaan. Sejumlah anggota DPR dari Komisi IX yang membidangi ketenagakerjaan juga menyambut positif dan mendorong agar momentum Hari Pahlawan ini diikuti dengan pengesahan regulasi yang lebih berpihak pada buruh.

Upacara penganugerahan gelar Pahlawan Nasional tahun ini digelar bersamaan dengan peringatan Hari Pahlawan di halaman Istana Negara. Presiden Prabowo dalam amanatnya menekankan pentingnya meneladani nilai-nilai kepahlawanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Upacara diakhiri dengan mengheningkan cipta dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Kalibata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User