Prabowo Tetapkan 10 Pahlawan Nasional Baru di Hari Pahlawan 2025
Presiden Prabowo Subianto secara resmi menetapkan 10 tokoh sebagai pahlawan nasional baru dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/11/2025). Penetapan ini tertuang ...
Presiden Prabowo Subianto secara resmi menetapkan 10 tokoh sebagai pahlawan nasional baru dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (10/11/2025). Penetapan ini tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 17/TK/Tahun 2025 yang ditandatangani Presiden seusai rangkaian acara renungan suci. Kesepuluh nama tersebut dinilai telah memberikan sumbangsih luar biasa bagi bangsa dan negara di berbagai bidang, mulai dari perjuangan kemerdekaan, pendidikan, kesehatan, seni budaya, hingga penegakan hukum.
Proses pengusulan dan penilaian dilakukan oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (DGTK) sejak Januari 2025. Sekretaris Militer Presiden, Laksamana Muda TNI Haviz Kholid, dalam keterangan pers menyampaikan bahwa dari puluhan nama yang diusulkan masyarakat dan pemerintah daerah, DGTK menggelar beberapa kali sidang pleno sebelum menetapkan 10 nama final pada 20 Oktober 2025. “Setiap nama telah melewati verifikasi fakta sejarah yang ketat agar gelar pahlawan nasional benar-benar diberikan kepada yang berhak,” ujarnya.
Sepuluh Tokoh yang Dianugerahi Gelar
1. Prof. Dr. H. Ahmad Syafi'i Maarif (1935–2022)
Mantan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah dua periode ini dikenal sebagai ulama dan cendekiawan Islam pembela toleransi. Ia secara konsisten menyuarakan pentingnya Islam moderat dan kebangsaan. Kiprahnya dalam membangun dialog antaragama serta menolak paham radikal menjadikannya teladan bagi generasi muda. “Buya Syafii adalah guru bangsa,” kata Presiden Prabowo dalam sambutannya.
2. Chairil Anwar (1922–1949)
Penyair pelopor Angkatan ’45 ini menghasilkan puisi-puisi yang membakar semangat perjuangan kemerdekaan. Karyanya seperti “Aku” dan “Krawang-Bekasi” menjadi tonggak sastra Indonesia modern. Dengan gaya eksistensial dan pemberontakannya terhadap penjajahan, Chairil menginspirasi banyak pemuda untuk berjuang merebut kedaulatan.
3. Ismail Marzuki (1914–1958)
Komponis besar yang lahir di Jakarta ini menciptakan lagu-lagu perjuangan yang menyatukan rakyat Indonesia. Karya-karya seperti “Halo-Halo Bandung”, “Rayuan Pulau Kelapa”, dan “Gugur Bunga” terus dikenang dan dinyanyikan dari generasi ke generasi. Dedikasinya terhadap musik nasional menempatkannya sebagai pahlawan di bidang seni dan kebudayaan.
4. Prof. Dr. G.A. Siwabessy (1914–1982)
Menteri Kesehatan yang menjabat pada masa awal kemerdekaan ini merintis pembangunan sistem kesehatan nasional. Ia juga mengawali pemanfaatan teknologi nuklir untuk kesehatan yang kemudian melahirkan Badan Tenaga Atom Nasional. Berkat jasanya, Indonesia memiliki fondasi kuat di bidang kesehatan masyarakat dan riset medis.
5. Izaak Huru Doko (1913–1985)
Tokoh pendidikan asal Nusa Tenggara Timur ini mendedikasikan hidupnya untuk mencerdaskan masyarakat di pelosok timur Indonesia. Ia mendirikan sekolah-sekolah rakyat pada masa kolonial dan terus memperjuangkan peningkatan kualitas guru setelah kemerdekaan. Semangatnya membawa perubahan besar bagi akses pendidikan di wilayah perbatasan.
6. Raden Siti Hajinah Mawardi (1903–1978)
Pejuang hak-hak perempuan yang lahir di lingkungan bangsawan ini mendirikan lembaga pendidikan khusus perempuan dan menyuarakan emansipasi di Majelis Konstituante. Ia aktif dalam organisasi Aisyiyah dan menjadi panutan bagi kaum perempuan untuk terlibat dalam kehidupan berbangsa. Perjuangannya membuka jalan bagi perempuan untuk meraih hak setara.
7. Buyung Saleh (1915–1981)
Jaksa Agung era 1966–1973 ini dikenal sebagai pengawal supremasi hukum yang tanpa kompromi. Ia menangani kasus-kasus korupsi besar dan memperkuat institusi kejaksaan. Integritas dan ketegasannya menjadi warisan bagi penegakan hukum di Indonesia. “Buyung Saleh adalah contoh jaksa ideal,” bunyi catatan DGTK.
8. Letnan Jenderal TNI (Purn.) Soedjono Hoemardani (1916–1980)
Perwira tinggi TNI AD yang pernah menjabat Asisten Pribadi Presiden Soeharto ini berperan besar dalam modernisasi alat utama sistem persenjataan dan diplomasi pertahanan. Ia juga merintis kerja sama pertahanan dengan negara-negara sahabat. Kepiawaiannya dalam strategi militer memberikan kontribusi terhadap stabilitas keamanan nasional.
9. Dr. Ayu Bulantrisna Djelantik (1948–2021)
Maestro tari Bali dan dokter spesialis THT yang mengharumkan seni Indonesia di kancah internasional. Ia mendirikan sanggar tari dan melakukan misi budaya ke berbagai negara untuk memperkenalkan tari Bali. Kolaborasinya dengan seniman mancanegara turut memperkaya khazanah budaya dunia. “Beliau adalah duta budaya yang membawa nama Indonesia berkibar,” ujar Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dalam keterangannya.
10. Syarief Abubakar Alkadrie (1898–1956)
Tokoh dari Kalimantan Barat yang memimpin perlawanan rakyat terhadap penjajahan Belanda di daerah perbatasan. Ia juga dikenal sebagai ulama yang mempersatukan suku dan agama untuk berjuang melawan kolonialisme. Jasa-jasanya dalam mempertahankan wilayah dan menyebarkan Islam menjadikannya panutan bagi masyarakat Kalimantan.
Upacara Kenegaraan dan Pesan Presiden
Upacara penganugerahan di Istana Merdeka dihadiri oleh Wakil Pres
Comments (0)