Prabowo Optimistis Indonesia Bangkit, Serukan Persatuan Nasional

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia akan bangkit dari berbagai tantangan, dengan menekankan persatuan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Pernyataan ini disampaikan di...

Jul 12, 2026 - 22:32
0 0
Prabowo Optimistis Indonesia Bangkit, Serukan Persatuan Nasional

PRESIDEN Prabowo Subianto menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia akan bangkit dari berbagai tantangan, dengan menekankan persatuan sebagai fondasi utama kemajuan bangsa. Pernyataan ini disampaikan di hadapan peserta Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah dan Pemerintah Daerah di Istana Negara, Jakarta, Sabtu (12/7/2026).

Dalam pidatonya, Prabowo mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terjebak dalam pesimisme. Ia menilai bahwa potensi besar yang dimiliki Indonesia hanya bisa diwujudkan melalui kerja sama dan soliditas nasional. “Kunci utama kebangkitan Indonesia terletak pada persatuan dan kekompakan seluruh komponen bangsa. Tidak ada kekuatan yang mampu menghentikan bangsa yang bersatu,” ujar Presiden dengan penuh keyakinan.

Persatuan sebagai Pilar Strategis

Presiden Prabowo menjelaskan bahwa persatuan bukan sekadar slogan politik, melainkan prasyarat mutlak bagi transformasi ekonomi dan sosial yang sedang dijalankan. Ia merujuk pada berbagai program strategis nasional, seperti hilirisasi sumber daya alam, pembangunan infrastruktur konektivitas, dan penguatan ketahanan pangan, yang semuanya menuntut kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat sipil.

“Kita memiliki kekayaan alam yang melimpah, sumber daya manusia yang besar, dan posisi geostrategis yang sangat menguntungkan. Namun semua itu tidak akan berarti jika kita terpecah belah. Saya mengajak seluruh komponen bangsa untuk meninggalkan perbedaan-perbedaan sempit dan fokus pada tujuan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, Kepala Negara menekankan bahwa semangat gotong royong yang merupakan warisan leluhur harus terus dihidupkan. “Gotong royong adalah DNA bangsa kita. Dengan gotong royong, kita bisa mengatasi berbagai masalah, termasuk kemiskinan, ketimpangan, dan keterbatasan infrastruktur,” tambah Prabowo.

Pesan untuk Pihak yang Merasa Suram

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyampaikan pesan khusus kepada kalangan yang menilai kondisi Indonesia sedang suram. Ia memahami kekhawatiran sebagian masyarakat, namun meminta agar perspektif yang digunakan tidak hanya bersandar pada indikator jangka pendek.

“Saya tahu ada yang merasa pesimis, ada yang mengatakan Indonesia sedang tidak baik-baik saja. Saya menghormati pendapat itu, tetapi saya ingin mengajak kita semua melihat lebih jauh ke depan. Indonesia sedang dalam proses transformasi besar yang membutuhkan waktu,” ujarnya.

Presiden mengajak masyarakat untuk melihat berbagai capaian yang telah diraih, seperti pertumbuhan ekonomi yang konsisten di atas lima persen, penurunan tingkat kemiskinan ekstrem, dan peningkatan peringkat kemudahan berusaha. “Data-data itu menunjukkan bahwa kita sedang bergerak ke arah yang benar. Tentu masih banyak pekerjaan rumah, tetapi saya optimistis kita bisa menyelesaikannya,” imbuhnya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa sejarah bangsa ini penuh dengan episode kebangkitan setelah krisis. “Dari masa penjajahan, revolusi kemerdekaan, krisis ekonomi 1998, hingga pandemi Covid-19, Indonesia selalu mampu bangkit. Ini bukti ketangguhan kita. Saya yakin, dengan semangat yang sama, kita akan melewati setiap tantangan dan mencapai Indonesia Emas 2045,” tegasnya.

Dukungan Kebijakan dan Arah Pemerintahan

Keyakinan Presiden tersebut bukan tanpa dasar. Pemerintahan di bawah kepemimpinannya telah merumuskan sejumlah kebijakan strategis yang diyakini akan mempercepat kebangkitan nasional. Salah satunya adalah pengesahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029 yang memuat target ambisius di berbagai sektor.

Menurut data yang dipaparkan dalam rapat tersebut, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi rata-rata 6 persen per tahun, penciptaan 15 juta lapangan kerja baru, dan penurunan emisi karbon sebesar 30 persen pada akhir 2029. “Angka-angka ini bukan sekadar target administratif, melainkan komitmen politik yang akan kita wujudkan bersama,” ujar Prabowo.

Senada dengan itu, sejumlah menteri yang hadir dalam rapat menyatakan dukungan penuh terhadap arahan Presiden. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, dalam keterangan terpisah, menyebut bahwa sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci sukses implementasi program. “Bapak Presiden sangat menekankan pentingnya kerja sama. Semua kementerian dan lembaga sudah diinstruksikan untuk memperkuat koordinasi,” ujarnya.

Pernyataan Presiden juga mendapat respons positif dari para pemimpin daerah yang hadir. Gubernur Jawa Tengah, misalnya, menyatakan bahwa arahan tersebut sejalan dengan upaya daerah dalam membangun keselarasan program. “Kami di daerah siap mendukung penuh visi besar Presiden. Persatuan yang beliau gaungkan menjadi energi bagi kami untuk bekerja lebih keras,” katanya.

Di akhir pidatonya, Prabowo kembali menyerukan optimisme dan kerja keras. “Mari kita buktikan kepada dunia bahwa Indonesia bukan bangsa yang mudah menyerah. Saya percaya, dengan persatuan dan kerja keras, kebangkitan Indonesia adalah sebuah keniscayaan,” pungkasnya.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User