Prabowo Kenang Koperasi Setia Mendampingi di Tengah Kekalahan Pilpres
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengenang masa-masa sulit dalam kontestasi pemilihan presiden ketika gerakan koperasi tetap teguh memberikan dukungan. Dalam pidato di hadapan ribuan pelaku koper...
Jakarta – Presiden Prabowo Subianto mengenang masa-masa sulit dalam kontestasi pemilihan presiden ketika gerakan koperasi tetap teguh memberikan dukungan. Dalam pidato di hadapan ribuan pelaku koperasi, Kepala Negara menegaskan bahwa solidaritas sektor koperasi menjadi penyemangat utama untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat kecil.
“Dalam setiap langkah perjuangan, termasuk saat saya harus menghadapi kekalahan demi kekalahan dalam pilpres, gerakan koperasi tidak pernah berpaling. Kalian selalu bersama saya, dan itu yang tidak akan saya lupakan,” ujar Presiden dalam acara Silaturahmi Nasional Gerakan Koperasi Indonesia di Jakarta Convention Center, Sabtu (12/7/2026).
Menurut Presiden, koperasi bukan sekadar entitas ekonomi, melainkan representasi gotong royong yang sejalan dengan cita-cita konstitusi. Ia menyebut bahwa sejak awal keterlibatannya di politik, koperasi menjadi salah satu pilar yang diyakininya mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat lapisan bawah. Pernyataan itu disampaikan di hadapan Menteri Koperasi dan UKM, jajaran pengurus Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin), serta perwakilan koperasi dari 38 provinsi.
Koperasi di Garis Depan Ekonomi Rakyat
Prabowo mengungkapkan, dalam dua periode kekalahannya di Pilpres 2014 dan 2019, dukungan dari simpul-simpul koperasi di tingkat desa dan kelurahan terus mengalir. Bahkan, ketika banyak elite politik meragukan elektabilitasnya, ribuan koperasi serba usaha dan koperasi simpan pinjam secara terbuka menyatakan sikap politik untuk tetap mendukung.
“Mungkin banyak yang tidak tahu, saat itu koperasi-koperasi kecil di daerah datang langsung menemui saya. Mereka tidak minta proyek, tidak minta uang. Mereka hanya bilang, ‘Pak Prabowo, kami percaya Bapak bisa mengangkat derajat orang kecil.’ Itu yang membuat saya menangis,” kata Presiden dengan suara bergetar.
Data Kementerian Koperasi dan UKM mencatat, per Juli 2026 tercatat 127.846 koperasi aktif dengan total anggota mencapai 28,7 juta orang. Dari jumlah tersebut, 64 persen bergerak di sektor pertanian, perikanan, dan perdagangan mikro. Presiden menekankan, potensi ini harus dioptimalkan melalui kebijakan afirmatif berupa kredit usaha rakyat dengan bunga rendah serta perluasan akses pasar digital.
Arahan Strategis untuk Lima Tahun ke Depan
Dalam kesempatan tersebut, Presiden langsung memberikan sejumlah instruksi kepada Menteri Koperasi dan UKM yang hadir. Pertama, percepatan digitalisasi seluruh koperasi primer di Indonesia dengan target 80 persen koperasi telah tergabung dalam ekosistem digital nasional pada akhir 2027. Kedua, memberikan insentif perpajakan khusus bagi koperasi yang melakukan ekspor produk unggulan daerah. Ketiga, memastikan dana bergulir dari Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan UKM sepenuhnya tersalurkan tanpa hambatan birokrasi.
“Saya perintahkan juga agar koperasi-koperasi pertanian menjadi tumpuan utama program ketahanan pangan nasional. Tidak boleh lagi ada petani yang menjual gabahnya ke tengkulak dengan harga murah karena tidak punya akses ke koperasi. Itu tugas kalian, tugas kita bersama,” tegas Prabowo.
Menindaklanjuti arahan tersebut, Menteri Koperasi dan UKM Budi Arie Setiadi menyatakan akan segera membentuk satuan tugas percepatan digitalisasi koperasi di setiap provinsi. “Kami sudah menyiapkan platform Koperasi Digital Indonesia yang akan meluncur pada Agustus nanti. Dengan platform itu, satu koperasi bisa langsung terkoneksi dengan pasar, pembiayaan, dan pelatihan secara online,” ujarnya.
Testimoni Gerakan Koperasi: Kami Selalu di Sini
Ketua Umum Dekopin, Nurdin Halid, yang turut hadir dalam acara, mengamini pernyataan Presiden. Ia mengungkap bahwa gerakan koperasi secara kelembagaan memang tidak bisa dilepaskan dari perjalanan politik Prabowo. “Sejak 2014, kami sudah menyuarakan bahwa koperasi adalah bagian dari perjuangan ekonomi kerakyatan yang diusung Pak Prabowo. Jadi tidak mengherankan jika beliau selalu mengingat itu,” ucap Nurdin.
Nurdin menambahkan, dalam Rapat Koordinasi Nasional Dekopin pada Maret lalu, seluruh pengurus wilayah menyepakati untuk mendukung penuh program prioritas pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis yang pelaksanaannya melibatkan koperasi pangan dan logistik di daerah. “Ini adalah wujud nyata bahwa koperasi hadir dalam setiap kebijakan strategis negara,” tegasnya.
Presiden Prabowo pun menanggapi dukungan tersebut dengan komitmen anggaran. Dalam nota keuangan RAPBN 2027 yang disahkan dalam rapat paripurna DPR pekan lalu, alokasi untuk pengembangan koperasi dan UMKM tercatat naik 23 persen menjadi Rp28,6 triliun. Kenaikan ini, menurut Presiden, adalah bentuk keberpihakan nyata negara terhadap sektor yang telah terbukti tangguh menghadapi krisis, termasuk pandemi dan gejolak geopolitik.
Pada penghujung pidatonya, Presiden kembali menegaskan bahwa koperasi bukan hanya mitra pembangunan, melainkan keluarga perjuangan. “Saya mungkin pernah kalah dalam pilpres, tetapi gerakan koperasi tidak pernah kalah. Karena koperasi adalah roh dari ekonomi rakyat. Selama koperasi kuat, saya yakin Indonesia akan berjaya,” pungkasnya disambut tepuk tangan ribuan peserta.
Acara diakhiri dengan penandatanganan prasasti komitmen bersama antara pemerintah dan gerakan koperasi untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara koperasi terbesar di Asia Tenggara pada 2030. Prasasti tersebut ditandatangani langsung oleh Presiden Prabowo, Menteri Koperasi dan UKM, serta perwakilan koperasi dari seluruh Indonesia.
Baca juga:
Comments (0)