Prabowo Harap Delapan Bahasa Asing Diajarkan Sejak Usia Dini

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguasaan bahasa asing sejak usia dini bagi generasi muda dalam upaya meningkatkan daya saing pendidikan dan peluang karier di kanca...

Prabowo Harap Delapan Bahasa Asing Diajarkan Sejak Usia Dini

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan pentingnya penguasaan bahasa asing sejak usia dini bagi generasi muda dalam upaya meningkatkan daya saing pendidikan dan peluang karier di kancah internasional. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Negara pada saat menghadiri pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 beserta Nota Keuangan di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Kamis, 14 Agustus 2026. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyatakan bahwa penguasaan berbagai bahasa asing merupakan fondasi strategis bagi pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu bersaing secara global.

Fondasi Pendidikan untuk Daya Saing Global

Menurut Prabowo, pembelajaran bahasa asing yang dimulai sejak masa kanak-kanak akan memberikan keunggulan kompetitif signifikan bagi bangsa Indonesia. Beliau menyatakan bahwa generasi muda yang mampu berkomunikasi dalam berbagai bahasa internasional akan lebih mudah mengakses ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi yang berkembang pesat di luar negeri.

"Kita harus memastikan anak-anak kita menguasai bahasa asing sejak dini agar mereka dapat menjemput peluang di masa depan dengan lebih baik," ujar Presiden Prabowo Subianto.
Penekanan tersebut sejalan dengan visi pemerintahan ke depan yang menargetkan lahirnya generasi emas Indonesia pada tahun 2045.

Presiden Prabowo secara khusus mengharapkan agar pendidikan anak usia dini dan sekolah dasar mampu memfasilitasi pengenalan terhadap delapan bahasa asing utama. Meskipun tidak merinci secara eksplisit seluruh rumpun bahasa yang dimaksud, arahan tersebut menunjukkan komitmen tinggi pemerintah untuk memperluas wawasan kebahasaan generasi penerus bangsa sejak usia belia. Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kesenjangan kompetensi antara lulusan pendidikan Indonesia dengan standar ketenagakerjaan internasional yang semakin menuntut kemampuan multilingual.

Integrasi dalam Kebijakan Pembangunan

Kebijakan terkait penguasaan bahasa asing ini ditetapkan sebagai salah satu prioritas dalam pembahasan Rapat Koordinasi pembangunan sumber daya manusia. Pemerintah berencana menindaklanjuti arahan Presiden melalui penyusunan kurikulum yang memperkuat pembelajaran linguistik internasional di tingkat pendidikan anak usia dini hingga sekolah dasar. Berdasarkan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang telah disahkan, pemerintah memiliki kewenangan untuk mengembangkan kompetensi bahasa sebagai bagian integral dari pembentukan karakter dan kapasitas intelektual peserta didik.

Dalam konteks pembahasan RAPBN 2027, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi diminta untuk mengalokasikan anggaran yang memadai guna mendukung pelatihan guru serta penyediaan materi ajar berstandar internasional. Keputusan tersebut diambil setelah melalui serangkaian pertemuan teknis antara eksekutif dan legislatif. Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema kerja sama dengan berbagai lembaga pendidikan asing untuk memastikan kualitas pengajaran yang diterapkan sesuai dengan norma akademik global.

Dukungan Legislasi dan Anggaran

Pembahasan di Gedung DPR/MPR Senayan turut melibatkan peran aktif dari berbagai Fraksi untuk mengawal agar program pembelajaran bahasa asing sejak dini tercermin secara jelas dalam dokumen anggaran. Para anggota dewan dalam Pleno terbatas menyepakati bahwa penguasaan bahasa internasional bukan lagi sekadar kebutuhan opsional, melainkan keharusan strategis dalam menghadapi persaingan ekonomi kreatif dan industri digital.

"Kami mendukung penuh visi Bapak Presiden agar anak-anak Indonesia mampu bersaing di tingkat dunia melalui penguasaan bahasa yang dimulai sejak usia dini," tegas seorang pejabat senior yang hadir dalam rapat koordinasi tersebut.

Presiden Prabowo menambahkan bahwa investasi pada pendidikan bahasa merupakan bentuk investasi jangka panjang yang akan memberikan pengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan memiliki generasi yang fasih berbahasa asing, Indonesia diharapkan mampu menarik investasi langsung asing, memperluas pasar ekspor jasa, serta meningkatkan posisi tawar dalam berbagai forum diplomasi dan perdagangan internasional. Dalam rapat yang berlangsung tertutup bagi media tersebut, Kepala Negara kembali mengingatkan seluruh jajaran menteri agar tidak menganggap remeh aspek penguasaan bahasa dalam pembentukan karakter bangsa.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menyelaraskan kebijakan pendidikan dengan dinamika global melalui pendekatan yang terukur dan berkelanjutan. Langkah konkret berupa revisi kurikulum, peningkatan kualifikasi tenaga pengajar, serta penyediaan infrastruktur digital pendukung pembelajaran bahasa asing akan menjadi fokus utama dalam Rapat Koordinasi teknis selanjutnya. Dengan dukungan anggaran yang tepat sasaran, program ini diharapkan dapat terimplementasi secara merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk daerah-daerah terpencil yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses terhadap pendidikan bermutu.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User