Marzuki Mustamar Masuk Radar PKB untuk Pilkada Jawa Timur
JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah memprioritaskan nama KH Marzuki Mustamar, mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, untuk dimajukan sebagai calon gubernur pad...
JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah memprioritaskan nama KH Marzuki Mustamar, mantan Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, untuk dimajukan sebagai calon gubernur pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur 2024. Wacana tersebut mengemuka di tengah persiapan partai menghadapi kontestasi di provinsi dengan jumlah pemilih terbesar kedua di Indonesia, dan hingga kini nama kiai asal Kabupaten Blitar itu disebut-sebut berada di urutan teratas peta pencalonan internal.
Nama Marzuki Mustamar dinilai mewakili kekuatan ganda, yakni pengalaman memimpin organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia serta kedekatan dengan basis akar rumput Nahdliyin yang selama ini menjadi lumbung suara utama PKB di Jawa Timur. Menurut sumber internal partai, pembahasan mengenai pencalonan tokoh tersebut telah berlangsung dalam sejumlah Rapat Koordinasi di tingkat Dewan Pimpinan Pusat dan belum memasuki tahap finalisasi.
Pertimbangan Elektoral dan Jaringan Kultural
Sejumlah pengurus partai menilai Marzuki Mustamar memiliki modal sosial yang kuat untuk bersaing dalam kontestasi lima tahunan itu. Selama memimpin PWNU Jawa Timur, ia dikenal intensif melakukan silaturahmi ke pesantren-pesantren, membangun komunikasi dengan para kiai sepuh, serta menjangkau pengurus cabang hingga tingkat ranting di 38 kabupaten dan kota. Jaringan tersebut, menurut penilaian internal, dapat dikonversi menjadi mesin pemenangan yang efektif pada masa kampanye.
Selain faktor jaringan, hasil pemetaan internal menunjukkan tingkat pengenalan publik terhadap tokoh tersebut berada pada posisi yang relatif kuat di kalangan pemilih tradisional. Meski demikian, partai menegaskan belum menetapkan target elektabilitas secara kaku karena proses penjaringan masih berjalan dan seluruh data masih terus dikumpulkan dari berbagai wilayah.
"Dalam Rapat Koordinasi yang kami lakukan, nama KH Marzuki Mustamar menjadi salah satu figur yang mendapat perhatian serius. Namun, keputusan akhir tetap berada di tangan Dewan Pimpinan Pusat melalui mekanisme Pleno," ujar salah seorang pengurus DPP PKB yang enggan disebutkan namanya.
Jawa Timur sebagai Lumbung Suara PKB
Jawa Timur menjadi wilayah yang tidak bisa dilepaskan dari strategi nasional PKB. Pada Pemilihan Umum Legislatif 2024, partai yang didirikan oleh kalangan nahdliyin itu tercatat keluar sebagai peraih suara tertinggi di provinsi tersebut, melampaui partai-partai lain yang selama ini bersaing ketat di wilayah Tapal Kuda hingga Mataraman.
Dengan pencapaian itu, PKB dinilai memiliki posisi tawar yang kuat dalam menentukan arah koalisi. Partai tetap membuka peluang menjalin kerja sama dengan partai politik lain untuk memperkuat pasangan calon, termasuk dalam menentukan figur calon wakil gubernur yang akan mendampingi Marzuki Mustamar apabila namanya resmi ditetapkan melalui mekanisme partai.
Mekanisme Internal dan Tahapan Pendaftaran
Proses penetapan calon akan melalui serangkaian tahapan yang telah diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga partai. Setelah melalui Rapat Koordinasi dan penjaringan, nama-nama yang masuk bursa akan diuji melalui survei internal serta komunikasi politik dengan para tokoh sebelum akhirnya dibawa ke Pleno Dewan Pimpinan Pusat untuk disahkan sebagai rekomendasi resmi partai.
Jadwal penetapan itu berlangsung di tengah tahapan resmi yang telah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum. Berdasarkan ketentuan yang berlaku, pendaftaran pasangan calon kepala daerah dijadwalkan pada 27 hingga 29 Agustus 2024, sementara pemungutan suara serentak ditetapkan pada 27 November 2024. Seluruh partai politik peserta Pilkada diwajibkan menyerahkan rekomendasi dukungan sebelum batas waktu pendaftaran ditutup.
Respons Tokoh dan Dinamika Politik Jawa Timur
Wacana pencalonan Marzuki Mustamar mendapat sambutan beragam di kalangan tokoh dan masyarakat Jawa Timur. Sebagian kalangan menilai langkah tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap figur kiai yang selama ini dikenal menjaga independensi organisasi, sementara sebagian lainnya menilai dinamika politik akan semakin kompetitif dengan hadirnya tokoh berlatar belakang pesantren di panggung elektoral.
Di sisi lain, sejumlah pihak mengingatkan agar setiap tokoh yang maju tetap menjaga netralitas organisasi keagamaan. PKB pun menegaskan bahwa seluruh keputusan pencalonan akan dilaksanakan sesuai mekanisme partai dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, tanpa mengesampingkan kepentingan masyarakat Jawa Timur secara keseluruhan.
Kepastian mengenai pencalonan KH Marzuki Mustamar baru akan diketahui setelah partai menyelesaikan seluruh rangkaian penjaringan. Hingga berita ini ditulis, PKB belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait nama calon gubernur yang akan diusung, dan seluruh proses masih berjalan sesuai tahapan yang ditetapkan dalam Rapat Koordinasi dan Pleno di tingkat pusat.
Comments (0)