Prabowo Anugerahkan Gelar Pahlawan Nasional untuk Buruh Marsinah
Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, aktivis buruh yang menjadi simbol perlawanan dan ketidakadilan pada era Orde Baru. Penganugerahan berlan...
Presiden Prabowo Subianto secara resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah, aktivis buruh yang menjadi simbol perlawanan dan ketidakadilan pada era Orde Baru. Penganugerahan berlangsung dalam upacara peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara, Jakarta, Senin (10/11). Dalam keputusan presiden yang dibacakan, Marsinah dinilai telah memberikan sumbangsih luar biasa dalam perjuangan menegakkan hak-hak pekerja dan demokrasi di Indonesia.
Upacara Kenegaraan di Istana
Rangkaian upacara dimulai pukul 08.00 WIB di halaman Istana Negara. Presiden Prabowo, didampingi Wakil Presiden dan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, memimpin langsung prosesi penganugerahan. Hadir pula keluarga besar Marsinah, perwakilan serikat buruh, serta duta besar negara sahabat. Nama Marsinah disebut bersama enam tokoh lain yang juga menerima gelar Pahlawan Nasional tahun ini. Surat Keputusan Presiden Nomor 82/TK/2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional dibacakan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan. Penghargaan diterima oleh adik kandung Marsinah, Sumarno, yang tampak haru saat menerima medali dan piagam dari Presiden. “Negara mengakui perjuangan almarhumah sebagai bagian tak terpisahkan dari sejarah demokrasi dan penegakan hak asasi manusia di Tanah Air,” ujar Presiden Prabowo dalam amanatnya.
Jejak Perjuangan yang Tak Padam
Marsinah adalah buruh pabrik di PT Catur Putra Surya, Sidoarjo, Jawa Timur, yang aktif memperjuangkan kenaikan upah dan hak-hak normatif pekerja. Pada awal Mei 1993, ia memimpin aksi mogok yang berujung pada penahanan dan intimidasi. Sehari setelah dibebaskan dari kantor polisi, tepatnya pada 8 Mei 1993, jasad Marsinah ditemukan di hutan di wilayah Nganjuk dengan luka penyiksaan berat. Usianya baru 24 tahun. Kasusnya mengguncang dunia internasional dan menjadi momentum penting bagi gerakan buruh Indonesia. Investigasi Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) menyimpulkan adanya keterlibatan aparat dalam pembunuhan tersebut, meski proses hukum tidak pernah tuntas menjerat semua pelaku. Hingga kini, Marsinah dikenang sebagai ikon perlawanan buruh dan simbol kegigihan perempuan menghadapi represi.
Makna Gelar bagi Gerakan Buruh
Penetapan Marsinah sebagai Pahlawan Nasional menuai respons luas, terutama dari kalangan serikat pekerja. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Said Iqbal, menyatakan bahwa pengakuan ini adalah kemenangan moral bagi seluruh buruh Indonesia.
“Ini adalah pengakuan negara bahwa darah yang tertumpah di Nganjuk 32 tahun lalu adalah darah perjuangan yang mulia. Marsinah adalah representasi buruh yang tak kenal takut,”ujarnya di sela upacara. Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan menegaskan bahwa gelar ini harus menjadi momentum untuk memperkuat perlindungan pekerja.
“Perjuangan Marsinah mengingatkan kita semua bahwa kesejahteraan buruh bukanlah hadiah, melainkan hak yang harus dijamin negara,”katanya. Sejumlah elemen masyarakat sipil juga mendorong agar kasus Marsinah dibuka kembali secara transparan, sebagai bagian dari penyelesaian pelanggaran HAM masa lalu.
Warisan yang Melampaui Zaman
Marsinah tidak hanya dikenang lewat patung dan monumen di Sidoarjo, tetapi juga melalui berbagai karya sastra, film dokumenter, dan kajian ilmiah. Namanya menjadi inspirasi bagi Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja, yang memberikan landasan hukum lebih kuat bagi kebebasan berserikat buruh. Para aktivis menilai, penganugerahan gelar ini menempatkan Marsinah sejajar dengan pahlawan nasional lain yang gugur membela keadilan. Di sudut Taman Makam Pahlawan Kalibata, karangan bunga mulai berdatangan dari berbagai organisasi buruh, lengkap dengan tulisan “Marsinah, Pahlawan Kami”. Bagi generasi muda, gelar ini menjadi pengingat bahwa demokrasi yang dinikmati hari ini dibayar dengan pengorbanan banyak pihak, termasuk seorang buruh perempuan yang memilih melawan di tengah gelapnya represi. Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Marsinah menandai babak baru pengakuan negara terhadap sejarah gerakan rakyat yang selama ini dipinggirkan.
Comments (0)