Polisi Sisir SDN Srengseng Sawah 15 Imbas Ancaman Bom
Jakarta – Aparat Kepolisian Sektor Jagakarsa bersama tim Penjinak Bom (Gegana) Satuan Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran intensif di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15, Jagakars...
Jakarta – Aparat Kepolisian Sektor Jagakarsa bersama tim Penjinak Bom (Gegana) Satuan Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran intensif di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Srengseng Sawah 15, Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Selasa (15/7/2025) menyusul laporan ancaman bom yang diterima pihak sekolah. Operasi pengamanan ini berlangsung cepat setelah seorang staf tata usaha menerima telepon dari nomor tidak dikenal yang menyebutkan akan meledakkan bahan peledak di lingkungan sekolah.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden bermula sekitar pukul 07.30 WIB ketika telepon sekolah berdering. Penelepon pria tak dikenal menyampaikan pesan singkat namun mengancam bahwa “bom akan meledak di SD ini pukul 09.00”. Pihak sekolah segera menghubungi Polsek Jagakarsa. Dalam waktu kurang dari lima belas menit, personel kepolisian tiba di lokasi dan langsung mengevakuasi seluruh siswa, guru, dan staf ke area terbuka yang dianggap aman, yakni lapangan olahraga di samping gedung sekolah.
Evakuasi Terkoordinasi di Bawah Protokol Keamanan
Kapolsek Jagakarsa Kompol Ahmad Fauzi yang memimpin langsung operasi tersebut menjelaskan bahwa prosedur standar penanganan ancaman teror segera diaktifkan. “Kami memprioritaskan keselamatan seluruh warga sekolah. Evakuasi dilakukan secara teratur dan tenang agar tidak menimbulkan kepanikan. Seluruh siswa digiring keluar kelas oleh guru pendamping, dan kami memastikan tidak ada yang tertinggal,” ujar Kompol Ahmad Fauzi di lokasi kejadian. Ia menambahkan bahwa proses evakuasi melibatkan 23 personel kepolisian, 12 guru, dan melibatkan 287 siswa dari kelas satu hingga enam.
Selama evakuasi, arus lalu lintas di Jalan Srengseng Sawah Raya di sekitar sekolah sempat dialihkan untuk memperlancar akses kendaraan taktis dan meminimalkan potensi bahaya bila terjadi ledakan. Pihak kepolisian juga memasang garis batas (police line) di sekeliling gedung sekolah, mencegah siapa pun mendekat sebelum dinyatakan aman.
Pemeriksaan Teliti Selama Dua Jam
Tim Gegana yang dipimpin oleh Komandan Regu Iptu Dedi Hermanto langsung melakukan penyisiran secara sistematis menggunakan peralatan pendeteksi bahan peledak, metal detector, dan unit anjing pelacak (K-9). Penyisiran ini mencakup seluruh ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, kantin, musala, gudang, dan area halaman sekolah. “Kami menyisir setiap sudut, termasuk area yang jarang diakses seperti loteng dan saluran air, karena pelaku bisa saja menyembunyikan benda mencurigakan di tempat tak terduga,” kata Iptu Dedi Hermanto.
Setelah lebih dari dua jam penyisiran, tim Gegana menyimpulkan tidak ditemukan bahan peledak atau benda mencurigakan apa pun. Seluruh area dinyatakan steril dan situasi dinyatakan aman oleh kepolisian. Kompol Ahmad Fauzi menegaskan bahwa ancaman tersebut kemungkinan besar merupakan tindakan penipuan atau teror psikologis. “Dari hasil pemeriksaan kami, tidak ada indikasi bom. Namun kami tetap akan menyelidiki sumber ancaman untuk menangkap pelaku,” tegasnya.
Kegiatan Belajar Dihentikan, Orang Tua Murid Berdatangan
Kabar ancaman bom dengan cepat menyebar di kalangan orang tua murid melalui pesan berantai di grup aplikasi komunikasi. Ratusan orang tua berdatangan ke sekolah untuk menjemput anak-anak mereka. Sebagian tampak cemas dan menangis. Pihak sekolah melalui Kepala SDN Srengseng Sawah 15, Tri Wahyuni, S.Pd., mengumumkan bahwa kegiatan belajar mengajar dihentikan untuk satu hari penuh. “Demi keselamatan dan ketenangan psikologis anak-anak, kami putuskan untuk meliburkan hari ini. Kami akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan untuk kebijakan lebih lanjut,” ujarnya.
Salah seorang orang tua murid, Sari (39), mengatakan dirinya panik saat mendengar kabar tersebut. “Saya langsung lari ke sekolah begitu dapat telepon dari suami. Syukurlah anak saya dan teman-temannya selamat. Siapapun yang melakukan ini keterlaluan, menakuti anak-anak kecil,” ucapnya dengan suara bergetar. Para orang tua mengapresiasi respons cepat kepolisian dan meminta agar pelaku segera ditangkap.
Penyelidikan Ditingkatkan, Pelaku Diburu
Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan langsung mengambil alih penyelidikan. Kasat Reskrim AKBP Ridwan Saptono menyatakan pihaknya sudah mengantongi nomor telepon penelepon dan bekerja sama dengan operator seluler untuk melacak identitas serta lokasi pemilik. “Kami sedang mendalami motif penelepon. Diduga kuat ini adalah tindakan hoaks yang bertujuan menyebarkan ketakutan. Namun kami tidak lengah, karena bisa saja berkaitan dengan kejahatan lain. Tim siber kami sedang melakukan profiling,” jelas AKBP Ridwan di Mapolres Jaksel.
Ancaman bom terhadap institusi pendidikan bukan yang pertama terjadi di Jakarta. Sepanjang tahun 2025, Polda Metro Jaya mencatat setidaknya tujuh laporan ancaman serupa yang semuanya terbukti palsu. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah panik dan segera melaporkan ke pihak berwenang jika menerima ancaman. “Kami juga meminta agar masyarakat tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat memicu kepanikan massal,” kata AKBP Ridwan.
Hingga berita ini ditulis, situasi di SDN Srengseng Sawah 15 telah kembali normal meskipun aktivitas belajar belum dijadwalkan kembali. Polisi tetap menempatkan personel untuk pengamanan. Pihak sekolah dan komite akan menggelar pertemuan pada Rabu (16/7) untuk mengevaluasi prosedur keamanan serta memastikan pemulihan psikologis bagi para siswa. Kepolisian menjamin pengusutan kasus ini menjadi prioritas untuk menimbulkan efek jera dan menjaga rasa aman publik, khususnya di lingkungan pendidikan.
Baca juga:
Comments (0)