Polisi Sisir Kali Licin Cari Potongan Tubuh Korban Mutilasi di Depok
DEPOK — Kepolisian Sektor Pancoran Mas bersama Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di aliran Kali Licin, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, pada hari ini. Operasi pencarian ters...
DEPOK — Kepolisian Sektor Pancoran Mas bersama Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di aliran Kali Licin, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, pada hari ini. Operasi pencarian tersebut dilakukan untuk menemukan sisa potongan tubuh korban mutilasi bernama Kunaefi (51), warga yang diduga menjadi korban pembunuhan oleh Saeful (26).
Kapolsek Pancoran Mas, Kompol Agus Setiawan, dalam keterangannya di lokasi menyatakan bahwa penyisiran dilakukan menyusuri aliran sungai sepanjang kurang lebih dua kilometer dari titik awal penemuan bagian tubuh korban. "Kami bersama tim gabungan dari Polres Metro Depok, Basarnas, serta relawan terus menyisir aliran Kali Licin untuk mencari bagian tubuh korban yang belum ditemukan," ujarnya di sela-sela kegiatan pencarian.
Diketahui, kasus mutilasi ini terungkap setelah warga sekitar menemukan potongan tubuh manusia di bantaran Kali Licin pada Selasa dini hari. Penemuan tersebut kemudian dilaporkan ke pihak kepolisian, yang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengamankan sejumlah barang bukti.
Kronologi Penemuan dan Penangkapan Pelaku
Berdasarkan keterangan polisi, potongan tubuh pertama ditemukan oleh seorang warga yang sedang beraktivitas di sekitar aliran Kali Licin. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, potongan tubuh tersebut diidentifikasi sebagai bagian dari tubuh Kunaefi yang berusia 51 tahun. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap Saeful (26) di kediamannya di kawasan Depok pada hari yang sama.
Kompol Agus Setiawan menegaskan bahwa pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolsek Pancoran Mas. "Berdasarkan hasil interogasi awal, tersangka mengakui perbuatannya. Motif sementara yang kami duga adalah perselisihan pribadi antara korban dan pelaku," jelasnya dalam rapat koordinasi internal yang digelar di markas kepolisian.
Proses hukum terhadap tersangka terus berjalan. Polisi telah mengamankan sejumlah alat yang diduga digunakan untuk melakukan aksi mutilasi, antara lain pisau dan golok. Barang bukti tersebut kini tengah diperiksa di laboratorium forensik untuk memperkuat keterangan tersangka.
Penyisiran Intensif di Aliran Kali Licin
Operasi pencarian sisa potongan tubuh korban dilakukan secara intensif dengan melibatkan puluhan personel. Tim penyelam dari Basarnas diterjunkan ke titik-titik yang dianggap memiliki kedalaman signifikan, sementara personel di darat menyusuri tepian sungai menggunakan peralatan pendeteksi.
"Kami membagi area pencarian menjadi tiga sektor. Sektor pertama di sekitar lokasi penemuan awal, sektor kedua di hilir sungai, dan sektor ketiga di sekitar jembatan yang sering digunakan warga," ujar Koordinator Lapangan Basarnas, Budi Santoso, dalam keterangan terpisah. Ia menambahkan bahwa arus Kali Licin yang cukup deras setelah hujan menjadi kendala tersendiri bagi tim di lapangan.
Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan belum menemukan bagian tubuh korban lainnya. Namun, upaya pencarian akan terus dilakukan hingga area yang disisir dinyatakan bersih. Polisi juga telah memasang garis polisi di beberapa titik untuk mengamankan lokasi dari aktivitas warga yang dapat mengganggu proses penyelidikan.
Kronologi Dugaan Pembunuhan dan Mutilasi
Dari hasil pemeriksaan sementara, peristiwa pembunuhan diduga terjadi di rumah tersangka yang berlokasi tidak jauh dari aliran Kali Licin. Saeful diduga membunuh Kunaefi pada Senin malam, kemudian memutilasi korban dan membuang bagian-bagian tubuhnya ke sungai untuk menghilangkan jejak.
"Berdasarkan keterangan tersangka, korban datang ke rumahnya untuk membahas sesuatu. Terjadi cekcok yang berujung pada penganiayaan hingga korban meninggal dunia," kata Kompol Agus Setiawan. Ia menambahkan bahwa tersangka kemudian memutilasi korban menggunakan pisau dapur dan membuang potongan tubuhnya di beberapa titik aliran Kali Licin.
Polisi masih mendalami keterangan tersangka, termasuk kemungkinan adanya korban lain atau pihak yang turut membantu. Penyidik juga akan memeriksa sejumlah saksi, termasuk tetangga dan keluarga korban, untuk melengkapi berkas perkara.
Jenazah Kunaefi yang telah ditemukan sebagian telah dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian dan mengidentifikasi bagian tubuh yang masih hilang. Keluarga korban dijadwalkan memberikan keterangan tambahan kepada penyidik dalam waktu dekat.
Imbauan Kepada Masyarakat
Polisi mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar aliran Kali Licin untuk segera melapor apabila menemukan benda mencurigakan atau potongan tubuh yang diduga milik korban. "Kami meminta warga tidak menyentuh atau memindahkan temuan tersebut, melainkan langsung menghubungi petugas terdekat," ujar Kompol Agus Setiawan.
Pihak kepolisian juga memastikan bahwa keamanan di wilayah Pancoran Mas tetap kondusif. Patroli rutin telah ditingkatkan di sejumlah titik, terutama di area yang menjadi lokasi penemuan potongan tubuh. "Kami berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara transparan dan profesional sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku," tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, tim gabungan masih bersiaga di lokasi penyisiran. Perkembangan lebih lanjut terkait hasil pencarian dan proses hukum akan disampaikan oleh pihak kepolisian melalui konferensi pers resmi.
Comments (0)