Polisi Dalami Kecelakaan Maut Siswi SMAN 6 di Jakarta Selatan, Saksi-Saksi Mulai Dimintai Keterangan
Apaberita.com melaporkan, jajaran kepolisian terus mendalami tragedi kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang siswi kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Jakarta. Korban berinisial
Apaberita.com melaporkan, jajaran kepolisian terus mendalami tragedi kecelakaan lalu lintas yang merenggut nyawa seorang siswi kelas X Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 6 Jakarta. Korban berinisial NAEP dilaporkan tewas di tempat setelah mengalami insiden nahas yang berawal saat sepeda motor yang dikendarainya tersangkut kabel sling. Petaka itu berujung pada korban terlindas bus sekolah yang melintas di kawasan Jakarta Selatan.
Peristiwa memilukan ini langsung menjadi perhatian serius aparat. Untuk mengungkap penyebab pasti serta pihak yang bertanggung jawab atas keberadaan kabel sling yang membentang di jalan tersebut, penyidik Unit Kecelakaan Lalu Lintas Polres Metro Jakarta Selatan bergerak cepat dengan memanggil sejumlah saksi kunci. Langkah ini diambil guna merekonstruksi kronologi kecelakaan yang tidak hanya merenggut masa depan seorang pelajar, tetapi juga menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan lingkungan sekolah.
Penyidik Surati Pihak Terkait, Fokus pada Asal-usul Kabel
Kepala Seksi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Joko Adi, memberikan keterangan resmi kepada media kami pada Selasa (23/6/2026) bahwa proses penyelidikan telah memasuki babak baru. Ia menegaskan bahwa tim penyidik tidak hanya berhenti pada olah tempat kejadian perkara, tetapi juga aktif mengirimkan surat panggilan untuk memintai keterangan dari berbagai elemen yang diduga berkaitan dengan benang merah peristiwa ini. "Penyidik Unit Laka Polres Metro Jakarta Selatan sudah bersurat untuk dimintai keterangan bagaimana ada kabel di situ," ungkap AKP Joko Adi. Pernyataan ini menjadi titik terang bahwa polisi tengah mengerucutkan penyelidikan pada asal-usul dan legalitas pemasangan kabel sling yang menjadi penyebab awal kecelakaan fatal tersebut.
Menurut informasi yang dihimpun Apaberita.com di lapangan, kabel sling yang dimaksud diduga kuat merupakan bagian dari instalasi utilitas yang menjuntai atau melintang rendah di atas permukaan jalan. Kondisi ini sangat membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor yang tidak memiliki pelindung atap. Dalam insiden ini, saat motor yang ditumpangi korban melintas, tubuh atau bagian motor tersangkut kabel tersebut, membuat korban kehilangan kendali dan terjatuh ke badan jalan. Nahas, pada saat yang bersamaan, sebuah bus sekolah melintas dan tidak dapat menghindar sehingga menabrak korban yang sudah terkapar.
Dua Saksi Sudah Diperiksa, Barang Bukti Terus Dikumpulkan
AKP Joko Adi lebih lanjut menyatakan bahwa hingga saat ini, penyidik telah berhasil mengantongi keterangan dari setidaknya dua orang saksi. Keterangan ini menjadi fondasi awal bagi polisi untuk memetakan posisi korban, kecepatan kendaraan, serta kondisi lingkungan sekitar saat kecelakaan berlangsung. "Saat ini sudah ada dua saksi yang didapat keterangannya," jelas Joko. Meski demikian, ia belum dapat membeberkan secara rinci identitas para saksi tersebut, apakah berasal dari pengendara lain yang melintas, warga sekitar, atau pihak dari institusi sekolah terkait.
Selain memeriksa saksi, proses pengumpulan bukti-bukti (evidence gathering) juga terus diintensifkan. Tim gabungan dari Unit Laka Lantas telah menyita sejumlah barang bukti penting, mulai dari rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian, kondisi fisik motor korban yang rusak parah, hingga bus sekolah yang terlibat. Pemeriksaan teknis terhadap kabel sling juga menjadi prioritas untuk mengetahui siapa pemilik atau pengelola kabel tersebut, apakah dari instansi pemerintah, perusahaan telekomunikasi, atau pihak swasta lainnya. Jika terbukti adanya unsur kelalaian dalam pemasangan atau pemeliharaan kabel yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang, polisi tidak menutup kemungkinan untuk menjerat pihak yang bertanggung jawab dengan pasal kelalaian yang menyebabkan kematian.
Pihak SMAN 6 Jakarta sendiri hingga berita ini diturunkan masih dalam suasana berkabung. Pihak sekolah dikabarkan tengah berkoordinasi dengan keluarga korban serta memberikan pendampingan psikologis bagi teman-teman sekelas NAEP. Apaberita.com akan terus memantau perkembangan penyelidikan kasus ini dan menyajikan informasi terbaru seputar penegakan hukum atas insiden tragis yang merenggut nyawa pelajar tersebut.
Comments (0)