JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tengah menjajaki peluang mengusung eks Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Marzuki Mustamar, pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Timur. Penjajakan tersebut mencuat menyusul dinamika politik di internal partai berlambang bola dunia itu menjelang penetapan bakal calon gubernur dan wakil gubernur.
Langkah ini menegaskan bahwa PKB masih membuka ruang komunikasi politik dengan sejumlah tokoh Nahdlatul Ulama untuk diusung pada kontestasi pemilihan gubernur Jawa Timur. Sosok Marzuki Mustamar dinilai memiliki basis massa yang kuat, khususnya di kalangan pesantren dan struktur NU di wilayah tapal kuda hingga Madura.
Dinamika Internal PKB Jelang Pilkada
Menurut keterangan yang dihimpun, wacana mengusung Marzuki Mustamar telah dibahas dalam sejumlah forum internal partai. Pembahasan tersebut belum sampai pada keputusan akhir lantaran PKB masih memetakan elektabilitas dan peta koalisi dengan partai lain. Selain itu, PKB juga memperhitungkan rekam jejak serta kapasitas kepemimpinan bakal calon di tingkat provinsi.
Dalam rapat koordinasi yang berlangsung tertutup, sejumlah pengurus wilayah menyatakan aspirasi agar PKB mengusung figur yang memiliki kedekatan struktural dengan Nahdlatul Ulama. Pandangan itu muncul sebagai respons terhadap peta politik Jawa Timur yang dinilai sangat dinamis dan membutuhkan sosok dengan legitimasi sosial yang kuat.
"Kami masih melakukan penjajakan terhadap beberapa nama, termasuk tokoh-tokoh Nahdlatul Ulama yang memiliki rekam jejak dan kapasitas untuk memimpin Jawa Timur," ujar salah satu pengurus partai.
Rekam Jejak Marzuki Mustamar
KH Marzuki Mustamar dikenal sebagai kiai kharismatik yang pernah memimpin PWNU Jawa Timur. Kepemimpinannya di organisasi keagamaan terbesar di provinsi itu menempatkannya sebagai figur yang diperhitungkan dalam setiap perhelatan politik, terutama di wilayah dengan basis massa santri yang besar.
Selama menjabat Ketua PWNU Jawa Timur, Marzuki aktif mendorong penguatan pendidikan pesantren dan pemberdayaan ekonomi warga. Berdasarkan catatan publik, ia juga kerap menyuarakan pentingnya menjaga kerukunan antarumat beragama di tengah keberagaman masyarakat Jawa Timur.
Namun demikian, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari Marzuki Mustamar mengenai kesediaannya untuk maju pada Pilkada Jawa Timur. Sikap politiknya masih menjadi tanda tanya, mengingat ia dikenal lebih banyak berkecimpung di ranah keagamaan dan organisasi kemasyarakatan.
Peta Koalisi dan Tahapan Pilkada
PKB belum menetapkan secara final bakal calon yang akan diusung. Penetapan tersebut akan dilakukan melalui mekanisme pleno setelah seluruh proses penjaringan dan survei internal rampung. Partai juga masih menjalin komunikasi intensif dengan sejumlah partai politik lain untuk membangun koalisi.
Berdasarkan ketentuan perundang-undangan, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur wajib didukung oleh partai politik atau gabungan partai politik yang memenuhi ambang batas perolehan kursi DPRD. Karena itu, PKB membutuhkan dukungan partai lain agar dapat mengusung pasangan calon secara sah.
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menetapkan tahapan Pilkada serentak, termasuk di Jawa Timur. Seluruh partai politik diingatkan untuk mematuhi jadwal pendaftaran dan verifikasi bakal calon agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Pengamat politik menilai, sosok Marzuki Mustamar berpotensi mengerek perolehan suara PKB di wilayah-wilayah yang menjadi kantong tradisional Nahdlatul Ulama. Namun, elektabilitasnya masih perlu diuji melalui survei sebelum keputusan akhir diambil oleh pengurus pusat partai.
Dengan demikian, dinamika Pilkada Jawa Timur masih akan menarik untuk dicermati, terutama terkait arah koalisi dan bakal calon yang akhirnya diusung oleh masing-masing partai. PKB menegaskan bahwa seluruh proses yang dijalankan akan mengikuti mekanisme partai dan ketentuan hukum yang berlaku.
Comments (0)