PKB Akui Elektabilitas Anies Tertinggi, Pertemuan Dijadwalkan Pekan Depan

JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadwalkan pertemuan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada pekan depan untuk membahas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024....

PKB Akui Elektabilitas Anies Tertinggi, Pertemuan Dijadwalkan Pekan Depan

JAKARTA — Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadwalkan pertemuan dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada pekan depan untuk membahas Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2024. Ketua DPP PKB Bidang Pemenangan Pemilu Faisol Riza menyatakan, partainya mengakui elektabilitas Anies masih menempati posisi tertinggi dalam berbagai hasil survei menjelang pilkada serentak yang akan digelar pada 27 November 2024.

Faisol menyatakan, rencana pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari komunikasi politik yang selama ini terjalin antara PKB dan Anies. Menurutnya, pembahasan Pilkada Jakarta menjadi agenda utama lantaran ibu kota memiliki posisi strategis dalam percaturan politik nasional.

"Kami akan menindaklanjuti komunikasi dengan Mas Anies pada pekan depan. Pilkada Jakarta adalah agenda penting, sehingga pembicaraan harus dilakukan secara serius dan terukur," ujar Faisol di Jakarta.

Ia menegaskan, PKB tidak menutup mata terhadap hasil survei yang selama ini konsisten menempatkan Anies pada urutan teratas dibandingkan bakal calon lain. Fakta tersebut, lanjutnya, menjadi salah satu pertimbangan partai dalam menentukan arah dukungan.

"Berdasarkan berbagai survei yang kami pelajari, elektabilitas Mas Anies masih yang tertinggi. Itu fakta politik yang tidak dapat kami abaikan dalam rapat-rapat internal," kata Faisol.

Hubungan Politik PKB dan Anies

Kedekatan politik antara PKB dan Anies bukan hal baru. Pada Pemilihan Presiden 2024, Anies maju sebagai calon presiden berpasangan dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden. Pasangan yang diusung Koalisi Perubahan itu memperoleh 40.971.906 suara atau sekitar 24,9 persen berdasarkan hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Anies sendiri memiliki rekam jejak panjang di ibu kota. Ia menjabat Gubernur DKI Jakarta periode 2017 hingga 2022 setelah memenangi Pilkada DKI 2017. Sebelumnya, ia pernah menjabat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada 2014 hingga 2016.

Faisol menyatakan, pengalaman Anies memimpin Jakarta selama lima tahun menjadi modal penting. Meski demikian, ia menegaskan PKB tetap menempuh mekanisme internal sebelum mengambil keputusan resmi mengenai calon yang akan diusung.

"Semua masukan akan dibawa ke dalam rapat pleno. Keputusan akhir tetap mengacu pada mekanisme partai berdasarkan mandat muktamar," ujarnya.

Peta Koalisi di DPRD DKI Jakarta

Dalam Pemilu 2024, PKB meraih 11 kursi di DPRD DKI Jakarta dan menempati posisi kedua perolehan kursi terbanyak. Dengan jumlah tersebut, PKB belum dapat mengusung pasangan calon secara mandiri karena syarat pencalonan mengharuskan dukungan minimal 20 persen kursi atau 22 kursi dari total 106 anggota DPRD DKI.

Kondisi itu membuat PKB mesti membangun koalisi dengan partai politik lain. Faisol menyatakan, komunikasi dengan sejumlah partai terus dilakukan secara intensif, baik dengan partai anggota Koalisi Indonesia Maju maupun partai di luar koalisi pemerintah.

Sejumlah nama lain juga disebut berpotensi maju dalam Pilkada Jakarta 2024, di antaranya mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan anggota DPR RI Ahmad Sahroni. Namun, berdasarkan berbagai survei yang beredar, posisi Anies dinilai masih sulit disaingi oleh nama-nama tersebut.

Tahapan Pilkada Serentak 2024

Berdasarkan jadwal yang ditetapkan KPU, pendaftaran bakal pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dibuka pada 27 hingga 29 Agustus 2024. Penetapan pasangan calon dilakukan pada 22 September 2024, sedangkan masa kampanye berlangsung mulai 25 September hingga 23 November 2024. Pemungutan suara pilkada serentak digelar pada 27 November 2024.

Faisol menegaskan, PKB akan menetapkan sikap politik resmi sebelum masa pendaftaran dibuka. Hasil pertemuan dengan Anies pada pekan depan akan menjadi bahan pembahasan dalam rapat internal partai.

"Kami masih memiliki waktu yang cukup. Yang terpenting, keputusan yang diambil benar-benar matang dan sesuai aspirasi masyarakat Jakarta," katanya.

Hingga kini, PKB belum mengumumkan secara resmi nama calon gubernur yang akan diusung pada Pilkada DKI Jakarta 2024. Partai menyatakan pengumuman resmi akan disampaikan setelah seluruh tahapan konsolidasi internal dan komunikasi politik dengan para bakal calon rampung dilakukan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User