Pipa Air Bersih Bengkong–Batuampar Batam Beroperasi Awal Agustus 2026

BATAM — Jaringan pipa distribusi air bersih yang menghubungkan wilayah Bengkong dan Batuampar di Kota Batam dipastikan mulai mengalirkan air kepada masyarakat pada awal Agustus 2026. Kepastian ini d...

Jul 12, 2026 - 05:00
0 0

BATAM — Jaringan pipa distribusi air bersih yang menghubungkan wilayah Bengkong dan Batuampar di Kota Batam dipastikan mulai mengalirkan air kepada masyarakat pada awal Agustus 2026. Kepastian ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi Percepatan Infrastruktur Air Minum yang digelar Badan Pengusahaan (BP) Batam bersama Pemerintah Kota Batam dan PT Air Batam Hilir, Senin (8/6). Proyek senilai Rp127 miliar tersebut dibangun untuk menjawab defisit pasokan yang kerap melanda dua kawasan padat penduduk itu setiap kali musim kemarau tiba.

Direktur Utama PT Air Batam Hilir, Muhammad Fadil, menegaskan bahwa seluruh badan pipa sepanjang 11,8 kilometer telah terpasang, dan kini pihaknya bersama kontraktor pelaksana tengah merampungkan penyambungan ke jaringan induk serta pembangunan dua stasiun pompa booster. “Kami mengejar uji tekanan dan sterilisasi sistem pada pekan ketiga Juli 2026. Jika tidak ada kendala teknis, air siap dialirkan ke rumah warga pada 1 Agustus 2026,” ujarnya.

Atasi Defisit Kronis Saat Kemarau

Wilayah Bengkong dan Batuampar selama ini menjadi langganan krisis air bersih ketika musim hujan berakhir. Data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Batam mencatat, pada puncak kemarau 2025 lalu, dua kecamatan tersebut mengalami defisit hingga 130 liter per detik dibandingkan kebutuhan normal. Warga terpaksa membeli air tangki dengan harga dua kali lipat, sementara aktivitas usaha kecil menengah terganggu. Jaringan pipa anyar ini didesain untuk mengantarkan tambahan pasokan sebesar 180 liter per detik dari Instalasi Pengolahan Air (IPA) Duriangkang, yang memiliki kapasitas produksi berlebih.

Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, menyatakan bahwa proyek ini telah masuk dalam Program Strategis Nasional Percepatan Infrastruktur Air Minum 2025–2026. “Kami tidak ingin kejadian dua tahun lalu terulang. Pipa ini adalah solusi permanen, bukan lagi penanganan darurat dengan truk tangki air. Berdasarkan hasil pleno bersama Fraksi-Fraksi di DPRD Batam, seluruh pihak sepakat agar konstruksi harus tuntas sebelum Agustus,” katanya. Ia juga mengapresiasi dukungan pendanaan dari APBN melalui Kementerian Pekerjaan Umum yang menanggung 60 persen biaya, sisanya dari APBD Kota Batam.

Jangkauan Layanan dan Infrastruktur Pendukung

Pipa transmisi dan distribusi utama yang dibangun memiliki diameter bervariasi antara 400 hingga 600 milimeter, menggunakan material baja karbon dan HDPE berstandar SNI. Jaringan ini akan melayani sedikitnya 48.000 sambungan rumah (SR) yang tersebar di Kelurahan Bengkong Laut, Bengkong Indah, Tanjung Buntung, dan Batuampar. Selain mengalirkan air baku, proyek juga mencakup pemasangan 12 unit hidran umum di titik-titik rawan yang sulit dijangkau jaringan perpipaan langsung.

Manajer Proyek dari kontraktor pelaksana PT Adhi Karya-PT Bangun Cipta Kontraktor KSO, Arifin Nugroho, menyebutkan bahwa pekerjaan tersisa meliputi pengecoran rumah pompa dan pemasangan panel listrik di stasiun booster Batuampar. “Kami menyisir finishing pipa horizontal directional drilling di bawah Jalan Hang Lekiu sepanjang 180 meter. Ini jalur tersulit karena harus melewati utilitas eksisting. Namun target rampung kami patok 15 Juli 2026, agar tersedia masa transisi dua pekan sebelum operasi penuh,” ungkapnya.

Jaminan Kualitas dan Keberlanjutan

PT Air Batam Hilir memastikan kualitas air yang didistribusikan akan memenuhi baku mutu Kementerian Kesehatan. Pasca uji tekanan, air akan dialirkan melalui sistem filtrasi tambahan di stasiun booster, lalu diambil sampel oleh Laboratorium Daerah untuk mengukur parameter fisika, kimia, dan bakteriologis. Hasil uji sampel ini rencananya diumumkan terbuka sebelum air dinyatakan laik konsumsi. “Kami tidak akan berkompromi soal kualitas. Standar air minum harus nol e-coli dan kekeruhan di bawah 5 NTU,” ujar Kepala Bagian Produksi dan Distribusi, Yulianti.

Selain itu, sistem SCADA (Supervisory Control and Data Acquisition) akan diintegrasikan dengan pusat kendali di IPA Duriangkang, memungkinkan pemantauan tekanan dan debit secara real-time. Operator dapat segera mengalihkan suplai jika terjadi kebocoran. BP Batam juga sudah memetakan pelanggan industri kecil di kawasan Batuampar yang selama ini mengandalkan sumur bor; dengan hadirnya pipa baru, mereka didorong beralih ke air perpipaan demi menjaga kelestarian air tanah.

Masyarakat menyambut optimistis. Ketua RW 04 Bengkong Indah, Rahmat Syahputra, yang ditemui di sela rapat koordinasi menyampaikan harapannya. “Selama ini kami hanya bisa pasrah kalau kemarau panjang. Informasi tadi bahwa pipa siap Agustus membuat kami lega. Mudah-mudahan tidak mundur lagi,” ucapnya. Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Batam, Dewi Susanti, menekankan agar operator menetapkan tarif progresif yang tidak memberatkan, terutama bagi warga berpenghasilan rendah. “Kami sudah bersepakat, tarif 0–10 meter kubik pertama harus disubsidi penuh. Jangan sampai air sudah ada, tapi warga tetap tak mampu mengakses,” tegasnya.

Dengan rampungnya proyek ini, Batam mengukuhkan posisinya sebagai salah satu kota dengan cakupan air minum perpipaan tertinggi di Indonesia. Data BP Batam menyebutkan, pada 2025 cakupan mencapai 82 persen, dan dengan beroperasinya pipa Bengkong–Batuampar, angka itu diproyeksikan naik menjadi 86 persen. Pemerintah Kota Batam juga tengah menyusun Peraturan Wali Kota tentang Zona Air Minum untuk memastikan distribusi merata hingga ke pulau-pulau hinterland. Sementara itu, pengguna di Bengkong dan Batuampar tinggal menghitung hari sebelum keran mereka mengalirkan air bersih tanpa jeda, tepat saat puncak musim kemarau biasanya dimulai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User