Pindad Resmi Pasok Senapan ke Militer Arab Saudi

Jakarta, 15 Juli 2025 – PT Pindad (Persero) secara resmi menandatangani kontrak kerja sama strategis dengan Kementerian Pertahanan Kerajaan Arab Saudi. Kesepakatan ini mencakup pasokan puluhan ribu ...

Jul 11, 2026 - 11:31
0 1

Jakarta, 15 Juli 2025 – PT Pindad (Persero) secara resmi menandatangani kontrak kerja sama strategis dengan Kementerian Pertahanan Kerajaan Arab Saudi. Kesepakatan ini mencakup pasokan puluhan ribu pucuk senapan serbu dan senapan runduk untuk mendukung modernisasi alat utama sistem persenjataan (alutsista) angkatan bersenjata Arab Saudi. Penandatanganan berlangsung di Ruang Bhinneka Tunggal Ika, Kantor Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, di hadapan Menteri Pertahanan RI Prabowo Subianto dan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia, Faisal bin Abdullah Al-Mutairi. Turut mendampingi Direktur Utama PT Pindad, Abraham Mose, serta sejumlah pejabat tinggi dari kedua negara.

Penandatanganan Kontrak Strategis

Proses penandatanganan dilakukan pada pukul 10.00 WIB dan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Dalam sambutannya, Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan tonggak sejarah bagi kebangkitan industri pertahanan nasional di kancah global. Beliau menyatakan bahwa kontrak ini bukan sekadar transaksi dagang, melainkan bentuk kepercayaan dunia internasional terhadap kapasitas teknologi dan rekayasa Indonesia.

“Kerja sama ini membuktikan bahwa produk alutsista buatan dalam negeri telah diakui secara global. Ini adalah hasil dari kerja keras putra-putri terbaik bangsa serta visi kemandirian pertahanan yang kita canangkan. Kontrak ini juga membuka jalan bagi kolaborasi strategis lebih lanjut antara Indonesia dan Arab Saudi di sektor pertahanan,” ujar Prabowo.

Abraham Mose, Direktur Utama PT Pindad, menyebut bahwa keberhasilan ini dicapai setelah melalui negosiasi intensif selama hampir dua tahun. Uji teknis dan uji ketahanan di lingkungan ekstrem pun dilalui dengan hasil memuaskan. “Kami bangga dapat mempersembahkan produk unggulan Pindad kepada sahabat kami di Arab Saudi. Ini adalah bukti bahwa kualitas produksi kami setara dengan pabrikan kelas dunia,” kata Mose dalam sesi keterangan pers usai acara.

Spesifikasi Senjata dan Nilai Kontrak

Berdasarkan dokumen kontrak yang diterima Apaberita, PT Pindad akan memasok dua jenis senjata andalan. Pertama, 50.000 pucuk senapan serbu SS2-V4 kaliber 5,56×45 mm NATO. Varian terbaru ini dilengkapi dengan rel Picatinny penuh, popor lipat tarik, serta material komposit tahan cuaca tinggi yang diadaptasi khusus untuk iklim gurun. Kedua, 5.000 pucuk senapan runduk SPR-3 kaliber 7,62×51 mm dengan bidikan teleskopik dan bipod terintegrasi. Seluruh unit akan dikirim secara bertahap dalam periode 2025 hingga 2027.

Nilai total kontrak tercatat sebesar 150 juta dolar Amerika Serikat, atau setara sekitar Rp2,4 triliun dengan kurs saat ini. Angka ini menjadikannya salah satu kontrak ekspor alutsista terbesar yang pernah ditandatangani Indonesia. Pembayaran akan dilakukan dalam tiga termin mengikuti progres pengiriman barang. Pelapis khusus anti-korosi dan fitur pendinginan laras juga disematkan untuk memastikan performa maksimal di suhu operasi tinggi, sebuah syarat teknis yang diminta pihak Kerajaan.

“Kami telah melalui serangkaian uji kelayakan yang sangat ketat, termasuk uji ketahanan di gurun pasir. Senapan SS2-V4 kami telah dimodifikasi dengan pelapis khusus tahan debu dan suhu tinggi agar memenuhi spesifikasi yang diminta Arab Saudi. Ini adalah tantangan teknis yang berhasil kami jawab dengan baik,” jelas Abraham Mose.

Proses alih teknologi parsial juga menjadi bagian dari kesepakatan. Sejumlah teknisi dari Arab Saudi akan menjalani pelatihan perawatan dan perbaikan di fasilitas produksi Pindad di Bandung, Jawa Barat, selama enam bulan. Hal ini menandai pendalaman hubungan industrial yang tidak sekadar hubungan jual beli.

Dampak Ekonomi dan Strategis bagi Nasional

Keberhasilan PT Pindad menembus pasar Arab Saudi diprediksi memberikan efek berganda bagi perekonomian nasional. Direktur Jenderal Potensi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Mayjen TNI (Purn) Dadang Hendrayudha, menyebut bahwa kontrak ini akan meningkatkan utilisasi pabrik, menyerap tenaga kerja langsung hingga 1.200 orang, serta menghidupkan rantai pasok komponen lokal. “Nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) kedua senjata ini di atas 60 persen, sehingga dampaknya langsung terasa pada industri kecil dan menengah pendukung,” ujarnya.

“Keberhasilan ini akan memacu industri pertahanan nasional untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas. Kami juga berharap pasar Timur Tengah lainnya dapat segera menyusul. Tim kami saat ini sedang menjajaki peluang dengan Uni Emirat Arab dan Qatar,” ungkap Dadang.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, yang dihubungi terpisah, menyambut gembira kontrak ini. Menurutnya, sektor industri pertahanan adalah salah satu motor pertumbuhan industri manufaktur nasional yang tengah didorong pemerintah. “Ekspor alutsista bernilai tinggi ini menunjukkan bahwa Indonesia naik kelas, dari konsumen menjadi produsen yang diakui. Kami akan memastikan seluruh insentif dan kemudahan regulasi bagi PT Pindad dan rantai pasoknya tetap terfasilitasi,” ujar Agus Gumiwang.

Di sisi geopolitik, kontrak ini memperdalam hubungan bilateral Indonesia – Arab Saudi yang selama ini lebih dominan pada sektor energi dan jasa keagamaan. Prabowo Subianto menekankan bahwa kerja sama pertahanan ini dilandasi prinsip saling menghormati dan tidak mengancam stabilitas regional. “Indonesia selalu menjunjung politik luar negeri bebas aktif. Kerja sama ini murni untuk kepentingan pertahanan masing-masing negara dan tidak diarahkan kepada pihak ketiga mana pun,” tandas Prabowo.**

Dengan rampungnya kontrak ini, PT Pindad mencatatkan diri sebagai perusahaan pertahanan nasional pertama yang mengekspor senapan dalam jumlah besar ke kawasan Teluk. Kini seluruh perhatian tertuju pada kesiapan produksi dan ketepatan waktu pengiriman yang dijadwalkan pertama kali pada November 2025 mendatang.

[TAGS]: Pindad, Arab Saudi, ekspor senjata, Prabowo Subianto, industri pertahanan, SS2-V4, SPR-3, kontrak pertahanan, alutsista [SOCIAL_TWEET]: Pindad resmi teken kontrak ekspor 50.000 senapan SS2-V4 dan 5.000 SPR-3 ke Arab Saudi senilai USD150 juta. Menhan Prabowo: "Bukti alutsista Indonesia diakui global." Pengiriman mulai November 2025. #Pindad #EksporSenjata #Prabowo [SOCIAL_FB]: Kabar bersejarah dari industri pertahanan nasional! PT Pindad hari ini menandatangani kontrak besar dengan Kementerian Pertahanan Arab Saudi untuk pasokan 50.000 senapan serbu SS2-V4 dan 5.000 senapan runduk SPR-3. Total nilai kontrak USD150 juta. Senjata-senjata ini telah dimodifikasi khusus untuk iklim gurun. Menhan Prabowo Subianto menyebut ini sebagai tonggak pengakuan global terhadap alutsista buatan dalam negeri. Pengiriman pertama dijadwalkan November 2025. Berita lengkap di tautan di bio. [SOCIAL_TG]: PT Pindad sahkan kontrak ekspor 50.000 pucuk SS2-V4 dan 5.000 SPR-3 ke Arab Saudi, nilai USD150 juta. Menyusul uji teknis ketat dan penyesuaian spesifikasi iklim gurun. Pengiriman mulai November 2025. [SOCIAL_THREADS]: Momen bersejarah! PT Pindad resmi kontrak pasok 55.000 senapan ke Arab Saudi — nilai totalnya Rp2,4 triliun. Uji ketahanan gurun sudah dilalui, kualitas kita kini diakui global. Menhan Prabowo: ada ruang kolaborasi lebih luas. Dunia mulai melirik alutsista buatan Indonesia. 🇮🇩🤝🇸🇦

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User