Pesenggiri Festival 2026 Angkat Warisan Jajan Pasar Lampung
Bandar Lampung — Penyelenggaraan Pesenggiri Festival 2026 resmi menetapkan pelibatan langsung maestro jajan pasar Lampung, Oma Lanny Rustan, sebagai ikhtiar strategis pelestarian warisan gastronomi ...
Bandar Lampung — Penyelenggaraan Pesenggiri Festival 2026 resmi menetapkan pelibatan langsung maestro jajan pasar Lampung, Oma Lanny Rustan, sebagai ikhtiar strategis pelestarian warisan gastronomi daerah. Keputusan tersebut ditindaklanjuti melalui kerja sama terstruktur dengan PT Gunung Madu Plantations, perusahaan agroindustri yang berkomitmen pada penguatan ketahanan pangan dan budaya lokal. Rangkaian kegiatan akan dipusatkan di Gedung Serba Guna Universitas Lampung pada 15 hingga 17 Mei 2026.
Dalam keterangan pers yang diterima di Jakarta, panitia penyelenggara menegaskan bahwa festival tahun ini mengusung konsep partisipatif yang melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta komunitas pegiat budaya. Pihaknya menyatakan bahwa kolaborasi dengan PT Gunung Madu Plantations tidak hanya mencakup dukungan pendanaan, tetapi juga penyediaan bahan baku berbasis komoditas lokal seperti gula aren dan tepung singkong yang akan digunakan dalam demonstrasi pembuatan jajan pasar.
Maestro dan Regenerasi Pengetahuan Kuliner
Oma Lanny Rustan, figur yang telah mengabdikan lebih dari empat dekade pada riset dan pengembangan jajan pasar Lampung, akan memimpin langsung sesi lokakarya selama tiga hari penyelenggaraan. Ia dijadwalkan mendemonstrasikan teknik pembuatan sebelas jenis kudapan tradisional, termasuk serabi Lampung, lepat, engkak, dan tat tumbuk, yang sebagian di antaranya telah mengalami penurunan popularitas di kalangan generasi muda. "Kita harus memastikan bahwa resep-resep ini tidak berhenti di dapur-dapur orang tua kita," ujar Oma Lanny Rustan. "Festival ini menjadi ruang transmisi pengetahuan yang sesungguhnya, dari tangan ke tangan, dari generasi ke generasi."
Sekretariat panitia mencatat bahwa sesi lokakarya akan diikuti oleh 150 peserta yang berasal dari perwakilan dasa wisma, kelompok PKK, dan mahasiswa jurusan tata boga dari lima perguruan tinggi di Provinsi Lampung. Metode pelatihan dirancang berbasis praktik langsung dengan rasio satu instruktur untuk sepuluh peserta guna menjaga kualitas transfer keterampilan.
Dukungan Korporasi dan Rantai Pasok Lokal
Direktur Utama PT Gunung Madu Plantations, Raden Mochamad Ichwan, dalam rapat koordinasi terbatas pada 10 Maret 2026, menyatakan bahwa keterlibatan perusahaannya merupakan realisasi dari kebijakan tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang berfokus pada revitalisasi budaya pangan. Perusahaan yang mengelola lahan tebu dan singkong di wilayah Lampung Tengah dan Lampung Utara itu akan memasok bahan baku olahan untuk seluruh rangkaian festival.
"Kami melihat jajan pasar bukan sekadar produk kuliner, melainkan artefak budaya yang merekam sejarah masyarakat agraris Lampung," tegas Raden Mochamad Ichwan. "Dukungan ini adalah bagian dari komitmen kami untuk menjaga agar ekosistem pangan lokal tetap berputar dan memberikan manfaat ekonomi langsung kepada petani dan pengrajin."
Berdasarkan data yang dirilis panitia, sedikitnya 75 UMKM kuliner telah mendaftar untuk berpartisipasi dalam area pameran dan bazar yang akan digelar di pelataran gedung. Pendaftaran ditutup pada 1 April 2026 setelah memenuhi kuota maksimal yang ditetapkan. Setiap pelaku usaha diwajibkan menyajikan minimal empat varian jajan pasar asli Lampung yang telah diverifikasi oleh tim kurator festival.
Peta Jalan Pelestarian Pascafestival
Rapat pleno yang digelar panitia pada akhir Maret 2026 menghasilkan sejumlah rekomendasi yang akan disahkan sebagai bagian dari dokumen "Peta Jalan Pelestarian Jajan Pasar Lampung 2026—2030". Dokumen tersebut merumuskan tiga pilar utama: standardisasi resep tradisional, pengembangan sentra produksi berbasis komunitas di delapan kabupaten, serta integrasi materi jajan pasar ke dalam kurikulum muatan lokal sekolah menengah kejuruan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Lampung, yang hadir dalam rapat koordinasi pada 20 Maret 2026, menyatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti rekomendasi tersebut melalui peraturan gubernur. "Kita tidak bisa membiarkan warisan ini tergerus zaman tanpa adanya intervensi kebijakan yang konkret," ujarnya. "Pesenggiri Festival menjadi titik tolak yang harus kita jaga keberlanjutannya."
Pleno juga menetapkan pembentukan Dewan Kurator Jajan Pasar Lampung yang akan diketuai oleh Oma Lanny Rustan, dengan anggota berasal dari kalangan akademisi Universitas Lampung, perwakilan industri, dan komunitas adat. Dewan ini bertugas melakukan inventarisasi dan sertifikasi terhadap sedikitnya 150 varian jajan pasar yang tersebar di 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dalam kurun waktu tiga tahun ke depan.
Baca juga:
Comments (0)