Persib Bandung — Perkembangan Terbaru Negosiasi Mariano Peralta Terungkap
JAKARTA — Manajemen Persib Bandung akhirnya buka suara soal spekulasi perekrutan Mariano Peralta yang sempat ramai diperbincangkan Bobotoh. Dalam keteranga
JAKARTA — Manajemen Persib Bandung akhirnya buka suara soal spekulasi perekrutan Mariano Peralta yang sempat ramai diperbincangkan Bobotoh. Dalam keterangan resmi yang diterima Apaberita, Senin (17/3), Direktur Teknik Persib, Indra Thohir, mengonfirmasi bahwa negosiasi dengan penyerang asal Argentina itu masih berlangsung, namun hingga kini belum tercapai kesepakatan final.
Menurut Thohir, Persib telah mengajukan penawaran resmi senilai Rp4,8 miliar untuk transfer pemain berusia 27 tahun itu dari klub kasta kedua Argentina, Deportivo Maipú. Namun, tawaran tersebut belum disetujui karena pihak klub pemilik bersikeras pada klausul pelepasan sebesar Rp5,5 miliar. “Kami masih pada tahap negosiasi. Persib serius ingin mendapatkan Peralta, tetapi kami juga harus patuh pada batasan finansial yang telah ditetapkan manajemen. Selisih nilai sekitar Rp700 juta masih menjadi pekerjaan rumah,” ujarnya.
Kronologi perburuan ini dimulai sejak akhir musim Liga 1 2024/2025. Setelah melepas salah satu striker asingnya, Persib langsung mengidentifikasi Peralta sebagai target utama. Penampilan eksplosifnya bersama Borneo FC pada paruh musim lalu — mencetak 12 gol dan 7 assist dalam 18 pertandingan — membuat namanya melambung dan menjadi incaran sejumlah klub papan atas, termasuk Persib. Bobotoh pun ramai mendesak manajemen untuk segera merampungkan transfer melalui media sosial, menjadikan tagar #PeraltaKePersib trending pada awal Maret lalu.
Namun, proses negosiasi tidak semulus yang dibayangkan. Selain selisih nilai transfer, isu besaran gaji personal juga menjadi faktor penentu. Kubu pemain dikabarkan meminta kontrak minimal Rp2,5 miliar per musim, sementara Persib hanya mampu menyanggupi Rp2 miliar pada tahap awal penawaran. Hingga Minggu (16/3), kedua belah pihak masih melakukan pembahasan intensif, dengan tenggat pendaftaran pemain baru Liga 1 2025/2026 yang semakin dekat, yakni 10 April 2025.
Analisis: Potensi Keterlambatan dan Dampaknya
Keterlambatan ini berpotensi mengganggu persiapan tim menghadapi musim baru. Berdasarkan data performa musim lalu, kontribusi Peralta sangat signifikan jika dibandingkan dengan rata-rata striker Persib saat ini. Pengamat sepak bola, Hanif Thamrin, menilai bahwa manajemen harus segera mengambil keputusan. “Jika Persib gagal mendapatkan Peralta, mereka harus punya rencana cadangan. Keterlambatan bisa merugikan persiapan tim, terutama setelah melepas striker andalan sebelumnya. Waktu hanya enam pekan sebelum kompetisi dimulai,” ujarnya.
| Indikator | Mariano Peralta (Borneo, 2024/2025) | Rata-rata Striker Persib (2024/2025) |
|---|---|---|
| Jumlah Gol | 12 | 8 |
| Assist | 7 | 3 |
| Tingkat Konversi Gol | 22% | 15% |
| Big Chance Created | 14 | 9 |
Dari tabel tersebut, terlihat bahwa kehadiran Peralta berpotensi meningkatkan produktivitas lini depan hingga 35% berdasarkan konversi peluang. Selisih kemampuan ini menjadi alasan bobotoh begitu antusias, sekaligus tekanan bagi manajemen untuk tidak melepas negosiasi.
Sumber internal menyebutkan bahwa Persib masih mengupayakan penambahan slot pendanaan melalui sponsor musim ini guna menutup selisih nilai. Jika opsi itu berhasil, bukan tidak mungkin peresmian kontrak terjadi dalam 10 hari ke depan. Sementara itu, Mariano Peralta sendiri dikabarkan tetap membuka peluang bergabung dengan Maung Bandung, dengan catatan nilai kontrak personal sesuai ekspektasi dan ada jaminan menit bermain yang memadai.
Manajemen Persib menegaskan bahwa mereka optimistis perekrutan bisa tuntas sebelum batas akhir pendaftaran. “Kami tidak ingin kehilangan momentum seperti musim lalu. Semua opsi sedang dimatangkan,” pungkas Indra Thohir.
Comments (0)