Jakarta — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni Tegaskan Promosi ASN Wajib Berbasis Kompetensi
Kementerian Kehutanan bergerak cepat membenahi tata kelola sumber daya manusia. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni secara terbuka menyatakan bahwa era prom
Kementerian Kehutanan bergerak cepat membenahi tata kelola sumber daya manusia. Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni secara terbuka menyatakan bahwa era promosi jabatan berdasarkan kedekatan personal telah berakhir. Di hadapan para pejabat eselon dan staf, ia menegaskan bahwa hanya satu parameter yang berlaku mulai saat ini: kompetensi yang terukur.
Pernyataan itu disampaikan dalam sebuah pertemuan internal yang berlangsung tegang namun penuh antusiasme. Raja Juli, yang baru beberapa bulan menjabat, tampak serius ketika menguraikan visinya tentang birokrasi yang bersih dan profesional. Ia tidak sekadar memberikan arahan normatif, melainkan menjabarkan langkah konkret yang akan diambil kementeriannya.
Reformasi Birokrasi Melalui Sistem Merit
Sistem merit menjadi kata kunci yang berulang kali ditekankan. Ini bukan sekadar istilah administratif, melainkan fondasi baru yang ingin dibangun di seluruh lini Kemenhut. Raja Juli menjelaskan bahwa mekanisme ini menempatkan dua hal sebagai dasar pengembangan karier Aparatur Sipil Negara: kompetensi dan kinerja.Reformasi birokrasi harus kita bangun melalui mekanisme yang adil dan transparan. Tidak boleh lagi ada ASN yang mendapatkan jabatan karena kedekatan atau faktor non-teknis lainnya. Saya ingin setiap pegawai merasa bahwa kerja keras mereka dihargai, dan jalur karier terbuka lebar bagi siapa saja yang mampu,ujar Raja Juli dengan nada tegas. Kebijakan ini menandai pergeseran fundamental dalam budaya kerja di Kemenhut. Selama ini, isu promosi berbasis koneksi menjadi keluhan laten di banyak kementerian. Kini, Kemenhut mencoba memotong jalur itu dengan pisau sistem merit. Setiap posisi strategis akan melalui proses seleksi yang ketat, dengan kriteria yang jelas dan dapat diaudit.
Comments (0)