Jakarta — LRT Fase 1B Velodrome-Manggarai Tersambung 100 Persen, Operasi Agustus 2026
PT LRT Jakarta mengonfirmasi bahwa pembangunan jalur LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai telah sepenuhnya tersambung. Proyek sepanjang 5,2 kilometer in
PT LRT Jakarta mengonfirmasi bahwa pembangunan jalur LRT Jakarta Fase 1B Velodrome–Manggarai telah sepenuhnya tersambung. Proyek sepanjang 5,2 kilometer ini kini memasuki tahap akhir konstruksi, dengan target operasi komersial pada Agustus 2026. Direktur Proyek Andi Setiawan menyatakan bahwa penyambungan jalur ini merupakan tonggak penting yang akan memperkuat konektivitas transportasi publik di tengah kota.
Jalur Fase 1B melanjutkan rute dari Stasiun Velodrome di Jakarta Timur menuju Stasiun Manggarai di Jakarta Selatan. Proyek ini mencakup tiga stasiun baru: Stasiun Pramuka, Stasiun Jatinegara, dan Stasiun Manggarai. Dengan penyelesaian ini, seluruh lintasan rel dan sistem kelistrikan telah terintegrasi secara fisik, memungkinkan uji coba sistem persinyalan dan operasional terpadu pada kuartal pertama 2026. Progres konstruksi kini berada di angka 92,3%, naik dari 78% pada akhir tahun lalu. Sisa pekerjaan meliputi penyelesaian stasiun, pemasangan fasilitas penumpang, sertifikasi keselamatan, dan integrasi teknologi pembayaran.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan Fase 1B mampu mengangkut 25.000 penumpang per hari pada tahun pertama operasi. Jalur ini akan terintegrasi langsung dengan Stasiun Manggarai, yang merupakan simpul utama KRL Commuter Line, serta akan terhubung dengan Transjakarta di koridor 6 dan 9. Selain itu, penumpang dari arah Velodrome dapat melanjutkan perjalanan ke pusat bisnis Sudirman melalui rencana Fase 1C Manggarai–Dukuh Atas yang dijadwalkan mulai konstruksi 2027. Total investasi Fase 1B mencapai Rp 7,8 triliun, yang berasal dari APBD DKI Jakarta dan pinjaman daerah.
Analisis Konektivitas dan Dampak Terhadap Mobilitas Perkotaan
Penyelesaian jalur Velodrome–Manggarai tidak sekadar menambah rute LRT, tetapi menciptakan simpul transportasi multipolar di pusat Jakarta. Saat ini, Fase 1A Velodrome–Pegangsaan Dua yang beroperasi sejak 2019 melayani rata-rata 9.800 penumpang per hari — angka yang masih jauh di bawah kapasitas. Dengan terhubungnya ke Manggarai, titik transit tersibuk di Jabodetabek, LRT akan mendapatkan suplai penumpang dari 1,2 juta pengguna KRL harian. “Koneksi fisik ini adalah game changer. Begitu LRT mulus terintegrasi dengan KRL di Manggarai, potensi penumpang bisa naik tiga kali lipat dalam dua tahun, asalkan frekuensi kereta dan tarif terintegrasi,” ujar pengamat transportasi Publik dari lembaga Transportologi, Rini Andayani.
Integrasi ini juga akan mengurangi waktu tempuh dari Jakarta Timur ke pusat bisnis. Saat ini, perjalanan dari Velodrome ke Stasiun Sudirman dengan kendaraan pribadi memakan waktu 45–60 menit di jam sibuk. Dengan LRT Fase 1B dan kelak Fase 1C, waktu tersebut dapat dipangkas menjadi 25 menit tanpa kendala jalan raya. Efek substitusi ini diperkirakan mengurangi 15.000 kendaraan pribadi per hari dari jalan arteri seperti Jalan Pramuka dan Jalan Jatinegara, yang akan berdampak pada penurunan emisi karbon sekitar 12% di koridor tersebut.
| Parameter | Fase 1A (Velodrome–Pegangsaan Dua) | Fase 1B (Velodrome–Manggarai) |
|---|---|---|
| Panjang Jalur | 5,8 km | 5,2 km |
| Jumlah Stasiun | 6 | 3 |
| Estimasi Penumpang/Hari | 15.000 (target awal) | 25.000 (proyeksi 2026) |
| Investasi | Rp 6,5 triliun | Rp 7,8 triliun |
| Status | Beroperasi sejak 2019 | Konstruksi 92,3%, uji coba 2026 |
Target Operasi dan Tantangan Menuju Agustus 2026
Jadwal operasi komersial Agustus 2026 ditetapkan setelah mempertimbangkan masa uji coba sistem yang akan dimulai Maret 2026. Uji coba ini mencakup pengujian sinyal CBTC (Communication-Based Train Control), inspeksi rel, serta simulasi operasi harian dengan 6 rangkaian kereta yang sudah disiapkan. Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan mensyaratkan seluruh prosedur sertifikasi keselamatan harus rampung pada Juli 2026, termasuk audit sistem evakuasi darurat dan perlindungan kebakaran. Sejauh ini, PT LRT Jakarta menyatakan belum ada kendala teknis yang dapat menggeser jadwal, meskipun faktor cuaca dan kesiapan pasokan listrik tetap menjadi perhatian.
Salah satu tantangan signifikan adalah menyelaraskan jadwal operasi LRT dengan KRL di Manggarai. Stasiun Manggarai saat ini sudah melayani 2.800 perjalanan KRL per hari dengan headway rata-rata 4 menit. LRT direncanakan beroperasi dengan headway 7 menit pada jam sibuk, sehingga perlu waktu transisi untuk menciptakan frekuensi yang saling mengisi. Selain itu, integrasi tarif dengan sistem pembayaran JakLingko masih dalam finalisasi agar penumpang cukup melakukan sekali tap saat berganti moda. “Keberhasilan integrasi tiket ini akan menentukan tingkat adopsi penumpang. Jika mulus, kita bisa melihat pergeseran besar ke angkutan umum di koridor timur-barat Jakarta,” tambah Rini Andayani.
Dengan seluruh elemen konstruksi tersambung, LRT Jakarta Fase 1B kini bergerak dari proyek fisik menuju proyek layanan. Bila target Agustus 2026 terpenuhi, Jakarta akan memiliki tulang punggung transportasi rel yang menghubungkan kawasan padat penduduk di timur dengan pusat transit nasional di Manggarai — sekaligus mendekatkan mimpi jalur lingkar dalam kota yang terintegrasi penuh.
Comments (0)