PHE OSES Mulai CEOR Offshore Pertama di Indonesia

JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) resmi memulai implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Rama,

Jul 09, 2026 - 17:08
0 0
JAKARTA – PT Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra (PHE OSES) resmi memulai implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Rama, menandai pertama kalinya teknologi injeksi kimia diterapkan di lingkungan lepas pantai Indonesia. Langkah strategis ini diharapkan mampu mendongkrak produksi minyak nasional dan membuka babak baru pengelolaan reservoir matang di Tanah Air. CEOR merupakan teknik pengurasan minyak tahap lanjut yang melibatkan injeksi larutan kimia—seperti surfaktan, polimer, atau alkali—ke dalam formasi batuan. Zat-zat ini bekerja dengan menurunkan tegangan antarmuka antara minyak dan air serta memperbaiki efisiensi penyapuan, sehingga minyak yang sebelumnya terperangkap dapat dialirkan ke sumur produksi. Penerapan CEOR di offshore memiliki kompleksitas tinggi karena keterbatasan ruang, logistik, dan kondisi lingkungan laut yang menuntut keandalan sistem injeksi.

Kronologi Implementasi Proyek CEOR Rama

  1. 2017–2018: Studi Kelayakan Awal
    Tim subsurface PHE OSES bersama mitra teknologi melakukan pemodelan reservoir untuk mengidentifikasi kandidat lapangan. Lapangan Rama terpilih karena memiliki karakteristik batupasir dengan saturasi minyak residu yang signifikan pasca waterflood serta respons positif dari uji laboratorium awal.
  2. 2019: Desain Formula Kimia dan Uji Laboratorium
    Rangkaian uji kompatibilitas fluida, adsorpsi, dan core flooding dilakukan di laboratorium terakreditasi. Formula surfaktan–polimer dioptimalkan untuk salinitas dan suhu reservoir Rama yang berada di kisaran 140–160°F.
  3. 2020–2021: Uji Coba Terbatas (Single Well Chemical Tracer Test)
    Pilot test dilakukan pada satu sumur kandidat untuk memvalidasi peningkatan perolehan minyak di kondisi aktual. Hasil menunjukkan peningkatan saturasi minyak yang dapat diproduksi sebesar 8–12% dari perkiraan awal.
  4. 2022–2023: Konstruksi Fasilitas Injeksi Offshore
    Platform Rama diperluas untuk menampung modul injeksi kimia, tangki penyimpanan surfaktan berkapasitas 2 × 500 barel, serta sistem pencampur inline. Seluruh material dikirim melalui kapal logistik khusus dari pangkalan darat di Cilacap.
  5. 2024: Commissioning dan Integrasi Sistem
    Uji fungsi menyeluruh dilakukan pada seluruh sistem injeksi, pemantauan tekanan, dan jaringan perpipaan bawah laut. Sertifikasi K3LL dan kesiapan personel operasional diselesaikan sebelum tahap injeksi penuh.
  6. Februari 2026: Inisiasi Injeksi Kimia Skala Penuh
    PHE OSES secara resmi memulai injeksi larutan surfaktan–polimer ke empat sumur injeksi di Lapangan Rama. Laju injeksi awal ditetapkan sebesar 3.000 barel per hari dengan konsentrasi kimia bertahap. Pemantauan respons produksi dilakukan secara real-time melalui sistem digital twin.
Proyek ini menelan investasi sekitar USD 180 juta dan ditargetkan meningkatkan perolehan minyak (recovery factor) Lapangan Rama dari 35% menjadi 45%, atau setara tambahan cadangan sebesar 18 juta barel minyak. Produksi harian lapangan yang saat ini berada di angka 6.200 barel per hari diproyeksikan naik menjadi 8.500–10.000 barel per hari dalam kurun dua tahun fase ramp-up. Keberhasilan CEOR di Lapangan Rama diyakini akan menjadi katalis bagi penerapan enhanced oil recovery di lapangan offshore matang lainnya, seperti di Blok North West Java dan Mahakam. Di tengah tren penurunan alamiah produksi nasional, terobosan ini menjadi salah satu pilar pencapaian target produksi minyak satu juta barel per hari pada 2030.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User