Penjualan HP China Anjlok 13% Meski Diskon Festival 618

Beijing, China — Penjualan smartphone di China mengalami penurunan tajam sebesar 13% selama festival belanja tahunan "618", yang berlangsung pada 1 hingga

Jul 09, 2026 - 05:50
0 0

Beijing, China — Penjualan smartphone di China mengalami penurunan tajam sebesar 13% selama festival belanja tahunan "618", yang berlangsung pada 1 hingga 18 Juni 2026. Penurunan ini terjadi meskipun berbagai merek besar asal China telah menggelontorkan diskon besar-besaran untuk menarik pembeli, menandakan lesunya daya beli konsumen yang belum pulih.

Menurut data awal dari China Academy of Information and Communications Technology (CAICT) dan lembaga riset pasar, total penjualan smartphone selama periode festival 618 mencapai 49,6 juta unit, turun signifikan dari 57 juta unit pada periode yang sama tahun 2025. Anjloknya angka penjualan ini berbanding terbalik dengan ekspektasi industri yang mengandalkan momentum 618 sebagai pendorong utama pertumbuhan semester pertama.

Penyebab Utama: Harga Dasar Naik, Diskon Terlalu Kecil

Salah satu pemicu utama merosotnya penjualan adalah kenaikan harga jual rata-rata (Average Selling Price/ASP) sebesar 8% dibandingkan tahun lalu, yang dipicu oleh lonjakan biaya komponen semikonduktor dan biaya produksi. Akibatnya, meski merek-merek seperti Xiaomi, Oppo, Vivo, dan Honor memberikan potongan harga, besaran diskon yang ditawarkan tidak semenggiurkan tahun-tahun sebelumnya.

Rata-rata diskon selama festival 618 kali ini hanya berkisar 5–10%, jauh di bawah diskon 15–25% yang lazim terlihat pada edisi 2024. Beberapa model flagship bahkan hanya dipangkas harganya sebesar 3–5%, membuat konsumen enggan beralih dari perangkat lama mereka.

“Konsumen semakin cerdas dan sensitif terhadap harga. Ketika harga dasar naik dan diskon tidak signifikan, mereka memilih menunda pembelian atau mencari alternatif yang lebih terjangkau,” ujar Liu Zhen, Analis Senior di Counterpoint Research China, dalam keterangannya kepada Apaberita, Selasa (2/6/2026).

Penjualan Online dan Offline Sama-Sama Tertekan

Data menunjukkan bahwa penurunan terjadi merata di semua kanal distribusi. Segmen penjualan online melalui platform seperti JD.com dan Alibaba mengalami kontraksi 15% year-over-year, sementara penjualan offline di gerai ritel fisik turun sekitar 10%. Hal ini menghapus harapan bahwa peralihan belanja ke daring bisa menyelamatkan angka penjualan.

Merek-merek premium juga tidak luput dari dampak. Huawei, yang dalam dua tahun terakhir mencoba bangkit kembali, mencatat penurunan volume penjualan 9%, kendati model lipat dan seri P-nya masih memiliki permintaan stabil di segmen kelas atas. Sementara itu, Apple — pemain asing yang selama ini relatif kebal terhadap gejolak pasar domestik China — juga mencatat pelemahan penjualan sebesar 7% untuk seri iPhone 16, yang dirilis awal 2026.

Dampak pada Industri dan Pasar Kerja

Lesunya penjualan selama 618 dikhawatirkan akan memicu gelombang kedua penurunan produksi dan efisiensi tenaga kerja di pabrik-pabrik perakitan. Beberapa pemasok komponen di Guangdong dan Shenzhen melaporkan penurunan pesanan mendadak hingga 20% dalam dua pekan terakhir.

Asosiasi Produsen Elektronik China (CAEF) menyatakan bahwa industri sedang menghadapi triple pressure: kenaikan biaya produksi, pelemahan permintaan domestik, dan ketidakpastian ekspor akibat tarif baru dari Amerika Serikat. Jika tren ini berlanjut, pemangkasan tenaga kerja di sektor manufaktur dikhawatirkan akan bertambah pada kuartal ketiga 2026.

Berikut adalah poin-poin penting dari laporan penjualan festival 618:

  • Penurunan total penjualan: 13% year-over-year menjadi 49,6 juta unit.
  • Kenaikan harga jual rata-rata (ASP): 8% akibat mahalnya komponen.
  • Besar diskon rata-rata: hanya 5–10%, turun dari 15–25% pada 2024.
  • Penurunan online: 15% — Penurunan offline: 10%.
  • Merek paling terpengaruh: Xiaomi, Oppo, Vivo; Apple dan Huawei juga turun meski lebih moderat.

Dengan hasil 618 yang mengecewakan ini, analis memperkirakan pasar smartphone China bisa mengalami kontraksi tahunan penuh sebesar 5–7% pada 2026, kecuali jika ada katalis besar seperti peluncuran teknologi AI generatif yang terintegrasi secara masif ke dalam perangkat mobile atau insentif pemerintah untuk tukar tambah perangkat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User