Lapangan Sisi Nubi Hasilkan Gas 100 Juta Kaki Kubik per Hari

JAKARTA, Apaberita — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengonfirmasi capaian produksi gas signifikan dari L

Jul 09, 2026 - 05:51
0 0
JAKARTA, Apaberita — Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mengonfirmasi capaian produksi gas signifikan dari Lapangan Sisi Nubi, bagian dari Blok Mahakam di lepas pantai Kalimantan Timur. Produksi perdana berhasil menembus angka 100 juta kaki kubik per hari (MMscfd) setelah rangkaian uji alir dan komisioning rampung pekan ini. Tambahan volume ini diharapkan memperkuat neraca gas nasional dan mendukung target lifting 12 miliar kaki kubik per hari pada 2030.

Kronologi Pengembangan dan Pengeboran

Lapangan Sisi Nubi memiliki sejarah eksplorasi panjang. Berikut tonggak utama sampai tahap operasi komersial:

  1. 2021: Akuisisi data seismik 3D seluas 420 km² untuk mempertajam pemetaan struktur gas.
  2. 2022: Persetujuan Plan of Development (POD) oleh SKK Migas dengan estimasi biaya investasi USD 450 juta.
  3. 2023: Pengeboran tiga sumur pengembangan — SN-1A, SN-2, SN-3 — masing-masing berkedalaman 2.300–2.600 meter di bawah permukaan laut.
  4. 2024: Pemasangan wellhead platform dan pipa bawah laut sepanjang 14 km menuju fasilitas pengolahan pusat (CPU) Sepinggan.
  5. Januari 2025: Uji alir sumur SN-1A menunjukkan laju produksi awal 45 MMscfd dengan kandungan CO₂ 4,2% dan H₂S 0,3%, di bawah ambang batas untuk pengolahan standar.
  6. Maret 2025: Integrasi penuh dengan sistem kompresi dan pengiriman ke PT Badak NGL dan jaringan pipa Kalimantan Timur.
  7. April 2025: Produksi stabil pada 100 MMscfd, setara 15% dari total produksi Blok Mahakam yang saat ini rata-rata 640 MMscfd.

Spesifikasi dan Infrastruktur Teknis

Operator Pertamina Hulu Mahakam (PHM) mengelola Sisi Nubi dengan kepemilikan saham penuh setelah transisi dari total E&P pada 2020. Sumur-sumur yang dibor menembus Formasi Kais pada lingkungan deltaik laut dangkal. Tekanan reservoir awal terukur 4.200 psig dengan permeabilitas porositas tinggi (18–22%), memungkinkan aliran alami tanpa artificial lift.

Fasilitas produksi mencakup unmanned platform dengan kapasitas desain 160 MMscfd dan sistem penghilangan air terproduksi hingga 2.500 barel per hari. Gas dialirkan melalui pipa 16 inci menuju hub Sepinggan untuk diproses lebih lanjut menjadi gas komersial dan LNG. Dengan tambahan ini, cadangan terbukti Blok Mahakam terevisi naik sebesar 320 miliar kaki kubik (Bcf), memperpanjang umur produksi blok hingga 2035.

Dampak pada Peta Energi Nasional

Capaian 100 MMscfd dari Sisi Nubi berkontribusi langsung pada rencana pemerintah mengurangi impor LPG dan meningkatkan utilisasi gas domestik untuk industri dan pupuk. SKK Migas mencatat, dengan produksi ini, total kapasitas gas nasional saat ini mencapai 5.800 MMscfd, mendekati target akhir tahun 5.960 MMscfd. Direktur Eksploitasi SKK Migas menyebut Sisi Nubi sebagai “salah satu proyek quick win yang strategis karena lokasi dan jaringan terintegrasi.”

Di sisi komersial, produksi ini akan dialokasikan ke kontrak jual beli gas (PJBG) dengan PT Pupuk Kalimantan Timur (500 BBTUD) dan PT PLN Gas (300 BBTUD) dalam jangka waktu tujuh tahun, harga terikat pada formula Indeks Harga Pasar Batubara (IHB) dan minyak mentah Indonesia (ICP), dengan kisaran USD 6,2–6,8 per MMBTU.

Prospek dan Pengembangan Lanjutan

Pengeboran sumur keempat (SN-4) direncanakan pada kuartal III/2025 untuk menambah kapasitas hingga 130 MMscfd. PHM juga tengah mengkaji penggunaan teknologi carbon capture untuk mengurangi emisi CO₂ yang terproduksi dari sumur, mengingat kandungan CO₂ yang cukup tinggi. Jika berhasil, proyek ini dapat menjadi model lapangan gas rendah emisi pertama di Indonesia.

Dengan realisasi lapangan Sisi Nubi, SKK Migas optimis mendorong percepatan proyek serupa di Lapangan Gendalo, Gehem, dan deepwater lainnya yang terkendala izin dan komersialitas. Studi lanjutan akan difokuskan pada peningkatan recovery factor menggunakan stimulasi asam dan kompresi ulang (recompression) pada 2027.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User