Pengukuhan Sesepuh Pondok Buntet Jadi Jalan Keberlanjutan Dakwah dan Pendidikan

Cirebon, Apaberita – Majelis Sesepuh Pondok Buntet Pesantren resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi adat dan keagamaan di kompleks pesantren, Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten C...

Jul 12, 2026 - 13:57
0 0

Cirebon, Apaberita – Majelis Sesepuh Pondok Buntet Pesantren resmi dikukuhkan dalam sebuah prosesi adat dan keagamaan di kompleks pesantren, Desa Mertapada Kulon, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Sabtu (14/6). Pengukuhan tersebut menandai babak baru estafet kepemimpinan strategis yang diharapkan mampu menjaga keberlanjutan dakwah, mutu pendidikan, dan kontribusi sosial pesantren tertua di Cirebon itu bagi kemaslahatan umat.

Prosesi pengukuhan dipimpin langsung oleh Pengasuh Pondok Buntet, K.H. Ade Nasihul Umam, dengan disaksikan oleh ribuan santri, alumni, serta sejumlah tokoh agama dan pejabat pemerintah daerah. K.H. Munawir Abdullah didapuk sebagai Ketua Majelis Sesepuh periode 2025–2030, didampingi oleh empat sesepuh lainnya, yaitu K.H. Syarif Hidayat, K.H. Bisri Mustofa, K.H. Abdul Ghofur, dan K.H. Muhammad Fadlullah. “Pengukuhan ini adalah ikhtiar kolektif untuk memastikan bahwa nilai-nilai perjuangan para muassis tidak berhenti pada satu generasi,” ujar K.H. Ade Nasihul Umam dalam sambutannya.

Estafet Kepemimpinan dan Amanat Keberlanjutan

Pembentukan Majelis Sesepuh merupakan respons atas dinamika internal dan tantangan zaman yang kian kompleks. Lembaga ini dirancang tidak sekadar sebagai dewan penasihat, melainkan sebagai penjaga ruh dan arah kebijakan strategis pesantren. Dalam pidato perdananya, K.H. Munawir Abdullah menegaskan bahwa majelis akan bekerja secara kolektif untuk menyusun cetak biru pengembangan pesantren dalam bidang dakwah, pendidikan formal dan nonformal, serta pemberdayaan ekonomi umat. “Kami tidak akan membiarkan pondok ini kehilangan elan vitalnya. Dakwah harus terus bergerak, pendidikan harus terus maju, dan kemaslahatan harus semakin dirasakan masyarakat sekitar,” tegasnya.

Keberadaan sesepuh diharapkan menjadi jembatan antara tradisi dan modernitas. Data internal menunjukkan Pondok Buntet saat ini menaungi lebih dari 12.000 santri yang tersebar di 47 unit pendidikan, mulai dari tingkat ibtidaiah hingga perguruan tinggi. Dengan jumlah tersebut, konsistensi visi menjadi krusial. Majelis akan mengawal kurikulum integratif yang memadukan kitab kuning dengan sains dan teknologi, sekaligus memperkuat jejaring dakwah di tingkat nasional dan internasional.

Tiga Pilar Strategis: Dakwah, Pendidikan, dan Kemaslahatan

Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Prof. Dr. H. Ahmad Zainuddin, M.Ag., yang hadir secara daring, menyambut baik pengukuhan ini. Menurutnya, model kepemimpinan kolektif berbasis kearifan lokal menjadi praktik tata kelola yang patut dicontoh. “Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan, melainkan pusat peradaban. Ketika para sesepuh mengambil tanggung jawab menjaga keberlanjutan, kita sedang menyaksikan praktik manajemen pengetahuan dan nilai yang sangat maju,” katanya melalui sambungan video.

Pilar pertama, dakwah, akan difokuskan pada penguatan syiar Islam _rahmatan lil ‘alamin_ melalui kanal digital dan gerakan sosial. Majelis berencana meluncurkan platform dakwah berbasis aplikasi yang memuat ceramah, konsultasi keagamaan, dan literasi digital bagi generasi muda. Pilar kedua, pendidikan, menargetkan akselerasi akreditasi seluruh unit pendidikan di bawah naungan yayasan, serta pembukaan program studi baru yang relevan dengan kebutuhan industri halal dan ekonomi syariah. Sementara pilar kemaslahatan akan diwujudkan lewat pengembangan koperasi pesantren, klinik pratama, dan program beasiswa bagi santri kurang mampu. “Kami tidak ingin pesantren menjadi menara gading. Kemaslahatan harus konkret, terukur, dan berkelanjutan,” ujar K.H. Munawir Abdullah saat ditemui usai acara.

Dukungan Pemerintah Daerah dan Harapan Alumni

Bupati Cirebon, Drs. H. Imron Rosyadi, M.Si., yang hadir langsung, menyatakan pemerintah daerah siap bersinergi. Ia menekankan bahwa Pondok Buntet merupakan mitra strategis dalam pembangunan sumber daya manusia di wilayah Cirebon dan sekitarnya. “Kami telah menyiapkan bantuan hibah untuk pengembangan sarana pendidikan dan digitalisasi perpustakaan pesantren. Keberadaan sesepuh memberikan kepastian arah, sehingga program bisa berjalan lebih terintegrasi,” ujar Imron.

Para alumni yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni Buntet pun menyambut antusias. Ketua Umum IKA Buntet, Dr. H. Ahmad Rofiq, M.Pd., mengatakan bahwa majelis sesepuh adalah manifestasi ikhtiar alumni menjaga marwah almamater. “Kami siap mendukung, baik secara moral maupun material. Ini bukan hanya tentang pesantren, tapi tentang masa depan umat,” katanya. Sejumlah alumni yang kini berkiprah di DPR RI, akademisi, dan pengusaha hadir memberikan testimoni dan komitmen dukungan.

Pengukuhan ditutup dengan pembacaan ikrar kesetiaan para sesepuh, doa bersama, dan penandatanganan prasasti. Hadirin tampak khusyuk mengikuti rangkaian prosesi hingga menjelang zuhur. Dengan dikukuhkannya Majelis Sesepuh, Pondok Buntet Pesantren menegaskan posisinya sebagai institusi yang adaptif tanpa kehilangan akar tradisi, sekaligus menjawab harapan umat akan keberlanjutan dakwah, peningkatan mutu pendidikan, dan perluasan manfaat bagi masyarakat luas.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User