Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama Universitas Airlangga secara resmi membuka serta mengoperasikan fasilitas pelayanan bedah medis hewan tingkat lanjut di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Senin (21/10). Inisiatif strategis ini dihadirkan guna menangani eskalasi kasus patologi kompleks pada fauna domestik maupun ternak produktif, mencakup eksisi neoplasma atau tindakan pengangkatan tumor hingga rekonstruksi reposisi serta fiksasi patah tulang melalui prosedur ortopedi veteriner modern.
Layanan rujukan klinis kesehatan hewan ini disahkan menyusul penandatanganan nota kesepahaman operasional antara pimpinan daerah dan otoritas perguruan tinggi negeri tersebut. Kebijakan ini diambil sebagai respons konkret terhadap tingginya kebutuhan masyarakat di kawasan timur Pulau Jawa yang selama ini menghadapi keterbatasan akses terhadap tindakan invasif bedah veteriner berteknologi tinggi.
Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, menyatakan bahwa keterlibatan institusi akademik terkemuka seperti Universitas Airlangga merupakan pilar fundamental dalam mengakselerasi kualitas pelayanan publik terpadu di tingkat daerah.
"Pemerintah Kabupaten Banyuwangi memandang sektor kesehatan veteriner sebagai bagian integral dari ketahanan kesehatan menyeluruh. Sinergi bersama Universitas Airlangga ini menindaklanjuti aspirasi warga dan komunitas peternak yang memerlukan fasilitas rujukan medis komparatif tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke luar wilayah," ujar Bupati Banyuwangi dalam keterangannya.
Komitmen Kelembagaan dan Tindak Lanjut Regulasi Veteriner
Penyelenggaraan pusat intervensi bedah hewan tersebut dijalankan berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2009 yang telah disempurnakan melalui UU Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. Berdasarkan landasan hukum nasional tersebut, otoritas pemerintah daerah mengemban kewajiban regulatif untuk memfasilitasi tersedianya pelayanan medik veteriner yang mumpuni demi melindungi ketahanan hayati publik dan kesejahteraan hewan.
Implementasi kebijakan teknis ini merupakan produk konkret yang dimatangkan dalam forum Rapat Koordinasi antara jajaran Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi dengan dekanat Fakultas Ilmu Kesehatan, Kedokteran, dan Ilmu Alam (FIKKIA) Universitas Airlangga. Melalui keputusan bersama dalam rapat kerja kelembagaan itu, disepakati bahwa klinik veteriner kampus akan diposisikan sebagai unit rujukan operatif spesialis bagi seluruh wilayah tapal kuda Jawa Timur.
Pimpinan FIKKIA Universitas Airlangga menegaskan komitmen sivitas akademika untuk menjamin standar keahlian dokter hewan bedah serta mematuhi seluruh kaidah bioetika kedokteran dalam menangani setiap pasien fauna rujukan.
"Keterlibatan tenaga ahli dan dokter hewan spesialis bedah kami menegaskan fungsi tridarma perguruan tinggi dalam melayani masyarakat luas. Standar operasional medis yang kami terapkan setara dengan rumah sakit hewan pendidikan terakreditasi nasional, mulai dari manajemen anestesi hingga pemulihan pascaoperasi," kata pimpinan fakultas tersebut.
Infrastruktur Klinis dan Cakupan Prosedur Pembedahan Kompleks
Fasilitas bedah bersama ini didesain guna menangani berbagai spektrum patologi bedah lunak dan bedah keras. Pada aspek ortopedi veteriner, unit medis ini memiliki kapabilitas teknis melakukan reposisi fragmen tulang yang hancur akibat cedera traumatik, didukung pemasangan implan pelat logam tahan karat maupun pin intramedular untuk memastikan osteosintesis tulang berlangsung sempurna.
Sementara pada tindakan onkologi, tim bedah hewan dipersiapkan menangani pengangkatan massa tumor ganas maupun jinak, seperti karsinoma sel skuamosa, limfoma, hingga tumor mamae. Setiap jaringan abnormal yang diangkat melalui prosedur operatif akan langsung diteliti di laboratorium histopatologi FIKKIA Unair guna menentukan diagnosis stadium dan prognosis pascatindakan secara komprehensif.
Sarana bedah ini ditetapkan dengan kelengkapan peralatan modern, termasuk instrumen anestesi inhalasi isofluran dengan sistem pemantau tanda vital otomatis, unit elektrokauter untuk minimalisasi pendarahan, radiografi digital beresolusi tinggi, serta instalasi ruang rawat intensif steril untuk mencegah komplikasi infeksi nosokomial pascabedah.
Dukungan Parlemen Daerah dan Integrasi Konsep One Health
Langkah progresif eksekutif daerah bersama Universitas Airlangga tersebut memperoleh dukungan kuat dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi. Dalam rapat evaluasi anggaran dan kebijakan ketahanan pangan, lintas Fraksi di parlemen daerah menyatakan persetujuan penuh terhadap integrasi fasilitas klinis veteriner ini ke dalam skema tata ruang pelayanan publik.
Dukungan politik anggaran tersebut sebelumnya telah dibawa dan diverifikasi secara resmi dalam agenda Rapat Pleno pengesahan program prioritas daerah. Parlemen menilai keberadaan fasilitas bedah terstandarisasi ini berkontribusi langsung pada perlindungan kesehatan masyarakat melalui pengendalian penyakit zoonosis—penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia—melalui deteksi dini dan tindakan pembedahan kuratif yang tepat.
Melalui kemitraan kelembagaan yang kokoh ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan Universitas Airlangga memproyeksikan fasilitas bedah hewan terpadu tersebut tidak hanya menjadi sentra penanganan klinis, melainkan juga wahana riset biomedis terapan dalam memajukan standar kesejahteraan hewan serta menopang produktivitas peternakan rakyat secara berkelanjutan.
Comments (0)