CIANJUR — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Cianjur secara resmi memberlakukan mekanisme penyaluran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berskema prasmanan di sejumlah satuan pendidikan, menindaklanjuti keputusan strategis pemerintah pusat dalam optimalisasi asupan nutrisi pelajar, Senin (24/2/2025). Program pemenuhan pangan berskala daerah ini ditetapkan untuk menjangkau kelompok sasaran secara bergilir tiap pekan, sekaligus meminimalkan timbulan sampah kemasan sekali pakai di lingkungan sekolah.
Mekanisme Penyaluran Prasmanan dan Rotasi Antarsekolah
Penyelenggaraan tahap awal pola prasmanan tersebut dipusatkan di beberapa titik percontohan wilayah perkotaan Cianjur sebelum diperluas ke zona sub-urban. Berdasarkan data operasional SPPG, unit layanan bergerak diterjunkan guna melayani sedikitnya 2.850 siswa yang tersebar di enam sekolah dasar negeri pada pekan perdana pelaksanaan. Petugas menyajikan menu lengkap yang mencakup karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran, dan buah segar yang telah distandardisasi kandungan energinya berkisar antara 600 hingga 750 kilokalori per porsi makan siang.
Koordinator Operasional SPPG Wilayah Cianjur, Hendra Gumilar, menyatakan bahwa skema prasmanan diterapkan guna membangun kultur kemandirian serta memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengukur porsi makan sesuai kebutuhan biologis tanpa menyisakan makanan. Pihaknya telah merancang jadwal kunjungan berkala yang mewajibkan armada dapur pusat bergerak berpindah dari satu sekolah ke sekolah lain setiap minggunya.
"Pelaksanaan skema prasmanan ini adalah langkah taktis untuk memastikan mutu organoleptik makanan tetap terjaga hangat saat dikonsumsi siswa. Kami menetapkan sistem rotasi mingguan agar pemerataan distribusi dapat terwujud, sembari kami terus memvalidasi kesiapan sarana sanitasi di masing-masing sekolah penerima manfaat," kata Hendra Gumilar dalam peninjauan di SD Negeri Ibu Jenab 1 Cianjur.
Koordinasi Lintas Sektoral dan Dasar Penyelenggaraan
Langkah implementasi program tersebut dirumuskan setelah melalui Rapat Koordinasi antara SPPG, Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, serta Dinas Kesehatan setempat. Langkah koordinasi ini berlandaskan ketentuan teknis pelaksanaan program pemenuhan gizi nasional yang disahkan pemerintah pusat, dengan mengacu pada pemenuhan hak dasar anak berdasarkan UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan yang diperbarui serta regulasi pendukung tentang ketahanan pangan daerah.
Dukungan kelembagaan daerah juga dibahas dalam Rapat Dengar Pendapat di tingkat legislatif daerah. Komisi IV DPRD Kabupaten Cianjur bersama perwakilan lintas Fraksi telah menyepakati bahwa pengawasan terhadap rantai pasok komoditas lokal harus menjadi prioritas mutlak, guna menjamin bahan pangan diserap langsung dari kalangan petani dan peternak lokal Cianjur.
Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, menegaskan bahwa pihak sekolah telah diinstruksikan untuk memfasilitasi sarana cuci tangan dan tempat makan higienis guna menyokong kelancaran program swalayan tersebut.
"Dinas telah menerbitkan surat edaran kepada para kepala sekolah untuk menindaklanjuti arahan teknis dari SPPG. Mekanisme prasmanan ini tidak hanya berorientasi pada transfer gizi, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan higienitas personal siswa di sekolah," ujar Ruhli Solehudin dalam keterangannya.
Standardisasi Pengawasan Higienitas dan Evaluasi Berkala
Guna menjamin keamanan konsumsi, SPPG menggandeng tenaga sanitarian dari Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) setempat untuk melakukan pengujian sampel makanan sebelum disajikan secara prasmanan. Parameter uji klinis mencakup uji bebas cemaran biologis dan kimiawi guna mencegah potensi insiden keracunan pangan di lingkungan pendidikan.
Hasil pemantauan hari pertama mencatat tingkat kepuasan peserta didik mencapai 96 persen, dengan penurunan sisa makanan di piring (plate waste) sebesar 40 persen dibandingkan metode pembagian makanan dalam kotak tertutup. Data empiris ini akan dihimpun sebagai bahan evaluasi dalam Rapat Pleno koordinasi lintas sektor pada akhir bulan, yang ditujukan untuk menentukan kelayakan perluasan program ke 32 kecamatan di seluruh Kabupaten Cianjur.
Pemerintah Kabupaten Cianjur bersama SPPG menargetkan skema prasmanan keliling ini dapat menjangkau 50.000 siswa pada kuartal kedua tahun anggaran berjalan, dengan penambahan armada distribusi termal dan fasilitas dapur satelit di wilayah Cianjur selatan.
Comments (0)