Pemerintah Optimistis Inflasi Akan Mereda pada Bulan Depan

Apaberita.com, Jakarta - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan keyakinannya bahwa laju inflasi akan mulai melandai pada bulan depan. Menurutnya, l

Jul 08, 2026 - 00:23
0 0
Pemerintah Optimistis Inflasi Akan Mereda pada Bulan Depan

Apaberita.com, Jakarta - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menyampaikan keyakinannya bahwa laju inflasi akan mulai melandai pada bulan depan. Menurutnya, lonjakan inflasi yang terjadi pada Juni 2026 lebih banyak disebabkan oleh faktor musiman dan penyesuaian harga yang sifatnya sementara.

Faktor Pendorong Inflasi Juni 2026

Susiwijono menjelaskan, angka inflasi tahunan sebesar 3,34% pada bulan Juni terutama didorong oleh komponen administered prices atau harga yang dikendalikan oleh pemerintah. Salah satu pemicu utamanya adalah kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non subsidi yang memang mengalami penyesuaian harga pada periode tersebut. Selain itu, komponen harga pangan juga masih terpengaruh oleh faktor musiman yang biasa terjadi menjelang masa panen atau perayaan tertentu.

"Ya inflasi kan kemarin Juni 3,34%. Sebenarnya kan lebih banyak pertama naiknya dari komponen administered prices. Administered prices itu kan faktor utama naiknya pasti karena Juni kemarin BBM non subsidi kan memang penyesuaian harga sudah pasti naik," ujar Susiwijono di kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2026).

Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa tekanan inflasi ini hanya bersifat sementara. Pemerintah telah mengantisipasi dampak dari kenaikan harga BBM non subsidi dan fluktuasi harga pangan dengan sejumlah kebijakan. Dengan berakhirnya faktor musiman dan penyesuaian harga yang sudah berjalan, diharapkan inflasi akan kembali terkendali pada Juli 2026.

Berdasarkan laporan Apaberita.com, Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mencatat inflasi Juni sebesar 3,34% year-on-year (yoy), sedikit meningkat dari bulan sebelumnya yang berada di angka 3,20%. Kenaikan ini sejalan dengan proyeksi sejumlah ekonom yang memperkirakan adanya tekanan pada harga energi dan pangan.

Susiwijono menambahkan, pemerintah terus memonitor pergerakan harga di pasar dan berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menjaga stabilitas pasokan dan distribusi. Langkah-langkah operasi pasar dan penyaluran bantuan sosial juga akan dioptimalkan untuk melindungi daya beli masyarakat, terutama kelompok rentan.

Sementara itu, tim pemantau Apaberita.com di lapangan mencatat harga beras dan beberapa komoditas pangan lainnya mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan masuknya musim panen di beberapa sentra produksi. Hal ini memberikan sinyal positif bagi meredanya inflasi pangan pada bulan Juli.

Dengan keyakinan tersebut, pemerintah berharap target inflasi sepanjang tahun 2026 yang ditetapkan dalam kisaran 3% plus minus 1% dapat tercapai. Jika inflasi bulan depan benar-benar melandai, maka tekanan pada perekonomian domestik dapat diminimalisir.

Laporan Apaberita.com akan terus memperbarui perkembangan inflasi nasional dan respons kebijakan pemerintah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
rizky-amelia

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan peristiwa penting.

Comments (0)

User