Aug 26, 2026
Politik

Pemerintah China Perintahkan Penarikan Jutaan Mobil Listrik Atas Masalah Pintu

Pemerintah Republik Rakyat China melalui Badan Pengatur Pasar (State Administration for Market Regulation/SAMR) secara resmi menetapkan program penarikan kembali atau recall secara masif yang melibatk...

Pemerintah China Perintahkan Penarikan Jutaan Mobil Listrik Atas Masalah Pintu

Pemerintah Republik Rakyat China melalui Badan Pengatur Pasar (State Administration for Market Regulation/SAMR) secara resmi menetapkan program penarikan kembali atau recall secara masif yang melibatkan jutaan unit mobil listrik di wilayahnya. Keputusan tersebut diambil menyusul ditemukannya kelemahan pada mekanisme pintu, khususnya tuas pintu darurat di dalam kabin, yang dinilai membahayakan keselamatan pengemudi maupun penumpang. Dalam pengumuman resminya, regulator menindaklanjuti temuan tersebut dengan mewajibkan sejumlah produsen mengajukan rencana program perbaikan kendaraan.

Dalam kebijakan yang diumumkan baru-baru ini, deretan nama besar industri kendaraan listrik dunia tercatat masuk daftar pelaksana program perbaikan. Produsen asal Amerika Serikat, Tesla, bersama sejumlah pemain domestik China, yakni Geely melalui merek Zeekr, Xiaomi, Xpeng, hingga Leapmotor, telah menyatakan rencana penarikan dan perbaikan unit-unit kendaraannya kepada otoritas terkait.

Rentangnya yang mencakup banyak produsen sekaligus menunjukkan bahwa persoalan ini bersifat lintas merek, bukan terbatas pada satu pabrikan tertentu. Hal tersebut berkaitan erat dengan tren desain serupa yang diadopsi hampir seluruh pengembang mobil listrik baru di pasar China.

Kewajiban penarikan tersebut dilaksanakan berdasarkan peraturan pengawasan produk yang berlaku di China, yang memberi kewenangan kepada otoritas pasar untuk memerintahkan perbaikan massal apabila ditemukan cacat yang berpotensi membahayakan konsumen. Prosedur serupa lazim ditempuh regulator negara tersebut untuk menjaga standar keselamatan industri otomotif nasional.

Fokus Masalah pada Tuas Pintu Darurat

Berdasarkan hasil telaah regulator, inti persoalan terletak pada desain mekanisme buka-tutup pintu dari sisi dalam kabin yang kini umumnya mengandalkan tombol elektris. Industri otomotif China yang tengah tumbuh pesat memang berlomba-lomba menghadirkan kebaruan pada produknya, termasuk sistem gagang pintu elektris yang dipandang lebih modern, ramping, dan estetis.

Meski demikian, di balik kesan canggih tersebut tersimpan potensi bahaya serius. Apabila kendaraan mengalami kecelakaan dan sistem kelistrikannya terputus, fitur pembuka pintu elektris berpotensi tidak dapat berfungsi sama sekali. Kondisi semacam ini dapat menghambat proses evakuasi, baik oleh pengemudi dan penumpang sendiri maupun oleh tim penyelamat yang datang ke lokasi kejadian.

Menyadari risiko tersebut, hampir seluruh model yang memakai mekanisme elektris sesungguhnya telah dilengkapi tuas pintu konvensional untuk keadaan darurat. Komponen cadangan itu umumnya ditempatkan tersembunyi di balik panel pintu atau doortrim, sehingga tidak tampak dalam pemakaian sehari-hari.

Tuas Darurat Sembunyi dan Warna Menyatu dengan Interior

Justru pada titik itulah persoalan baru muncul. Dari sejumlah model yang beredar di lapangan, tuas pintu darurat tersebut kerap dilengkapi penutup yang warnanya diseragamkan dengan panel pintu maupun dashboard kendaraan. Penempatan yang tersembunyi serta tampilan yang menyatu dengan interior membuat komponen vital itu sulit diidentifikasi secara cepat.

Pada skenario darurat, ketika situasi panik melanda, pengemudi atau penumpang berpotensi gagal menemukan letak tuas konvensional tersebut. Padahal, fungsi itu justru semakin krusial pada mobil listrik ketika pasokan daya mati total, sehingga seluruh mekanisme yang bergantung pada kelistrikan tidak dapat diandalkan lagi.

Menanggapi temuan itu, SAMR menegaskan bahwa keselamatan pengguna kendaraan merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar. "Mekanisme buka pintu elektris berpotensi tidak berfungsi apabila sistem kelistrikan kendaraan terputus akibat kecelakaan, sehingga keberadaan tuas darurat konvensional menjadi keharusan," bunyi penegasan yang tercantum dalam pengumuman resmi regulator tersebut.

Kepatuhan Produsen dan Imbas bagi Industri Kendaraan Listrik

Menindaklanjuti penetapan tersebut, para produsen berkewajiban melaksanakan program perbaikan sesuai rencana yang telah diajukan dan disahkan. Bentuk tindak lanjut antara lain mencakup peninjauan ulang desain penutup tuas darurat agar lebih mudah dikenali, sosialisasi kepada pemilik kendaraan, serta pemeriksaan fungsi mekanisme pintu melalui jaringan layanan resmi masing-masing merek.

Program penarikan berskala besar ini menjadi catatan penting bagi industri kendaraan listrik global. Persaingan ketat di pasar China mendorong para pabrikan menghadirkan fitur baru secara beruntun, namun kasus ini menegaskan bahwa aspek keselamatan fungsional tidak boleh dikorbankan demi estetika dan kesan modern sebuah desain.

Bagi masyarakat pemilik kendaraan, regulator menganjurkan untuk memantau pemberitahuan resmi dari masing-masing produsen, menghubungi dealer resmi, serta memastikan unit yang dimiliki memperoleh perbaikan sesuai lingkup program penarikan yang telah ditetapkan pemerintah China.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User