Aug 26, 2026
Politik

Ekonomi Iran Tertekan Perang, Purbaya Tinjau Realisasi APBN Jabar

JAKARTA — Dua isu utama mengemuka dalam pemberitaan ekonomi dan politik pada Selasa (25/8), yaitu tekanan perang terhadap perekonomian Iran serta peninjauan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja...

Ekonomi Iran Tertekan Perang, Purbaya Tinjau Realisasi APBN Jabar

JAKARTA — Dua isu utama mengemuka dalam pemberitaan ekonomi dan politik pada Selasa (25/8), yaitu tekanan perang terhadap perekonomian Iran serta peninjauan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Jawa Barat oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Kedua peristiwa tersebut sama-sama menyentuh persoalan stabilitas ekonomi, baik pada tataran internasional maupun nasional.

Pada satu sisi, eskalasi konflik bersenjata di Timur Tengah menimbulkan guncangan serius terhadap fondasi ekonomi Iran. Pada sisi lain, pemerintah Indonesia menunjukkan ketelitian fiskal melalui langkah langsung Menteri Keuangan guna memastikan belanja negara tepat sasaran di tingkat daerah.

Sanksi Internasional dan Blokade Laut Tekan Devisa Iran

Perekonomian Iran dilaporkan berada di bawah tekanan berat sejak Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan yang memicu kepanikan di Teheran serta sejumlah kota lain pada Sabtu (28/2/2026). Warga terlihat mengantre di stasiun pengisian bahan bakar, sementara antrian kendaraan keluar dari ibu kota meningkat tajam menjelang dan sesudah serangan berlangsung.

Tekanan militer tersebut diikuti pemberlakuan sanksi internasional dan blokade laut yang menghambat ekspor minyak mentah, komoditas utama penyumbang devisa negara. Jalur distribusi komoditas ekspor pun terhambat sehingga pendapatan devisa menyusut. Akibatnya, pasar domestik menghadapi kelangkaan barang kebutuhan pokok, lonjakan pengangguran, serta penurunan daya beli masyarakat secara ekstrem.

Harga Bahan Pokok Melonjak, Inflasi Proyeksi Hampir 70 Persen

Catatan lapangan memperlihatkan harga bahan pokok melonjak drastis sejak konflik berlangsung. Harga beras naik hingga 60 persen, sedangkan harga daging sapi melesat 150 persen apabila dibandingkan dengan periode sebelum perang. Gejolak harga tersebut terjadi di pasar-pasar di berbagai kota Iran seiring menyempitnya pasokan barang.

Dari sisi makroekonomi, Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan tingkat inflasi Iran akan menembus angka hampir 70 persen pada akhir tahun ini. Proyeksi tersebut sejalan dengan prediksi kontraksi produk domestik bruto (PDB) Iran hingga lebih dari 5 persen, sebuah indikasi bahwa roda perekonomian negara tersebut sedang menghadapi perlambatan berat.

Satu Juta Lapangan Kerja Hilang dalam Tiga Bulan

Dampak krisis juga terasa pada sektor ketenagakerjaan. Lebih dari 1 juta lapangan pekerjaan dilaporkan hilang hanya dalam tiga bulan pertama konflik. Kehilangan pekerjaan dalam skala masif tersebut menunjukkan cepatnya eskalasi krisis ekonomi di tengah berlangsungnya permusuhan bersenjata.

Kondisi itu terjadi bersamaan dengan angka pengangguran resmi yang merangkak naik ke level 9,1 persen. Rangkaian data tersebut menandakan bahwa tekanan ekonomi Iran masih berpotensi meluas apabila konflik tidak segera mereda dan pembatasan perdagangan tetap diberlakukan.

Purbaya Pastikan APBN Jabar Berdampak bagi Masyarakat

Di dalam negeri, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan peninjauan realisasi APBN di Jawa Barat. Kunjungan kerja tersebut diarahkan ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Jawa Barat sebagai simpul pengelolaan kas negara di tingkat wilayah.

Melalui peninjauan itu, Purbaya menegaskan pentingnya memastikan setiap rupiah belanja negara benar-benar sampai dan berdampak langsung kepada masyarakat. Peninjauan dimaksudkan untuk mengevaluasi serapan anggaran serta efektivitas program prioritas pemerintah di daerah.

Kehadiran Menteri Keuangan di daerah merupakan bagian dari upaya pemerintah menjaga kualitas belanja negara di tengah dinamika ekonomi global yang belum menentu. Pengawasan langsung terhadap realisasi APBN dipandang perlu agar target fiskal tetap tercapai dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat luas.

Sepanjang hari tersebut, kedua tema utama itu menjadi rujukan pembaca dalam memantau perkembangan ekonomi. Tekanan perang atas ekonomi Iran dan peninjauan APBN Jawa Barat menegaskan bahwa isu stabilitas fiskal, baik di kancah internasional maupun domestik, masih menjadi perhatian publik yang tinggi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS bagus-nugroho

Reporter Kebijakan Publik. Fokus pada APBN, otonomi daerah, dan reformasi birokrasi.

Comments (0)

User