JAKARTA — Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta menegaskan bahwa pembongkaran jembatan di Gang Perkutut, Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat, dilakukan guna membuka akses serta memperlancar mobilisasi alat berat dalam pekerjaan pengerukan saluran Kali Semongol atau Kali Kamal. Penjelasan resmi mengenai langkah tersebut disampaikan instansi itu pada Selasa (25/8).
Pembongkaran struktur di RT 05/RW 02, Jalan Warung Pojok, Gang Perkutut, sempat menimbulkan pertanyaan di kalangan warga karena akses penyeberangan harian mereka ikut terputus. Melalui keterangan tertulis, Dinas SDA menyatakan langkah tersebut merupakan bagian dari persiapan teknis penanganan banjir di kawasan Kalideres.
Akses Alat Berat Menjadi Pertimbangan Utama
Berdasarkan penjelasan Dinas SDA DKI Jakarta, keputusan membongkar jembatan diambil karena letak bangunan tersebut dinilai menghalangi pergerakan unit alat berat yang akan dikerahkan membersihkan sedimen di badan Kali Semongol atau Kali Kamal. Pekerjaan pengerukan itu disebut sebagai salah satu bentuk pengendalian banjir di wilayah Kalideres dan sekitarnya.
Lokasi pembongkaran berada di RT 05/RW 02, Jalan Warung Pojok, Gang Perkutut, yang menjadi salah satu jalur penyeberangan warga menuju permukiman di seberang kali. Pergerakan unit alat berat dinilai tidak memungkinkan melewati struktur jembatan yang ada, sehingga pembongkaran dipilih sebagai solusi teknis.
"Jembatan dibongkar agar alat berat dapat memasuki titik pengerukan. Langkah ini terkait langsung dengan upaya pengendalian banjir di kawasan," demikian bunyi keterangan resmi Dinas SDA yang diterima redaksi, Selasa (25/8).
Pelaksanaan Tertunda karena Suku Cadang Hilang
Staf Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Dinas SDA DKI Jakarta, Naufal, mengungkapkan bahwa pelaksanaan pengerukan di ruas kali tersebut sampai saat ini belum dapat berjalan. Kendala timbul setelah salah satu suku cadang unit alat berat diketahui hilang akibat tindakan vandalisme atau pencurian, sehingga mesin belum dapat dioperasikan sesuai jadwal.
"Suku cadang penggantinya masih dalam tahap penungguan, baik menunggu ketersediaan barang maupun melalui mekanisme inden," ungkap Naufal.
Ia menegaskan kendala tersebut tidak akan menghentikan rencana kerja. Ketika pengerukan dilanjutkan, ruas Kali Semongol atau Kali Kamal di sekitar bekas jembatan tetap dibutuhkan sebagai jalur operasional alat berat selama pekerjaan berlangsung. Dinas SDA menyebut pihaknya terus menindaklanjuti persoalan pengadaan agar target pekerjaan pengendalian banjir di kawasan Kalideres tetap dapat dicapai.
Warga Mengandalkan Jembatan Bambu Swadaya
Sampai dengan Selasa (25/8), penduduk RT 05/RW 02 masih memanfaatkan konstruksi bambu yang dibangun secara swadaya sebagai sarana penyeberangan. Jembatan bambu itu kini menjadi akses utama yang menghubungkan permukiman warga dengan Jalan Warung Pojok setelah struktur semula dibongkar.
Dinas SDA menyarankan masyarakat yang hendak melintas untuk sementara waktu menggunakan jembatan lain yang jaraknya tidak jauh dari lokasi pembongkaran. Instansi itu berharap warga memahami kondisi sementara tersebut selama pekerjaan penanganan banjir berlangsung.
Bina Marga Turut Membenarkan Pembongkaran
Kepala Pusat Data dan Informasi (Kapusdatin) Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Siti Dinar Wenny, turut membenarkan telah terjadi pembongkaran struktur jembatan di Gang Perkutut, Tegal Alur. Konfirmasi dari Bina Marga itu sejalan dengan keterangan Dinas SDA mengenai tujuan pembongkaran bagi kelancaran pekerjaan penataan sungai di lokasi.
Pengerukan Sedimen dan Pengendalian Banjir Jakarta
Pengerukan atau normalisasi saluran merupakan agenda rutin Dinas SDA DKI Jakarta untuk memulihkan kapasitas tampung sungai dan saluran drainase yang menurun akibat pendangkalan. Kawasan Kalideres termasuk wilayah yang secara berkala menjadi perhatian dalam penanganan genangan, mengingat aliran Kali Semongol atau Kali Kamal berperan penting dalam pembuangan air permukiman menuju hilir.
Dengan terbukanya akses bagi alat berat, pekerjaan pembersihan sedimen diharapkan berlangsung lebih cepat dan merata. Kecepatan pelaksanaan pun dinantikan warga, mengingat jembatan bambu swadaya belum tentu mampu menopang beban yang besar, terlebih pada kondisi cuaca buruk.
Sebagai tindak lanjut, Dinas SDA menyatakan akan terus memantau ketersediaan suku cadang agar unit alat berat segera dapat beroperasi. Masyarakat di sekitar lokasi diimbau mengikuti arahan petugas serta memanfaatkan jalur penyeberangan alternatif selama masa pekerjaan.
Sepanjang pekerjaan berlangsung, Dinas SDA berkomitmen memberikan pembaruan informasi kepada warga. Hal itu penting agar masyarakat memiliki gambaran jelas mengenai durasi penggunaan akses sementara serta progres penanganan banjir di lingkungannya.
Comments (0)