Sep 01, 2026
Politik

Pelindo Terminal Petikemas Raih Dua Penghargaan Pelabuhan Hijau dan Cerdas

Jakarta — PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Green and Smart Port Indonesia (GSPI) ASRI 2026. Terminal Petikem...

Pelindo Terminal Petikemas Raih Dua Penghargaan Pelabuhan Hijau dan Cerdas

Jakarta — PT Pelindo Terminal Petikemas (SPTP) mencatatkan prestasi membanggakan dengan meraih dua penghargaan sekaligus dalam ajang Green and Smart Port Indonesia (GSPI) ASRI 2026. Terminal Petikemas (TPK) Banjarmasin dan TPK Bitung ditetapkan sebagai penerima penghargaan bergengsi tersebut dalam sebuah seremoni yang digelar di Jakarta, Selasa (15/7). Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi SPTP dalam mengembangkan pelabuhan berwawasan lingkungan dan terintegrasi teknologi cerdas guna menopang ketahanan pangan nasional.

Penghargaan GSPI ASRI 2026

Ajang GSPI ASRI 2026 yang diselenggarakan oleh Asosiasi Riset dan Inovasi Indonesia menilai sejumlah indikator ketat, mulai dari efisiensi energi, pengelolaan limbah, reduksi emisi karbon, hingga penerapan sistem digitalisasi layanan kepelabuhanan. TPK Banjarmasin dan TPK Bitung dinyatakan unggul dalam seluruh parameter tersebut, mengalahkan puluhan terminal petikemas lain dari berbagai wilayah di Indonesia. Penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri Perhubungan kepada Direktur Utama SPTP, Raden Ari Wibowo, dalam acara yang turut dihadiri pejabat tinggi kementerian dan pelaku industri logistik.

Raden Ari Wibowo menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh insan SPTP dalam mentransformasi pelabuhan tradisional menuju modernisasi yang berkelanjutan. "Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata bahwa kami mampu menghadirkan pelabuhan yang tidak hanya efisien secara operasional, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan dan berkontribusi pada agenda nasional," ujarnya.

Inovasi TPK Banjarmasin dan Bitung

TPK Banjarmasin, yang berlokasi di Kalimantan Selatan, berhasil mengimplementasikan sistem manajemen energi berbasis panel surya pada fasilitas operasional dan penerangan terminal, sehingga berhasil menekan konsumsi listrik dari jaringan konvensional hingga 30 persen. Terminal ini juga menerapkan sistem pengelolaan limbah padat dan cair secara terpadu yang memenuhi baku mutu lingkungan berdasarkan ketentuan yang disahkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup.

Sementara itu, TPK Bitung di Sulawesi Utara mengusung konsep smart terminal dengan mengintegrasikan layanan bongkar muat berbasis Internet of Things (IoT). Seluruh aktivitas pergerakan petikemas dari dermaga hingga yard dipantau secara real-time melalui digital twin dashboard yang memangkas waktu tunggu kapal hingga 20 persen. Inovasi ini didukung oleh keputusan manajemen SPTP yang menetapkan alokasi investasi teknologi sebesar Rp150 miliar dalam Rapat Koordinasi Tahunan pada awal 2026.

"Kami menindaklanjuti arahan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil di sektor kepelabuhanan. Transformasi di Banjarmasin dan Bitung adalah model yang akan kami replikasi ke terminal lain," kata Ari Wibowo dalam keterangan resminya.

Dukungan Ketahanan Pangan Nasional

Posisi strategis TPK Banjarmasin sebagai gerbang distribusi komoditas pangan dari sentra pertanian di Kalimantan menempatkan terminal ini sebagai simpul vital dalam rantai pasok beras dan produk hortikultura. Sementara TPK Bitung menjadi pintu utama arus masuk dan keluar hasil perikanan tangkap serta olahan dari kawasan timur Indonesia. Kedua terminal ini tercatat meningkatkan volume bongkar muat komoditas pangan hingga 15 persen pada semester pertama 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan, efisiensi logistik yang dicapai melalui implementasi green and smart port di kedua terminal tersebut telah berkontribusi menekan biaya pengiriman bahan pangan hingga 8 persen, sehingga harga di tingkat konsumen lebih stabil. Kepala Badan Pangan Nasional, dalam forum yang digelar terpisah, menyatakan bahwa kolaborasi antara sektor kepelabuhanan dan program ketahanan pangan merupakan langkah konkret yang diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

SPTP menegaskan komitmennya untuk terus memperluas penerapan teknologi ramah lingkungan dan sistem cerdas di seluruh terminal kelolaannya yang berjumlah 34 terminal petikemas di Indonesia. "Penghargaan ini menjadi pemicu bagi kami untuk terus berinovasi, karena pelabuhan yang hijau dan cerdas adalah kunci daya saing logistik nasional sekaligus penopang ketahanan pangan," pungkas Ari Wibowo.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS admin

Comments (0)

User