Sep 01, 2026
Politik

BTN Rencanakan Penerbitan Obligasi Rp 2 Triliun pada September 2026

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengumumkan rencana penerbitan obligasi senilai sekitar Rp 2 triliun yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Rencana ini diungkapkan langsung o...

BTN Rencanakan Penerbitan Obligasi Rp 2 Triliun pada September 2026

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN mengumumkan rencana penerbitan obligasi senilai sekitar Rp 2 triliun yang dijadwalkan berlangsung pada September 2026. Rencana ini diungkapkan langsung oleh Direktur Utama BTN Nixon Napitupulu dalam konferensi pers di Menara II BTN, Jakarta, Senin (31/8).

Dalam kesempatan tersebut, Nixon menyatakan bahwa perseroan tengah mempersiapkan secara intensif proses penerbitan obligasi tersebut. Ia menegaskan bahwa obligasi yang akan diterbitkan berbeda dengan kerja sama BTN bersama PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Obligasi ini bakal ditawarkan secara langsung kepada investor di pasar keuangan domestik.

"Kita mau menerbitkan bonds, ini yang benar-benar kita jual ke market. Kisarannya kita masih melihat kondisi pasar, namun dalam waktu dekat kita akan mengumumkan bonds kita," tegas Nixon.

Target Nilai Penerbitan Rp 2 Triliun

Nixon memastikan bahwa proses penerbitan obligasi ditargetkan berlangsung pada September 2026 dengan nilai sekitar Rp 2 triliun. Namun, ia menegaskan bahwa nilai final penerbitan masih akan mempertimbangkan kondisi pasar pada saat proses penawaran berlangsung.

"Bulan ini, September targetnya sih Rp 2 triliun saja," sebut Nixon.

Perseroan optimistis bahwa kondisi pasar domestik memungkinkan untuk menyerap penerbitan obligasi tersebut. BTN juga telah melakukan berbagai persiapan untuk memastikan keberhasilan proses penawaran kepada investor.

Prioritas Pendanaan Rupiah

Dalam paparannya, Nixon menjelaskan bahwa BTN untuk sementara tidak berencana menerbitkan global bonds. Keputusan ini diambil karena perseroan membutuhkan pendanaan dalam mata uang rupiah di tengah kondisi nilai tukar saat ini.

"Global bonds sebenarnya kita tidak perlu karena kurs kan lagi seperti ini. Kita butuhnya untuk rupiah," terang Nixon.

Dengan fokus pada obligasi domestik, BTN berharap dapat menjaga stabilitas portofolio pendanaannya sekaligus mendukung program pembiayaan perumahan yang menjadi core business perseroan. Penerbitan obligasi ini diharapkan dapat menjadi alternatif pendanaan yang efisien dan berkelanjutan bagi BTN dalam menjalankan operasional dan ekspansi bisnisnya ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User