Pasangan Inggris Ditemukan di Jurang Usai Kebakaran Hutan Spanyol
ALMERIA, SPANYOL — Sepasang pendaki asal Inggris ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka bakar serius di dasar jurang setelah terjebak kebakaran hutan dahsyat yang melanda kawasan Pegunungan Sier...
ALMERIA, SPANYOL — Sepasang pendaki asal Inggris ditemukan dalam kondisi kritis dengan luka bakar serius di dasar jurang setelah terjebak kebakaran hutan dahsyat yang melanda kawasan Pegunungan Sierra de Alhamilla, Provinsi Almeria, Spanyol selatan, pada Selasa (15/7). Keduanya berhasil bertahan meski api mengepung lokasi pendakian dan memutus jalur evakuasi.
Korban diidentifikasi sebagai Emily Carter (28) dan James Thompson (30), warga Manchester yang tengah menjalani liburan trekking di rute populer Barranco del Infierno. Regu penyelamat dari satuan darurat militer Unidad Militar de Emergencias (UME) menjangkau mereka setelah menerima sinyal darurat dari perangkat GPS yang digunakan korban.
Kronologi Kejadian
Menurut keterangan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Almeria, José Antonio García, kebakaran mulai terdeteksi pada Senin (14/7) pukul 14.30 waktu setempat akibat sambaran petir yang memicu titik api di dua lokasi berbeda. Angin kencang berkecepatan 60 kilometer per jam dari arah tenggara dengan cepat memperluas kobaran, menghanguskan sedikitnya 2.300 hektare lahan hutan pinus dan semak belukar dalam waktu kurang dari 12 jam.
Carter dan Thompson diketahui memulai pendakian pada pagi hari tanpa memperoleh peringatan dini karena keterbatasan sinyal seluler di lembah tersebut. Ketika api menjalar mendekati jalur setapak, pasangan itu berupaya melarikan diri ke arah utara, namun terjebak di tebing curam dan terpaksa melompat ke jurang sedalam sekitar 15 meter untuk menghindari kobaran langsung. "Mereka mengambil keputusan ekstrem demi menyelamatkan nyawa," ujar García dalam konferensi pers di Posko Induk Operasi Darurat.
Operasi Penyelamatan Berisiko Tinggi
Helikopter Super Puma milik UME dikerahkan setelah pusat koordinasi menerima aktivasi tombol darurat pada Selasa dini hari pukul 02.15. Namun, asap tebal dan turbulensi termal membuat upaya penjangkauan udara sempat tertunda hingga fajar. Tim penyelamat akhirnya diterjunkan dengan teknik rappelling dari ketinggian 30 meter setelah pilot menemukan celah visual di antara kepulan asap.
"Kondisi di titik penemuan sangat berbahaya. Batu-batu besar masih membara, dan suhu permukaan tanah mencapai 70 derajat Celsius," jelas Kapten Miguel Ángel Sánchez, komandan regu penyelamat. Korban ditemukan dalam posisi terlindung di bawah cekungan batu, sebuah faktor yang disebut Sánchez sebagai "keajaiban kecil" yang mencegah luka bakar lebih parah. Keduanya segera dievakuasi menggunakan tandu vertikal ke helikopter dan diterbangkan ke Rumah Sakit Torrecárdenas di ibu kota provinsi.
Kondisi Medis dan Dampak
Direktur Pelayanan Medis Torrecárdenas, Dr. Ana Belén Fernández, menyatakan bahwa Carter menderita luka bakar tingkat dua hingga tiga pada 55 persen permukaan tubuh, terutama di bagian punggung dan lengan, sementara Thompson mengalami luka bakar pada 40 persen tubuh serta patah tulang kaki kanan akibat benturan saat terjun. Keduanya ditempatkan di unit luka bakar intensif dan menjalani serangkaian operasi debridemen.
"Stabilisasi hemodinamik menjadi prioritas utama pada 72 jam pertama," kata Fernández. "Kami optimistis angka harapan hidup pasien tetap tinggi karena usia mereka yang relatif muda dan respons awal terhadap terapi cairan cukup baik." Pihak rumah sakit belum dapat memastikan kapan korban dapat dipindahkan ke Inggris.
Sementara itu, Kedutaan Besar Inggris di Madrid telah mengirimkan staf konsuler untuk mendampingi keluarga korban yang dijadwalkan tiba di Almeria pada Rabu (16/7). Juru bicara Foreign, Commonwealth and Development Office (FCDO) membenarkan bahwa pemerintah Inggris terus berkoordinasi dengan otoritas Spanyol.
Penyelidikan dan Evaluasi Keamanan
Pemerintah regional Andalusia melalui Kementerian Lingkungan Hidup setempat telah membentuk tim investigasi untuk menyelidiki kronologi penyebaran api dan efektivitas peringatan dini. Direktur Jenderal Perlindungan Sipil, María del Mar Moreno, menyatakan bahwa jalur pendakian Barranco del Infierno seharusnya sudah ditutup sejak level siaga kebakaran naik ke tingkat merah pada Minggu (13/7) malam.
"Ada kemungkinan papan pengumuman di pintu masuk jalur rusak atau tidak terbaca oleh pendaki asing," ujar Moreno dalam rapat koordinasi dengan DPRD Andalusia. Pemerintah berjanji akan memasang sistem alarm berbasis seluler siaran seluler (cell broadcast) yang dapat menembus zona blankspot sebelum musim panas tahun depan.
Kebakaran di Almeria ini menjadi salah satu dari 15 titik api besar yang melanda Spanyol sepanjang musim panas tahun ini, dipicu gelombang panas ekstrem dengan suhu udara mencapai 44 derajat Celsius dan kelembapan di bawah 15 persen. Data Kementerian Transisi Ekologi Spanyol mencatat total lahan terbakar sejak Januari 2025 telah mencapai 87.000 hektare, melampaui rata-rata tahunan dalam satu dekade terakhir.
Respons Publik dan Pelajaran
Federasi Pendaki Gunung Spanyol (FEDME) mengimbau seluruh anggota dan wisatawan asing agar selalu memeriksa status siaga kebakaran melalui aplikasi resmi InfoAndalucía sebelum memulai aktivitas di alam terbuka. "Insiden ini menjadi pengingat brutal bahwa api dapat bergerak lebih cepat dari kecepatan lari manusia, terutama di medan terjal," kata Presiden FEDME, Luis Alberto Hernando.
Sementara itu, karib korban di Manchester menggalang dana melalui platform daring untuk mendukung biaya rehabilitasi jangka panjang. Hingga berita ini diturunkan, dana yang terkumpul telah mencapai 47.000 pound sterling. Otoritas Spanyol memastikan bahwa pencarian dan penyelamatan tidak akan dikenakan biaya kepada warga negara asing sebagaimana diatur dalam protokol kemanusiaan internasional.
Hingga kini, api di Sierra de Alhamilla masih dalam proses pemadaman oleh lebih dari 400 personel dan 12 unit pesawat. Meski titik api utama telah terlokalisasi, angin kencang diperkirakan masih akan berlangsung selama dua hari ke depan, memperpanjang masa tanggap darurat.
Baca juga:
Comments (0)