PAN: Rencana Kaesang Maju Pileg di Dapil Puan Hal Biasa

Jakarta, Apaberita – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay menyatakan bahwa rencana Kaesang Pangarep untuk maju dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 di daerah pemilihan yang ...

PAN: Rencana Kaesang Maju Pileg di Dapil Puan Hal Biasa

Jakarta, Apaberita – Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Daulay menyatakan bahwa rencana Kaesang Pangarep untuk maju dalam Pemilihan Legislatif (Pileg) 2029 di daerah pemilihan yang sama dengan Ketua DPR RI, Puan Maharani, merupakan langkah yang wajar dan berada dalam koridor hak politik setiap warga negara. Pernyataan tersebut disampaikan Saleh Daulay kepada awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Rabu (12/6/2024).

Menurut Saleh, partainya tidak akan mempermasalahkan apabila putra bungsu Presiden Joko Widodo itu kelak memutuskan untuk bertarung di dapil Jawa Tengah VI, yang selama ini dikenal sebagai basis suara Puan Maharani dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). PAN melihat dinamika pencalonan sebagai bagian integral dari proses demokrasi yang sehat.

“Itu hak politik setiap warga negara, dijamin undang-undang. Jadi, kalau ada yang ingin maju, termasuk Mas Kaesang, ya normal-normal saja. Siapa pun di Indonesia ini berhak untuk menggunakan hak konstitusionalnya, tidak boleh didiskriminasi,”

tegas Saleh Daulay.

Hak Konstitusional Warga Negara

Lebih lanjut, Saleh Daulay menekankan bahwa Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum secara eksplisit menjamin hak setiap warga negara untuk dipilih selama memenuhi persyaratan. Tidak ada satu pun ketentuan yang membatasi seseorang berdasarkan hubungan kekerabatan atau afiliasi politik nenek moyangnya. Oleh karena itu, majunya seorang putra presiden di dapil yang sama dengan petahana sekelas Puan Maharani tidak bisa dikatakan sebagai bentuk gangguan politik, melainkan realitas demokrasi elektoral.

Kaesang Pangarep sendiri saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Kehadirannya di kancah politik nasional kerap menyedot perhatian karena membawa nama besar trah Presiden. Dapil Jawa Tengah VI, yang meliputi Kota Surakarta, Kabupaten Sukoharjo, Klaten, dan Boyolali, secara historis merupakan lumbung suara PDIP dan telah menghantarkan Puan Maharani ke Senayan selama beberapa periode. Dinamika tersebut, kata Saleh, justru menggambarkan tingginya kompetisi politik yang bermakna.

Dinamika Koalisi dan Peta Politik 2029

Saleh mengingatkan bahwa saat ini PAN merupakan bagian dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang juga didukung oleh PSI. Meski demikian, ia menilai bahwa koalisi di tingkat nasional tidak harus menghalangi kompetisi antarpartai pendukung pemerintah di tingkat daerah pemilihan. Baginya, gagasan agar sesama partai koalisi tidak saling menantang di dapil yang sama merupakan pemikiran yang kaku dan tidak sesuai dengan semangat demokrasi.

“Kami sekarang sama-sama di pemerintahan, itu fakta. Tapi Pileg itu soal menangkap aspirasi rakyat di dapil masing-masing. Jadi jangan disamakan antara koalisi nasional dengan kompetisi di dapil. Kami menghormati sepenuhnya keputusan partai lain, termasuk PSI, untuk menempatkan kader terbaiknya di mana pun,”

imbuhnya.

Respon Terbuka dan Potensi Dialog

Dalam kesempatan tersebut, Saleh Daulay juga menyampaikan bahwa PAN membuka ruang komunikasi dengan semua pihak, termasuk PDIP sebagai partai yang saat ini menaungi Puan Maharani. Ia meyakini bahwa PDIP memiliki mentalitas petarung dan tidak akan mempermasalahkan hadirnya penantang dari kalangan mana pun, termasuk Kaesang.

Hingga berita ini diturunkan, Puan Maharani belum memberikan pernyataan resmi mengenai potensi majunya Kaesang di dapil yang sama dengannya. Begitu pula dengan PSI yang masih merahasiakan susunan daftar calon legislatif mereka. Namun langkah PAN yang secara terbuka memberikan pernyataan positif soal Kaesang dianggap sebagai gestur politik yang memperkuat kesan merenggangnya jarak antara PAN dan PDIP pasca pemilihan umum sebelumnya.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Adi Prayitno, menilai bahwa respons PAN ini menunjukkan kedewasaan partai dalam menghadapi konstelasi politik yang semakin cair pasca dua periode pemerintahan Jokowi. “Ini penanda bagus. Partai-partai mulai terbiasa bahwa garis persaingan dan kerja sama bisa ditarik ulang setiap saat. Dapil adalah medan pertarungan yang berbeda,” ujarnya ketika dihubungi secara terpisah.

Dengan demikian, wacana majunya Kaesang Pangarep di dapil Puan Maharani akan terus bergulir hingga pendaftaran resmi calon legislatif pada tahun 2028. PAN memilih bersikap inklusif dan menilai fenomena tersebut sebagai sesuatu yang lumrah dalam sistem demokrasi multipartai.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User