JAKARTA — Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jakarta Raya (PAM JAYA) mencatatkan skor penilaian Good Corporate Governance (GCG) sebesar 87,099 dengan predikat "Sangat Baik" untuk periode 2025. Capaian tersebut ditetapkan dalam proses evaluasi tata kelola yang dilaksanakan secara berkala, dan menandai penguatan sistem pengendalian internal badan usaha milik daerah itu di tengah tuntutan pelayanan air minum bagi warga ibu kota.
Hasil penilaian tersebut disampaikan dalam forum internal perusahaan yang dihadiri jajaran direksi, dewan pengawas, serta perwakilan pemegang saham. Angka 87,099 berada pada rentang kategori tertinggi dalam metodologi penilaian GCG yang berlaku, yakni di atas ambang batas 85 yang dikategorikan "Sangat Baik".
"Skor ini merupakan hasil penilaian menyeluruh atas aspek tata kelola, manajemen risiko, dan kepatuhan. Kami menerimanya sebagai dasar untuk perbaikan berkelanjutan, bukan sebagai titik akhir," demikian pernyataan resmi manajemen PAM JAYA.
Penguatan Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Berdasarkan keterangan resmi perusahaan, kenaikan skor GCG tidak terlepas dari serangkaian penataan kelembagaan yang dijalankan sepanjang periode penilaian. Penataan itu mencakup penguatan fungsi audit internal, penyempurnaan prosedur pengadaan barang dan jasa, serta penerapan sistem pelaporan pelanggaran yang dapat diakses seluruh pegawai.
Manajemen juga menegaskan bahwa prinsip transparansi, akuntabilitas, responsibilitas, independensi, dan kewajaran atau yang lazim disingkat TARIF menjadi kerangka utama dalam setiap keputusan korporasi. Kelima prinsip tersebut, menurut perusahaan, diterjemahkan ke dalam kebijakan operasional yang dievaluasi secara berkala oleh organ pengawas.
Selain itu, pengelolaan risiko disebut menjadi perhatian khusus, terutama yang berkaitan dengan keberlanjutan pasokan air baku, kondisi jaringan perpipaan, serta tingkat kehilangan air. Pengukuran indikator kinerja tidak hanya bertumpu pada aspek keuangan, tetapi juga pada mutu layanan kepada pelanggan.
Kontribusi pada Layanan Air Minum Jakarta
PAM JAYA menempatkan peningkatan cakupan dan kualitas pelayanan air perpipaan sebagai sasaran strategis. Dalam kerangka itu, perbaikan tata kelola dinilai berfungsi sebagai fondasi agar setiap keputusan investasi dan operasional dapat dipertanggungjawabkan kepada publik sebagai pemangku kepentingan utama.
Perusahaan menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat integritas organisasi dengan memperbaiki proses bisnis, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia, serta memperluas pemanfaatan teknologi informasi dalam pemantauan kinerja. Langkah tersebut diarahkan agar pelayanan air minum kepada masyarakat Jakarta berjalan lebih andal, efisien, dan akuntabel.
"Kepercayaan publik adalah modal utama. Karena itu, tata kelola yang baik harus tercermin dalam kualitas layanan yang dirasakan langsung oleh pelanggan," demikian penegasan manajemen.
Komitmen Keberlanjutan dan Evaluasi Berkala
Penilaian GCG terhadap badan usaha milik daerah umumnya dilakukan setiap tahun dengan melibatkan penilai independen maupun evaluasi internal yang mengacu pada regulasi yang berlaku. Skor yang diperoleh menjadi bahan masukan bagi penyusunan rencana kerja, penetapan target kinerja, dan perumusan kebijakan perbaikan pada periode berikutnya.
Dengan capaian 87,099, PAM JAYA menegaskan posisinya pada kategori tata kelola yang sangat baik. Meski demikian, perusahaan mengakui masih terdapat ruang penyempurnaan, khususnya pada aspek percepatan digitalisasi layanan, penurunan tingkat kehilangan air, dan penguatan sinergi dengan pemerintah daerah.
Manajemen menyatakan bahwa hasil evaluasi akan ditindaklanjuti melalui rencana aksi yang terukur, disertai pemantauan berkala oleh organ pengawas. Seluruh unit kerja diminta menjadikan rekomendasi penilaian sebagai acuan dalam menyusun program kerja tahunan.
Bagi publik Jakarta, angka tersebut bermakna pada dua hal: pertama, penguatan sistem yang meminimalkan potensi penyimpangan dalam pengelolaan sumber daya perusahaan; kedua, arah kebijakan yang menempatkan kepentingan pelanggan sebagai prioritas. PAM JAYA menyatakan akan terus menjaga momentum perbaikan agar target pelayanan air minum bagi seluruh warga ibu kota dapat direalisasikan secara bertahap dan terukur.
Comments (0)