Sep 16, 2026
Hukum

Pakar Desak Negara Afrika Buka Spektrum 600MHz Demi Internet Pedesaan

TUNIS — Pakar regulasi telekomunikasi terkemuka, Dr. Bashir Gwandu, kembali menyuarakan seruan penting kepada seluruh negara di kawasan Afrika untuk segera

Pakar Desak Negara Afrika Buka Spektrum 600MHz Demi Internet Pedesaan

TUNIS — Pakar regulasi telekomunikasi terkemuka, Dr. Bashir Gwandu, kembali menyuarakan seruan penting kepada seluruh negara di kawasan Afrika untuk segera mengalokasikan dan mengidentifikasi pita frekuensi 600 MHz bagi International Mobile Telecommunications (IMT). Kebijakan strategis ini dinilai menjadi kunci utama dalam memperluas jangkauan jaringan internet pita lebar (broadband) hingga ke wilayah pedesaan terpencil.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Gwandu saat memberikan pidato kunci dalam gelaran Konferensi Manajemen Spektrum 2026 di Tunis. Menurutnya, pemanfaatan spektrum pita rendah (low-band spectrum) merupakan langkah paling rasional secara ekonomi dan teknis guna mengatasi masalah blank spot serta kesenjangan digital yang selama ini membelenggu benua tersebut.

"Pemanfaatan spektrum 600 MHz adalah lompatan krusial untuk memastikan masyarakat di wilayah rural tidak tertinggal dari revolusi digital. Kita memerlukan komitmen kolektif di tingkat regional Afrika," tegas Gwandu dalam forum tersebut.

Kronologi dan Urutan Agenda Harmonisasi Spektrum

Dalam forum internasional di Tunis tersebut, para delegasi dan regulator membahas langkah-langkah konkret percepatan adopsi spektrum. Berikut adalah tahapan roadmap yang diusulkan oleh para pengamat regulasi:

  1. Evaluasi Spektrum Penyiaran Analog: Menyelesaikan migrasi siaran televisi terestrial analog ke digital (Digital Switchover) agar frekuensi 600 MHz dapat dibersihkan untuk layanan seluler.
  2. Harmonisasi Regulasi Regional: Mengintegrasikan kebijakan alokasi spektrum antarnegara anggota Uni Telekomunikasi Afrika (ATU) demi mencegah interferensi lintas batas.
  3. Alokasi untuk IMT (4G/5G): Menetapkan pita 600 MHz secara resmi ke dalam lisensi telekomunikasi seluler generasi terbaru.
  4. Pemberian Insentif Operator: Mendorong operator jaringan seluler membangun menara BTS di pedalaman dengan skema perizinan spektrum yang kompetitif dan terjangkau.

Keunggulan Teknis Pita Frekuensi Rendah 600 MHz

Secara teknis, spektrum 600 MHz memiliki karakteristik propagasi gelombang radio yang sangat ideal untuk wilayah geografis luas. Karakteristik ini menawarkan sejumlah manfaat nyata, antara lain:

  • Jangkauan Sinyal Lebih Luas: Satu menara pemancar (BTS) pada frekuensi 600 MHz mampu mencakup area hingga tiga kali lebih luas dibandingkan frekuensi tinggi (2 GHz ke atas).
  • Efisiensi Biaya Infrastruktur (Capex): Mengurangi kebutuhan jumlah menara BTS di kawasan pedalaman, sehingga memangkas biaya investasi operator telekomunikasi.
  • Penetrasi Dalam Ruangan: Gelombang frekuensi rendah memiliki daya tembus dinding bangunan yang jauh lebih kuat, meningkatkan kualitas jaringan di dalam rumah penduduk.

Dampak Ekonomi dan Penutupan Kesenjangan Digital

Ketiadaan akses internet di wilayah pedesaan Afrika telah lama memicu perlambatan ekonomi, keterbatasan akses pendidikan digital, serta minimnya layanan perbankan inklusif. Dengan membuka akses spektrum 600 MHz untuk IMT, penetrasi 4G dan 5G dapat ditingkatkan secara signifikan tanpa membebani tarif masyarakat pedesaan.

Gwandu mengingatkan bahwa tanpa kebijakan spektrum yang progresif dan harmonis, negara-negara berkembang akan terus menghadapi jurang pemisah ekonomi digital global. Momentum konferensi ini diharapkan menjadi pemicu bagi regulator telekomunikasi di Afrika untuk merealisasikan peta jalan konektivitas yang merata.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS tania-sari

Reporter Hukum. Meliput Mahkamah Konstitusi, judicial review, dan dinamika legislasi.

Comments (0)

User