Sep 16, 2026
Jawa Barat

Depok — Ratusan Wartawan Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang

Suasana haru dan keprihatinan mendalam menyelimuti kawasan Depok Open Space, Kota Depok, Jawa Barat, pada Kamis (10/9/2026) malam. Ratusan jurnalis dari be

Depok — Ratusan Wartawan Doa Bersama untuk Lima Jurnalis Hilang

Suasana haru dan keprihatinan mendalam menyelimuti kawasan Depok Open Space, Kota Depok, Jawa Barat, pada Kamis (10/9/2026) malam. Ratusan jurnalis dari berbagai organisasi media massa berkumpul memadati area terbuka tersebut untuk menggelar aksi doa bersama dan solidaritas. Aksi ini ditujukan bagi keselamatan lima orang jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat mengemban tugas jurnalistik meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di perairan Selat Sunda.

Suasana kian syahdu ketika para insan pers mulai menyalakan lilin-lilin kecil yang disusun membentuk formasi lingkaran di tengah lapangan. Dalam remang cahaya lilin, lantunan doa dipanjatkan secara bergantian sesuai keyakinan masing-masing, memohon keajaiban agar para wartawan yang tangguh tersebut dapat segera ditemukan dalam keadaan selamat. Kegiatan solidaritas ini tidak hanya menjadi simbol empati antar-sesama pekerja media, tetapi juga sebagai dorongan moral yang kuat bagi keluarga korban yang saat ini sedang mengalami masa-masa kecemasan yang mendalam.

Kronologi Hilang Kontak di Garis Depan Bencana

Berdasarkan informasi yang dihimpun, lima jurnalis yang terdiri dari juru kamera, reporter, dan fotografer tersebut berangkat menuju kawasan terluar zona bahaya Gunung Anak Krakatau untuk merekam secara langsung lonjakan aktivitas vulkanik. Namun, cuaca buruk yang mendadak ekstrem, disertai tingginya gelombang laut dan pekatnya abu vulkanik yang membubung hingga ribuan meter, membuat kapal yang mereka tumpangi kehilangan sinyal komunikasi sejak beberapa hari lalu.

"Kami di sini berdiri bersama, memegang erat harapan bahwa rekan-rekan kami mampu bertahan di tengah kondisi sulit tersebut. Pekerjaan jurnalisme di daerah bencana memang penuh risiko, tetapi keselamatan jiwa harus tetap menjadi prioritas utama yang tidak boleh ditawar. Kami mengetuk pintu langit agar ada titik terang dalam pencarian ini," ungkap salah satu koordinator aksi pers dengan suara bergetar.

Risiko Peliputan Bencana dan Evaluasi Protokol Keselamatan

Peristiwa hilang kontak ini kembali membuka diskusi kritis mengenai pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang ketat bagi para jurnalis yang ditugaskan di lokasi bencana berisiko tinggi. Garis batas antara menyampaikan berita aktual dan menjaga keselamatan diri sering kali menguji keputusan para pemburu berita di lapangan.

Kategori Risiko Kondisi di Lapangan Selat Sunda Upaya Mitigasi SAR
Aktivitas Vulkanik Hujan abu pekat dan lontaran material pijar Penyisiran jarak jauh menggunakan sensor termal
Kondisi Perairan Gelombang tinggi dan arus laut kuat Penerjunan kapal patroli besar dan helikopter
Konektivitas Sinyal telekomunikasi terputus total (blank spot) Pelacakan titik koordinat sinyal darurat (EPIRB)

Dalam kesempatan tersebut, forum jurnalis juga menyampaikan imbauan tegas kepada pihak otoritas pencarian dan pertolongan, termasuk Basarnas, TNI AL, dan Polairud, agar memaksimalkan pemanfaatan teknologi canggih dalam proses operasi SAR. Penggunaan kapal penyelamat berkapasitas besar serta pesawat pengintai udara sangat diharapkan dapat menembus area perairan yang tertutup kabut asap abu vulkanik.

Hingga aksi doa bersama berakhir, para peserta terus bertahan di lokasi sambil saling menguatkan. Nyala lilin yang perlahan padam di Depok Open Space malam itu meninggalkan pesan tersirat bahwa solidaritas sesama jurnalis tidak akan pernah surut, dan perjuangan untuk menemukan lima rekan media yang hilang akan terus dikawal sampai tuntas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS hendra-wijaya

Editor Politik. Mantan jurnalis cetak dengan spesialisasi politik elektoral. Menulis analisis kebijakan dan reportase parlemen.

Comments (0)

User