Sep 16, 2026
Jawa Barat

DEPOK — Mahasiswa UI Ciptakan Pendingin Ruangan Hemat Energi ADEM

Tingginya suhu udara akibat perubahan iklim global mendorong konsumsi energi listrik untuk pendingin ruangan meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhi

DEPOK — Mahasiswa UI Ciptakan Pendingin Ruangan Hemat Energi ADEM

Tingginya suhu udara akibat perubahan iklim global mendorong konsumsi energi listrik untuk pendingin ruangan meningkat drastis dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah tantangan krisis energi dan tuntutan efisiensi, sekelompok inovator muda dari Universitas Indonesia (UI) menghadirkan terobosan teknologi baru. Lima mahasiswa UI berhasil merancang prototipe pendingin ruangan pintar berbasis teknologi mikroiklim yang dinamai ADEM (Adaptive Energy-efficient Microclimate System).

Inovasi ini lahir sebagai jawaban atas penggunaan Air Conditioner (AC) konvensional yang kerap dinilai boros daya dan kurang ramah lingkungan. Berbeda dengan pendingin ruangan biasa yang mengondisikan udara di seluruh sudut ruangan secara serentak, sistem ADEM bekerja secara terfokus pada zona mikro sekitar pengguna. Menggunakan jaringan sensor adaptif berbasis kecerdasan buatan, perangkat ini mampu menyesuaikan intensitas pendinginan berdasarkan keberadaan dan aktivitas manusia di dalam ruangan.

Lahir dari Solusi Krisis Energi Terapan

Pengembangan riset ini dipimpin oleh tim mahasiswa yang menggabungkan keahlian teknik elektro, teknik mesin, dan ilmu komputer. Berdasarkan pengujian awal di laboratorium, prototipe ADEM terbukti mampu menekan konsumsi energi listrik hingga 40 sampai 50 persen dibandingkan dengan pendingin udara standar pada kapasitas ruangan yang sama.

"Kami melihat bahwa sistem AC saat ini terlampau banyak membuang energi untuk mendinginkan area yang sebenarnya tidak ditempati manusia. Dengan pendekatan microclimate cooling, ADEM memfokuskan aliran udara dingin hanya pada area aktif, sehingga beban kompresor berkurang secara signifikan," ungkap ketua tim pengembang.

Sistem ini dirancang terintegrasi dengan modul Internet of Things (IoT) yang memungkinkan pemantauan suhu, kelembapan, dan pemakaian energi secara real-time melalui aplikasi ponsel pintar. Pengguna tidak hanya mendapatkan kenyamanan termal yang presisi, tetapi juga dapat memantau estimasi biaya listrik harian secara transparan.

Perbandingan Efisiensi Energi: AC Konvensional vs ADEM

Berikut adalah perbandingan performa dan karakteristik operasional antara pendingin udara konvensional dengan sistem adaptif ADEM yang dikembangkan oleh mahasiswa UI:

Parameter Operasional AC Konvensional (1 PK) Sistem ADEM UI
Daya Listrik Rata-rata 750 - 900 Watt 350 - 450 Watt
Metode Pendinginan Seluruh Ruangan (Makro) Zona Aktif Adaptif (Mikro)
Pengontrolan Suhu Termostat Statis Sensor Presensi & AI Sensor
Penghematan Energi Standar Base Line Hingga 50% Lebih Hemat

Masa Depan Teknologi Hijau Buatan Anak Bangsa

Inovasi ini mendapat apresiasi positif dari kalangan akademisi dan praktisi energi bersih. Para pengamat menilai bahwa terobosan yang digagas mahasiswa UI ini memiliki potensi komersial yang sangat besar, terutama untuk konsumsi perkantoran modern dan hunian berkonsep green building.

"Langkah ini merupakan wujud nyata kontribusi akademisi muda dalam mendukung target net-zero emission nasional," puji salah satu dosen pembimbing riset tersebut. Ke depan, tim mahasiswa UI ini berencana meningkatkan prototipe ADEM ke tahap pengujian skala industri serta mengajukan hak paten atas teknologi kontrol adaptif yang mereka kembangkan.

Dengan hadirnya inovasi seperti ADEM, Indonesia diharapkan tidak hanya menjadi konsumen teknologi impor, tetapi mampu berdiri mandiri sebagai produsen teknologi ramah lingkungan yang kompetitif di tingkat global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
PENULIS rizky-amelia

Reporter Senior. Meliput dinamika politik nasional, kebijakan publik, dan isu parlemen selama 8 tahun. Alumni FISIP UI.

Comments (0)

User