Oda Konfirmasi Hierarki Buah Iblis dalam One Piece

TOKYO — Eiichiro Oda, kreator di balik serial manga legendaris One Piece, akhirnya memberikan penegasan resmi terkait fenomena yang telah lama menjadi perbincangan di kalangan penggemar: sejumlah Bu...

Jul 13, 2026 - 06:52
0 0

TOKYO — Eiichiro Oda, kreator di balik serial manga legendaris One Piece, akhirnya memberikan penegasan resmi terkait fenomena yang telah lama menjadi perbincangan di kalangan penggemar: sejumlah Buah Iblis (Devil Fruit) memiliki hubungan hierarki kekuatan. Pernyataan ini disampaikan Oda melalui rubrik tanya jawab SBS (Shitsumon o Boshū Suru) yang termuat dalam volume terbaru komik tersebut, dan langsung memicu gelombang diskusi baru di komunitas global.

Dalam penjelasannya, Oda mengonfirmasi bahwa beberapa jenis Buah Iblis, meski menawarkan kemampuan yang tampak serupa, sesungguhnya berada dalam satu garis keturunan kekuatan yang bersifat superior dan inferior. Artinya, ada Buah Iblis yang secara alamiah mengungguli buah lain yang memiliki esensi serupa. "Ini bukan kebetulan. Memang ada hierarki yang mengatur hubungan antara buah-buah tertentu," tulis Oda dalam jawabannya.

Klarifikasi ini memberikan konteks baru terhadap sejumlah pertempuran ikonik dalam seri. Penggemar selama ini telah berspekulasi, namun konfirmasi sang kreator kini membuka pemahaman yang lebih dalam tentang aturan main dunia One Piece.

Contoh Nyata Hierarki Buah Iblis

Salah satu contoh paling mencolok adalah hubungan antara Buah Magma (Magu Magu no Mi) yang dimiliki oleh Laksamana Akainu, dan Buah Api (Mera Mera no Mi) yang dahulu digunakan oleh Portgas D. Ace dan kini oleh Sabo. Menurut Oda, Magma mewakili tingkatan kekuatan yang lebih tinggi dibandingkan Api biasa. Pernyataan ini memperkuat momen tragis di Marineford, saat serangan magma Akainu mampu membakar tubuh Ace yang notabene kebal terhadap api.

Contoh lain yang disoroti adalah Buah Salju (Yuki Yuki no Mi) milik Monet dan Buah Es (Hie Hie no Mi) milik Laksamana Aokiji. Keduanya sama-sama bersifat dingin, tetapi Es dianggap sebagai evolusi yang lebih kuat dari Salju. Konfirmasi ini menjelaskan mengapa Aokiji dapat membekukan lautan dalam sekejap, sementara kemampuan Monet lebih terbatas pada manipulasi badai salju.

Tak hanya di unsur alam, hierarki juga terjadi pada tipe Paramecia. Buah Ton (Ton Ton no Mi) milik Machvise memungkinkan pemakainya meningkatkan berat tubuh hingga ribuan ton, sementara Buah Kilogram (Kiro Kiro no Mi) milik Mikita terbatas pada skala kilogram. Dalam kolom SBS, Oda menegaskan bahwa Ton Ton adalah bentuk superior yang memberi kendali lebih luas dan daya rusak lebih besar.

Implikasi bagi Alur Cerita dan Teori Penggemar

Pengakuan resmi ini memberi bobot baru pada berbagai teori yang telah beredar di forum-forum diskusi. Konsep "kebangkitan" (Awakening) Buah Iblis kini dapat dilihat sebagai upaya untuk mendobrak batas hierarki alami tersebut. Dengan demikian, pertarungan antara pengguna buah inferior melawan superior bukan lagi mustahil, asalkan sang pengguna mampu membangkitkan potensi sejati buahnya.

Selain itu, penggemar kini ramai mendiskusikan kemungkinan adanya silsilah lengkap Buah Iblis yang belum diungkap. Apakah setiap buah memiliki "kakak" dan "adik" dalam taksonomi kekuatan? Bagaimana dengan buah-buah tipe Zoan mitologis yang kini semakin sering muncul di arc Wano dan Egghead? Semua ini membuka ruang interpretasi baru yang membuat semesta One Piece semakin kaya dan kompleks.

Pihak Shueisha selaku penerbit belum memberikan komentar tambahan. Namun, volume yang memuat SBS tersebut dipastikan telah disahkan untuk rilis global dalam beberapa pekan mendatang, sehingga penggemar internasional dapat segera menikmati sendiri penjelasan lengkap dari sang kreator.

Respons Komunitas dan Analisis Ahli Manga

Pengamat manga dari Universitas Tokyo, Prof. Kenji Yamamoto, dalam wawancara via surel menyebut pengungkapan ini sebagai "langkah Oda untuk merajut kembali benang merah yang selama ini ia bentangkan secara implisit." Menurutnya, konsistensi Oda dalam membangun sistem kekuatan adalah alasan mengapa One Piece tetap relevan setelah lebih dari dua dekade.

Sementara itu, komunitas daring di platform seperti Reddit dan Twitter dalam 24 jam terakhir telah mencatat lebih dari 120 ribu cuitan dengan tanda pagar #DevilFruitHierarchy. Seorang pengguna dengan akun @GrandLineTheory menulis, "Sekarang masuk akal kenapa Oda tidak pernah sekadar membuat buah serupa tanpa alasan. Ada rancangan besar di balik semuanya."

Dengan terungkapnya fakta ini, para kolektor dan penggemar setia pun bersiap menanti kemungkinan revisi atau penambahan pada buku data resmi One Piece berikutnya. Pameran One Piece yang dijadwalkan berlangsung di Tokyo Dome pada akhir bulan ini diprediksi akan ikut membahas temuan baru ini dalam sesi khusus.

Baca juga:

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
putri-anggraini

Fact Checker Politik. Memverifikasi klaim publik, pidato pejabat, dan informasi viral. Anggota jaringan cek fakta Indonesia.

Comments (0)

User