Nelayan di Pandeglang Tetap Melaut Meski Gunung Anak Krakatau Siaga 3
Pandeglang – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang meningkat hingga level siaga III tidak menyurutkan langkah para nelayan di Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk tetap melaut. Mereka masih b
Pandeglang – Aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau yang meningkat hingga level siaga III tidak menyurutkan langkah para nelayan di Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk tetap melaut. Mereka masih berangkat mencari ikan seperti biasa, meskipun status gunung di Selat Sunda itu telah dinaikkan.
Berdasarkan laporan yang dihimpun Apaberita.com, keseharian nelayan di pesisir Pandeglang tak terganggu dengan kenaikan status tersebut. Mereka menilai kondisi laut masih aman untuk dijelajahi, setidaknya hingga ada arahan resmi yang melarang aktivitas melaut dari otoritas terkait.
Wakil Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Ranting Labuan, Jumami, membenarkan hal itu. Ia menyebut para nelayan tetap tenang dan berangkat melaut seperti hari-hari biasanya. “Kami hanya mengimbau untuk tetap waspada dan berhati-hati,” ujarnya saat dihubungi Apaberita.com, Minggu (5/7/2026).
“Nelayan mah biasa saja, tetap beraktivitas, tidak ada kendala.”
Keputusan untuk terus melaut ini diambil karena hingga saat ini belum ada surat edaran resmi dari HNSI maupun instansi pemerintah yang meminta para nelayan menghentikan kegiatan penangkapan ikan. Selama tidak ada larangan dan kondisi di lapangan dinilai memungkinkan, mereka akan terus bekerja demi memenuhi kebutuhan ekonomi sehari-hari.
Status siaga III Gunung Anak Krakatau sebenarnya menimbulkan kekhawatiran bagi masyarakat umum, mengingat sejarah letusan gunung ini yang sempat memicu tsunami pada 2018 silam. Namun, bagi para nelayan di Pandeglang, pemahaman terhadap karakter alam sudah menjadi bagian dari kehidupan mereka.
Mereka mengandalkan pengalaman serta informasi dari pos pemantau untuk menentukan langkah. Apabila tanda-tanda bahaya semakin jelas, seperti munculnya kolom abu tebal atau gemuruh yang terasa hingga ke daratan, biasanya mereka akan secara mandiri mengurangi aktivitas atau memilih jalur tangkap yang lebih aman.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada instruksi penghentian aktivitas melaut dari HNSI. Pihaknya bersama para nelayan terus memantau perkembangan situasi Gunung Anak Krakatau dari berbagai sumber terpercaya. Keselamatan tetap menjadi prioritas, namun di sisi lain, laut adalah ruang hidup yang tidak bisa ditinggalkan begitu saja. Para nelayan berharap kondisi tetap kondusif sehingga mereka bisa mencari nafkah tanpa hambatan berarti.
Comments (0)