JAKARTA — Partai Nasdem menyatakan belum menetapkan secara final sosok yang akan diusung sebagai calon gubernur Sumatra Utara pada Pemilihan Gubernur 2024. Dua nama yang tengah dipertimbangkan adalah Gubernur petahana Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution. Penegasan itu disampaikan menyusul dinamika komunikasi politik yang berkembang di internal partai maupun dengan sejumlah pihak eksternal dalam beberapa pekan terakhir.
Menurut penuturan elite partai, kedua nama tersebut muncul berdasarkan hasil penjaringan aspirasi dari struktur wilayah, kader, serta masukan dari tokoh masyarakat Sumatra Utara. Pertimbangan utama yang digunakan bukan semata elektabilitas, melainkan juga rekam jejak pemerintahan, kapasitas mengelola daerah, dan daya keterpilihan di hadapan pemilih.
"Keduanya masih dalam pertimbangan. Kami belum memutuskan siapa yang akan diusung. Semua nama yang masuk akan dibahas dalam rapat pleno dan mekanisme internal partai," ujar seorang fungsionaris Nasdem di Jakarta.
Dua Nama dengan Basis Dukungan Berbeda
Edy Rahmayadi merupakan tokoh yang telah menjabat Gubernur Sumatra Utara sejak 2018. Selama masa kepemimpinannya, ia menekankan program pembangunan infrastruktur daerah, penataan kawasan, serta penguatan sektor pertanian dan perkebunan yang menjadi tulang punggung ekonomi provinsi. Posisi sebagai petahana memberikan keunggulan berupa pengenalan nama yang sudah luas dan jaringan birokrasi yang telah terbangun.
Di sisi lain, Bobby Nasution menempati posisi Wali Kota Medan dan dinilai memiliki basis dukungan pemilih muda serta perkotaan. Sebagai figur yang relatif lebih baru di panggung politik Sumatra Utara, ia membawa narasi pembangunan kota, percepatan layanan publik, dan pendekatan digital dalam tata kelola pemerintahan. Kedekatannya dengan kekuatan politik nasional disebut menjadi salah satu faktor yang membuat namanya terus diperhitungkan.
Partai Nasdem menegaskan bahwa penetapan calon akan dilakukan melalui mekanisme resmi, termasuk pembahasan di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah dan Dewan Pimpinan Pusat. Proses itu juga akan memperhatikan hasil survei, peta koalisi, serta komunikasi dengan partai politik lain yang berpotensi menjadi mitra dalam Pilgub Sumatra Utara.
Peta Koalisi Masih Dinamis
Situasi politik menjelang Pilgub Sumatra Utara masih bergerak dinamis. Sejumlah partai belum mengumumkan secara resmi pasangan calon yang akan diusung, sehingga peluang terjadinya poros baru maupun penggabungan kekuatan masih terbuka. Nasdem menyatakan akan menjalin komunikasi dengan partai lain sebelum mengambil keputusan akhir.
"Kami membuka komunikasi dengan semua pihak. Yang penting adalah bagaimana calon yang diusung bisa diterima masyarakat dan mampu membawa Sumatra Utara lebih baik," ujar sumber partai tersebut.
Pilgub Sumatra Utara menjadi salah satu kontestasi yang diperhatikan secara nasional karena besarnya jumlah pemilih dan posisi strategis provinsi itu dalam perekonomian. Karena itu, keputusan partai-partai besar dalam menentukan calon dinilai akan berpengaruh terhadap konfigurasi politik di tingkat lokal maupun pusat.
Partai Nasdem menegaskan akan mengumumkan keputusan resmi pada waktu yang tepat, setelah seluruh tahapan internal selesai dilaksanakan. Hingga kini, nama Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution tetap menjadi dua figur yang paling sering disebut dalam pembahasan internal partai untuk diusung pada Pilgub Sumatra Utara.
Comments (0)