Nasdem Belum Putuskan Dukungan untuk Pilgub Sumut, Dua Nama Kuat Dipertimbangkan

Jakarta, Apaberita – Partai Nasdem masih menimbang dua figur potensial untuk diusung sebagai calon gubernur pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) yang akan berlangsung pada November ...

Nasdem Belum Putuskan Dukungan untuk Pilgub Sumut, Dua Nama Kuat Dipertimbangkan

Jakarta, Apaberita – Partai Nasdem masih menimbang dua figur potensial untuk diusung sebagai calon gubernur pada Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Pilgub Sumut) yang akan berlangsung pada November 2024. Dalam rapat tertutup yang digelar di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Nasdem, Jakarta, Rabu (10/7/2024), nama Gubernur petahana Edy Rahmayadi dan Wali Kota Medan Bobby Nasution mencuat sebagai kandidat yang paling serius dipertimbangkan. Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh memimpin langsung rapat koordinasi bersama jajaran pengurus teras, membahas peta politik di Sumatera Utara yang dinilai sebagai salah satu provinsi strategis bagi peta koalisi nasional.

Dinamika Internal Partai Nasdem

Rapat koordinasi yang berlangsung hingga malam hari itu juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal Johnny G. Plate, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Prananda Surya Paloh, serta sejumlah ketua bidang. Menurut sumber internal yang enggan dikutip namanya, terjadi diskusi mendalam mengenai peluang masing-masing kandidat. Partai yang identik dengan warna biru itu berupaya menjaga keseimbangan antara mempertahankan figur petahana yang telah memiliki basis dukungan kuat dan memberikan kesempatan kepada pemimpin muda yang tengah naik daun.

"Partai Nasdem sedang dalam proses penjajakan yang sangat mendalam. Kami tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, karena ini menyangkut nasib rakyat Sumatera Utara ke depan," ujar Ketua DPP Nasdem Bidang Media dan Komunikasi Publik, Willy Aditya, saat ditemui di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (11/7/2024). Ia menegaskan bahwa keputusan final akan diumumkan paling lambat akhir Juli 2024, sebelum masa pendaftaran calon kepala daerah oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dibuka secara resmi pada Agustus mendatang.

Lebih lanjut, Willy menyebut bahwa partainya telah mengantongi data hasil survei internal yang menunjukkan elektabilitas kedua figur tersebut bersaing ketat. Namun, ia enggan merinci angka pastinya. "Yang jelas, kami akan memilih figur yang memiliki komitmen kuat terhadap agenda-agenda perubahan yang diusung Partai Nasdem," tambahnya.

Pertimbangan Figur Edy Rahmayadi dan Bobby Nasution

Edy Rahmayadi, yang saat ini menjabat Gubernur Sumatera Utara, merupakan tokoh berlatar belakang militer dengan karir gemilang sebelum masuk dunia politik. Purnawirawan jenderal bintang tiga itu pernah menjabat sebagai Pangkostrad dan Pangdam I/Bukit Barisan. Sebagai petahana, ia memiliki keunggulan dalam hal pengenalan publik dan rekam jejak pembangunan. Namun, isu efektivitas program kerja dan dinamika hubungan dengan DPRD Sumut kerap menjadi catatan. "Edy Rahmayadi adalah figur nasionalis yang kuat. Keberaniannya dalam mengambil keputusan menjadi nilai lebih, tetapi kami juga mencermati tingkat kepuasan publik yang disurvei belakangan ini," kata Ketua DPW Nasdem Sumatera Utara, Iskandar ST, melalui sambungan telepon, Rabu (10/7/2024).

Di sisi lain, Bobby Nasution menawarkan semangat baru dan pendekatan milenial. Wali Kota Medan yang juga menantu Presiden Joko Widodo itu baru-baru ini diganjar berbagai penghargaan atas program penataan kota dan transformasi digital. Namanya melejit sebagai tokoh muda yang mampu menyulap wajah ibu kota provinsi. Akan tetapi, identitasnya sebagai bagian dari trah politik Istana juga memunculkan perdebatan di kalangan internal Nasdem. Sebagian kader menilai dukungan kepada Bobby akan mengamankan komunikasi antara pemerintah provinsi dan pusat, sementara sebagian lainnya khawatir hal itu akan mengurangi independensi partai.

"Kami sedang mengkaji dampak politik jangka panjang. Bobby adalah figur muda dengan prestasi konkret, tetapi Pak Edy juga telah membuktikan loyalitasnya terhadap kepentingan daerah," ujar Ketua Bappilu Partai Nasdem, Prananda Surya Paloh, dalam rapat yang sama. Ia menambahkan, timnya telah menggelar serangkaian focus group discussion (FGD) di delapan kabupaten/kota prioritas untuk mendengar aspirasi akar rumput.

Respons Publik dan Langkah Koalisi

Pengamat politik dari Universitas Sumatera Utara, Dr. Heri Kusmanto, menilai bahwa kebimbangan Nasdem mencerminkan tarik-menarik antara rasionalitas elektoral dan kepentingan strategis. "Nasdem saat ini tidak memiliki kursi cukup untuk mengusung calon sendiri. Mereka perlu membangun koalisi dengan partai lain. Pilihan terhadap Edy atau Bobby akan sangat menentukan daya tawar Nasdem dalam formasi koalisi," papar Heri, Kamis (11/7/2024). Berdasarkan Undang-Undang Pilkada, partai atau gabungan partai harus mengantongi minimal 20 persen kursi DPRD Sumut atau 25 persen suara sah untuk bisa mendaftarkan pasangan calon.

Hingga berita ini diturunkan, sejumlah partai lain seperti Gerindra dan Golkar dikabarkan sudah mengarahkan dukungan kepada figur tertentu. Partai Gerindra, misalnya, sebelumnya telah menyatakan bakal mengusung Edy Rahmayadi, sementara Golkar masih menimbang antara kedua nama tersebut. Nasdem, yang pada Pemilu 2024 meraih sekitar 10 persen suara di Sumut, harus segera memutuskan sikap untuk menghindari terisolasi secara politik.

Di tengah spekulasi yang berkembang, Ketua Umum Surya Paloh diyakini akan mengambil peran sentral dalam keputusan akhir. "Beliau adalah pengendali utama. Siapa pun yang diusung, sudah pasti melalui mekanisme partai yang ketat dan pertimbangan matang," tegas Willy Aditya. Masyarakat Sumatera Utara, sementara itu, masih menanti arah resmi Nasdem, yang diyakini akan menjadi salah satu penentu konstelasi Pilgub Sumut 2024.

Sebagai informasi, masa pendaftaran calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara akan dibuka KPU pada 27 hingga 29 Agustus 2024. Kampanye dijadwalkan berlangsung mulai 25 September hingga 23 November 2024, dan pemungutan suara digelar pada 27 November 2024. Partai Nasdem, yang dikenal memiliki basis pemilih loyal di perkotaan, diprediksi akan mengumumkan keputusannya melalui deklarasi resmi di Medan pada pekan ketiga Juli.

"Yang pasti, secepatnya kami akan umumkan. Sumut butuh pemimpin yang solutif dan dekat dengan rakyat," pungkas Willy.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User